
Part 119
Beberapa hari kemudian Dimas melihat Irene mau pulang, dan mengikuti Irene ke parkiran.
Dimas pura - pura minta ijin ke Andre, dan Anton ke kamar mandi. Padahal dia mengikuti Irene.
Andre dan Anton melihatnya dan saling memandang.
'"Mereka sangat mencurigakan. "
Kata Anton.
Mereka pun mengikuti Dimas.
Irene masuk ke dalam mobilnya dan menangis. Tiba - Tiba dia merasa mual. Diapun keluar dari mobilnya dan jongkok di belakang mobilnya, biar tidak ada yg melihat.
"Mengapa akhir - akhir ini aku mual. Dan aku belum datang bulan. Irene menutup mulutnya dan depresi
"Apakah aku hamil? Ooooh Tidaaaak.....!!!"
Dimas yang ada di belakang Irene pun tersentak.
Irene berdiri dan berbalik, dan sangat kaget melihat Dimas sudah di belakangnya.
Dimas langsung memeluk Irene. Irene pun berontak.
"Sayang..Benarkah kamu hamil. Memeluk erat Irene. Dan melepaskan pelukannya dan langsung mencium bibir Irene dengan rakus. Irene tersentak tapi cepat berontak dan sangat marah.
Irene menampar keras pipi Dimas.
"Plaaak..."
Jangan menyentuhku...Bajing*n. Aku tak Sudi mengandung anakmu. Jangan mendekatiku...Mendorong keras tubuh Dimas dan cepat masuk ke mobilnya.
__ADS_1
Dimas mengelus pipinya. Tapi rasa sakit itu. Tidak sebanding dengan sakit hatinya saat ini.
"Apakah Irene sudah mengandung anakku. Aku harus bertindak cepat. tidak akan ku biarkan dia melakukan hal yang berbahaya untuk anakku. Yahh! Aku harus bicara dengan Orang tuaku dan segera melamar Irene. Dia mau atau tidak mau aku harus menikah dengannya.
Dimas pun masuk ke mobilnya dan segera pulang menemui orang tuanya.
Andre dan Anton saling memandang.
"Sepertinya telah terjadi sesuatu di antara mereka."
Kata Anton.
"Biarkan saja, nanti Dimas pasti menceritakannya."
Merekapun kembali ke dalam kampus.
Sedangkan Dimas sudah melajukan Mobilnya ke rumahnya.
Tak terasa sampailah Dimas ke rumahnya dan segera menemui orang tuanya yang sedang bersantai di ruangan keluarga.
Ayah dan Mama Dimas saling menatap keheranan.
"Duduklah nak apa yang ingin kamu bicarakan nak"
"Ayah, ibu aku ingin menikah Karna dia sudah mengandung anakku."
"WHAT My Son??????"
Teriak Bersamaan Ayah dan ibu Dimas.
Ibu Dimas tidak menyangka anaknya mengatakan itu. badannya saat ini terasa lemah saking kagetnya mendengar kabar dari anaknya. Ibu Dimas terduduk
Ayah Dimas sangat kesal.
__ADS_1
"Siapa wanita itu Hahh!!" Kata Ayah membentak.
Irene Ayah, Dia Anak pak Agung Diandra.
Kata - Kata Ayah melunak.
"Apa Dia pengusaha Diandra Grup."
"Iya Ayah"
Ayah tertawa dan ibu agak melunak.
"Anaknya yang artis dan model yang pendatang baru itu. khan, Kamu pintar sekali cari jodoh, Kamu hebat My Son, Tenang nak. Dia kawan baik Ayah nak. Dan memang kami ada rencana menjodohkan kalian. Hahaha....haha...Anakku hebat. Kami juga akan mendapatkan cucu . Hahaha....haha senangnya."
Menarik istrinya dan mengajaknya berdansa.
Merekapun berputar dan menari bahagia.
Dimas duduk dan mengucek rambutnya.
"Ayah, ibu....Aku belum selesai ngomong."
Ayah dan Ibu Dimas saling memandang. Dan cepat mendekati anaknya. Ayah di sebelah kanan dan Ibu. Di sebelah kiri. Sama - sama memegang bahu anaknya.
"Khan sudah sayang...Kamu mau menikah dengan Irene dan dia hamil anakmu. Dan kami akan menikahkan mu..., Beres Khan"
Kata Ayah dan ibu langsung main Tos dengan menepuk kedua tangan mereka sangat senang.
"Memangnya Irene mau menerimaku, aku belum selesai bercerita."
Ayah dan ibu tersentak dan melemparkan punggung mereka ke sandaran sofa.
"WHAT????"
__ADS_1
Jawab mereka bersamaan, saking kagetnya dan juga kebingungan.
Bersambung.