Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 43


Pikiran Ayuni saat ini, tidak baik - baik saja, dia selalu merasa orang yang paling tidak berharga, dan tidak berguna di hadapan Andre. Dia hanya bisa menampakkan dirinya dari luar bahwa dia sedang baik - baik saja.


"Sudahlah Dewa, kamu harus yakin bisa mendapatkan cintamu, aku juga saat ini mencari cinta sejati aku, percayalah kamu adalah sahabatku sekarang dan kebetulan statusku juga masih sendiri, aku bisa menjadi partner kekasihmu, yang penting jangan bermesraan dengan aku jika ada Abang Andre." Kata Ayuni menghibur hati Dewa, padahal saat ini dia lah yang membutuhkan hiburan. Begini kah jika kita telah mencintai seseorang? Apapun bisa kita lakukan untuk kebahagian orang yang kita cintai walau mengorbankan hati dan perasaan sendiri.


Saat ini aku butuh dirimu Abang Andre, aku ingin memelukmu....


Ayuni memaksakan tersenyum, hatinya sangat perih dan sakit. Saat ini dia butuh Abangnya dan sangat merindukannya. " lihatlah Abang adik kesayanganmu ini Abang, mengapa harus mengalami nasib malang seperti ini, Abang aku ingin memelukmu aku sangat merindukanmu. Ayuni menangis dalam hati. saat ini hatinya sudah hancur berkeping tak ada sisa lagi. Sekuat tenaga dia tahan air matanya


Sementara di kampusnya Andre merasa mendengar suara Ayuni memanggilnya, dengan suara pilu. Dia mengambil ponselnya dan menelpon adiknya, dia sangat khawatir.


Ayuni mendengar ponselnya berbunyi. Melihat nama Abangnya dilayar ponselnya. dia segera berdiri meninggalkan Dewa.


"Dewa saya kesana dulu. Abangku Menelpon."


Dewa menganggukkan kepalanya.


Ayuni mengangkat ponselnya, terdengar suara Abangnya di seberang sana.


"Ayuni sayang, apa kamu baik - baik saja? tadi aku mendengar suaramu memanggilku, kedengaran sangat sedih. Apa kamu ada masalah sayang, saya segera kesana" ~ Andre


Ayuni rasanya ingin menangis, "Abang betapa besarnya kasih sayangmu kepadaku, Abang mendengar suara hatiku. aku sangat ingin memelukmu saat ini Abang," Ayuni berkata dalam hati, air matanya sungguh sudah tergenang di pelupuk matanya. Tidak aku harus kuat, mencoba menguatkan hatinya.


Andre, yang tidak mendengar suara Adiknya. sangat panik.


"Ayuni, tunggu Abang segera kesana," ~ Andre, menutup ponselnya.


Ayuni tidak bisa lagi menahan kesedihannya tanggulnya yang dia buat setinggi mungkin tidak bisa lagi membendung air matanya yang dari tadi di tahannya, Yaah......,


Ayuni menangis. hatinya sangat sedih, saat ini dia tidak bisa menahan air matanya, dia terpaksa memiliki Ide, berpura - pura perutnya sangat sakit, agar Dewa tidak curiga. "Ayuni saat ini kamu sudah pintar berbohong, untuk menutupi kesedihanmu, gadis polos yang baik hati, belajar menjadi pembohong.


"Aduuuh.....! kenapa perutku sakit sekali....!! Ayuni pura - pura duduk dan menangis, menumpahkan semua kesedihannya, dia tumpahkan saat itu juga.


Dewa sangat panik, tiba - tiba Ayuni terduduk sambil menangis. Dewa langsung berlari dan menghampiri Ayuni.


"Ada apa Ayuni, jangan membuatku khawatir" Kata Dewa panik


Dea juga sudah ada disana, melihat sahabatnya kesakitan dan menangis dengan memegang perutnya, dia pun berlari mendekati Ayuni.


"Ayu, Kamu kenapa, apa yang kamu rasakan,", kata Dea sangat panik.


Ayuni, menumpahkan kesedihannya, dia menangis, hatinya sangat sedih. "


Huh....huh....huh.......,


Perutku sakit sekali, tolong aku..... terus menangis menumpahkan semua kesedihannya, dengan pura - pura sakit perut.


Dewa segera menggendong Ayuni, dengan setengah berlari membawa Ayuni keruang UKS, semua siswa dan siswi yang mereka lewati, ikut heboh dan sebagian ada berlari di belakang Dewa dan bertanya dengan Dea, dan Dea menjelaskan jika Ayuni sakit perut, dan sebagian hanya menjadi penonton.


Dewa sudah di ruang UKS, membaringkan Ayuni. yang terus menangis. Ayuni memuaskan hatinya untuk menumpahkan semua kesedihannya, yang selama ini di pendam dalam hatinya, saat nya menumpahkan semua kepedihannya.


Dewa sangat panik, mengusap air mata Ayuni, yang terus mengalir di kedua pipinya.dan mencium tangannya.


"Dewa aku harus telpon Andre." Kata Dea mengambil ponselnya.


"Tidak usah......., Dea..., Abangku, sudah kemari," Kata Ayuni, sambil berpura - pura menahan sakit di perutnya..


Ayuni sadar, Dewa tidak boleh di dekatnya, Abang Andre, nanti curiga.


"Dewa..... tolong menjauh dariku.....


Abang Andre nanti melihatmu.... Aduuuh... kenapa sakit sekali....! pura - pura memegang perutnya.


Dea langsung menarik Dewa menjauh dan Dea segera mendekat dengan sahabatnya dan memegang perut dan tangan Ayuni. Dia langsung paham perkataan Ayuni.


Segera siswi petugas UKS membawa kotak obat. dan pertolongan pertama adalah balsem dan minyak kayu putih.


Siswi menyuruh dengan sopan, Dewa keluar dulu.


"Maaf, sebelumnya, bisa kakak tunggu di luar dulu." Kata siswi itu ke Dewa.


Dewa sangat panik, dan terpaksa keluar dari ruangan itu.


Kesedihan Ayuni sudah berkurang, dia sudah tidak menangis, hanya wajahnya yang dibuatnya seperti menahan kesakitan di perutnya. Dea menyingkap baju Ayuni ke atas, dia pun mengolesi balsem ke perut Ayuni, dan siswi UKS memijit telapak kaki Ayuni, dengan minyak kayu putih.


Tidak berselang lama. Andre sudah sampai di gerbang sekolah, minta izin di satpam sekolah, memberi keterangan. dan diperbolehkan masuk. dia menelpon di ponsel Ayuni dan Dea yang mengangkatnya. memberitahu dan mengarahkan tempatnya, bahwa mereka ada di ruangan UKS.

__ADS_1


Andre berlari dengan panik, mendengar adiknya sakit perut, dia panik karna selama ini Ayuni tidak pernah sakit perutnya.


Sesampai disana, dia melihat Dewa duduk diluar, Andre tidak memperdulikan Dewa langsung masuk keruangan itu.


Melihat adiknya, yang di olesi balsem perutnya sedang menahan kesakitan, dia menarik Dea dan langsung mengelus perut adiknya, tidak memperdulikan siswi UKS yang melongo melihat tangan Andre berputar di perut adiknya dan mencium keningnya.


"Kenapa bisa sakit begini sayang, kamu habis makan apa? Apa sangat sakit perutmu," terus mengelus perut adiknya dengan wajah yang sangat panik.


Ayuni menjadi sedih kembali melihat Abangnya, dia kembali menangis. Andre bertambah panik.


Huh...huh... Abang perut Ayuni sakit, kesedihannya kembali menyeruak di dadanya.


"Dea.....!!! cepat telpon Taxi... !!!!saya mau bawa Ayuni kerumah sakit." Setengah membentak, saking paniknya.


Siswi UKS berkata saya ada mobil, saya akan antar.


Tampa pikir panjang, Andre menggendong adiknya setengah berlari keluar dari ruangan UKS, dan siswi itu, dan Dea berlari mengikuti dan Dea menahan tangan Dewa untuk ikut.


Semua satu sekolah heboh karena Ayuni telah berbohong.


Ayuni berkata dalam hati. "Maafkan aku...., Aku telah membohongi semua orang, sungguh aku sangat sedih dan patah hati, aku tidak bisa menangis dan mengemis cinta kepada orang yang tidak mencintaiku...Tolong maafkan aku..." Ayuni terus menangis, Andre masuk kedalam mobil di bagian tengah, dia memangku adiknya dan tangannya terus memijit lembut perut adiknya dan sesekali menghapus air matanya dan mencium keningnya. Dan Dea duduk di depan dengan siswi UKS, mobil sedan itupun bergerak maju, berbaur dengan kendaraan lainnya.


merebahkan kepalanya di dada Abangnya, sudah membuatnya tenang. dan dia tidak menangis lagi.


" Abang Andre.... sakit perutku sudah agak berkurang...., tadi itu sangat sakit dan mengeras," berbicara dengan nada pelan dan lemah agar Abangnya tidak curiga.


Andre menatap wajah adiknya, melihat adiknya sudah tidak kesakitan, hatinya sangat lega. dia mencium kening adiknya kembali.


Siswi itu sangat tersentuh dengan kasih sayang Andre kepada adiknya begitu juga dengan Dea.


Saat ini, Dea tambah mencintai Andre. " Sama adik saja sangat penyayang apalagi istri, pasti aku selalu di gendong tiap hari. bergumam dalam hati dan tersenyum sendiri.


Ayuni menatap Abangnya, Ayuni masih dalam pangkuan Abangnya.


"Abang, kita kerumah saja, biar nanti dokter keluarga kita yang periksa Ayuni." kata Ayuni dengan wajah tersenyum dan sedikit akting kelihatan lemah, menghadapi Abang Andre yang jiwa detektif harus pintar mengambil peran orang sakit. Agar tidak curiga.


Melihat adiknya sudah agak baikan, Andre menyarankan siswi itu, dengan memberi alamatnya. Mobil pun berbalik arah kerumah Ayuni. Dan tidak berselang lama mereka sudah sampai. Andre menyarankan Dea dan siswi itu pulang saja ke sekolah Karna masih dalam jam pelajaran.


Ayuni berterima kasih untuk bantuan mereka.


" Trima kasih Dea, benar kata Abang Andre, ini masih jam pelajaran, jangan khawatir perutku tidak sakit lagi, mungkin karna sudah ada balsem dan minyak kayu putih. Oh ya makasih, bisa tahu nama kita siapa. Bertanya di siswi UKS.


"Makasih Desi kata Abang Andre."


"Makasih Desi kata Ayuni, tersenyum manis.


Ayuni turun dari pangkuan Abangnya.


Andre keluar dari mobil, ingin menggendong Ayuni kembali.


Ayuni keluar dari mobil, disambut Abangnya yang langsung menggendongnya.


Bersambung


Dukung Author yah,


dengan Vote, like, dengan comment.


Share ke keluarga, teman dan sahabat, agar Author lebih semangat lagi menulis Bab selanjutnya. Dan dukung untuk bisa mendapatkan kontrak, dan menyelesaikan Bab sampai tamat.


Sepatah Kata.


Terus dukung Author, agar semangat menyelesaikan kisah Ayuni dan Dea sampai tamat dan Author akan membuat karya baru lagi, yang berjudul " Haruskah aku masih memilihmu sayangku"


Sinopsis cerita.


Kisah cinta yang banyak menguras air mata, cerita hidup yang membuat pembaca menitikkan air mata, Betapa setianya seorang Istri yang bernama Alisa memperjuangkan cintanya kepada suaminya Andre di tengah keluarganya yang kaya raya, yang sangat merendahkan dirinya dan suaminya, dan hidup terbuang dari keluarganya. sebuah kisah yang menunjukkan sifat Alisa yang baik hati dan sabar, dan berhati malaikat, dan bagaimana Alisa harus menghadapi Suami yang sangat dia cintai yang sudah menyerah dengan penderitaan hidup yang tidak ada habisnya. Sangat banyak cerita tentang kehidupan, akan di sajikan di dalam cerita ini, juga kisah kehidupan yang memiliki ceritanya sendiri, di dalam masyarakat pada umumnya tentang harta, kedudukan, dan status golongan sosial yang dibawah, dan perlakuan masyarakat menyingkapinya..


Terus dukung Author yah, dengan vote, Like dengan comment. Agar terus berkarya.


Intip Part 1. kemarahan ibuku.


"Haruskah Masih Memilihmu Sayangku"


Inilah kisah aku, Alisa.


Alisa gadis yang sangat cantik, cerdas dan pintar dalam setiap pelajaran, hidup di keluarga yang berada, menjadi gadis idola, sangat manja dan periang tetapi setelah menikah hidupnya berubah terbalik 180 derajat, tetapi selalu menguatkan diri dan berharap akan indah pada waktunya.

__ADS_1


Hari ini, adalah Kamis, tgl 16 Januari, tahun 2003. Aku merapikan lagi perlengkapan bayiku yang masih berumur 1 bulan, ibuku marah seperti biasanya, mengusirku lagi ke rumah mertuaku yang kebetulan tinggal di dekat rumahku.


"Dasar tidak tahu malu, kerjamu hanya menyusahkan, tidak ada malu menumpang di rumah ini. Pergi kamu, sama suamimu. Seandainya kamu menikah dengan pilihan kami, kamu tidak akan hidup susah begitu, membuat malu keluarga besar kita." kata ibu, Menatap dengan kesal.


"Semua menyayangkan kamulah yang paling cantik, dan sangat di perebutkan semua keluarga kita yang terkenal kaya raya, kamu memilih lelaki yang kedudukannya seperti pelayan."


Kemarahan ibuku sudah seperti nyanyian bagiku, menentangnya tidak akan menyelesaikan masalah, hanyalah menambah masalah, lebih baik pergi, dan menurutinya jika dalam seminggu satu kali, bahkan dua kali, mengusirku dan memanggilku kembali. Karna pembantuku Inah jadi TKI, jadi tidak ada mengurus rumah dan terpaksa ibuku memanggilku lagi, begitulah hidupku kesana kemari membawa tas pakaian, aku lelah tapi aku harus sabar, selalu kuanggap hukuman, karna telah durhaka pada orang tuaku___


Aku anggap itu harga yang harus ku bayar, telah menyakiti hati ibuku, orang yang melahirkan ku, di telapak kakinya ada syurga untukku. Melawannya dengan diam hanyalah itu jalan keluar yang terbaik.


Seperti biasa aku kerumah mertuaku lagi, yang tidak jauh dari rumahku. Suamiku bekerja di lain kota sebagai karyawan di pabrik kecil.


Dia belum bisa membawaku, karna gajinya sangat rendah dan cuma patungan kost dengan temannya.


Di rumah mertua pun tidak begitu senang denganku, karna ibuku sering menghina mertuaku, Apalagi kakak ipar ku yang belum menikah, setiap lewat di depanku,menghentakkan kakinya dan jika aku menyapanya dia selalu berteriak marah, sangat muak mendengar suaraku.


Tetapi apa dayaku, aku sudah bersyukur dapat tumpangan hidup, dimana aku akan pergi, aku selalu terombang ambing di kedua rumah ini, tapi aku tidak menyesalinya, cintaku pada suamiku melebihi hidupku sendiri, nyawapun akan aku korbankan demi dia.


Mas Andre, tetap semangat bekerja, aku disini selalu mendoakan kamu sayangku. Semoga ada kenaikan gaji dan kita bisa berkumpul. bagiku harta tidak ada artinya di banding dirimu, akan ku korbankan apapun demi dirimu sayangku, gumam Alisa dalam hati.


Aku tak memiliki Asi, air susuku kering jadi uang yang 300.000 yang dikirimkan suamiku untuk aku, setiap bulannya, hanya cukup untuk susu formula untuk anak. Gaji suamiku masih kerja kontrak adalah 600.000. per bulan, jadi suamiku simpan 300 RB untuk dirinya.


Bayar sewa kost 100.000, Serta sewa mobil tiap dua kali, dalam satu bulan untuk pulang menemui kami. itupun hanya satu hari, datang Sabtu malam dan pulang besoknya, Minggu sore. Dan sisanya 100.000 adalah uang makannya. Uang yang 100.000, itupun dia selalu puasa Senin dan Kamis dan membeli ikan kering yang kecil, yang banyak jadinya 1 kilo, 35000 dan m.goreng 15000. selalu itu dan itu lauknya setiap bulannya. dia usahakan 1 bulan cukup, menggoreng satu ekor ikan keringnya setiap hari, bahkan sepotong, jika sudah tgl tua. serta beras 50000 jadi bagaimana dia mau membawaku bersamanya, Jadi aku sangat maklum.


kedua adikku kaya raya, semua penjual alat bangunan dan pengusaha kayu terbesar di kota besar. Jika mereka datang di rumah orang tuaku, jangankan 20 RB mereka tidak mau memberiku, pernah aku minta 100.000, hanya omelan kudapatkan.


Dulu sebelum menikah, uang 100.000 itu cuma uang jajanku, bahkan aku pernah minta 2 juta hanya untuk beli baju, ibuku selalu memberikan apa yang ku mau.


Setelah menikah Adikku membawaku belanja di pasar, ternyata memanggilku hanya untuk menjadi kuli angkat belanjaannya. Tak ada apapun yang dia belikan untukku, biar hanya kue 10000, bahkan anakku sering ku gendong jika mengantarnya pulang, tapi tidak pernah dia berikan uangnya sepeserpun untuk keponakan kecilnya. Kehidupan Alisa setelah menikah berubah 180 derajat.


Keluargaku sepertinya hanyalah membalas dan membuatku tersisih. Mereka sangat perhitungan, padahal omset jualan adikku puluhan juta setiap harinya, memiliki anak buah sampai 8 orang.


ibukupun selalu memberiku uang 700.000. itupun selalu marah dan menghina suamiku, aku harus beli susu mahal, untuk anakku dia tidak mau cucunya bodoh, jadi uang susu anakku 1000.000 per bulan.


tak pernah ku ceritakan pada suamiku, aku tidak ingin membebaninya. apalagi merendahkannya.


Jika keluarga besarku berkumpul, aku selalu jadi bahan ejekan, tapi aku selalu sabar. suamiku sangat berharga, cacian dan makian kuanggap musik indah di telingaku.


Alisa gadis tercantik di sekolah, idola sekolah, idola di kalangan keluarga memilih seorang lelaki yang sangat tampan parasnya, baik hatinya, rajin ibadahnya dan sangat mencintainya.


Semua perlakuan yang tidak manusiawi untuknya selalu dia bawa ke arah positif. Sebagai bayaran mendapatkan suami yang tampan dan sholeh.


Bahkan ada sahabatnya zaman SMA, 4 tahun berlalu, yang dulu sering di bantunya menjauhinya. Pernah Alisa ingin meminjam uang 100.000. untuk beli susu, tapi temannya dengan ketus bilang tidak ada, padahal suaminya seorang dokter dan punya praktek. dia sudah menikah 2 tahun lalu dengan suaminya, tamat SMA di Honor di rumah sakit,


Awalnya kami bertemu di tahun pertama sekolah Karna dia mengagumi kecantikanku, dan dia juga idola di SMP 1, neg. di kota ini. cantik dan model di majalah dan video klip musik. sedangkan Alisa tinggal di desa, tinggal sama neneknya yang Tuan tanah di desa tersebut. Tamat SMP pindah di kota bersama lagi dengan orang tuanya.


Sedikit berbicara tentang asal usul keluarga Alisa. Buyut Ayahku. Menurut legenda awalnya mereka adalah 3 bersaudara kyai dari Arab Saudi masuk ke kota besar ini, memasukkan ajaran agama Islam. salah satunya menjadi raja itulah buyut kami. dan putra mahkotanya membuang gelar dan menjadi orang biasa dan mengasingkan diri menjadi rakyat biasa, itulah Buyut kami juga,


Hampir sama dengan buyut, Ibuku juga turunan raja kota ini, menurut legenda buyutku dahulu adalah putra mahkota, tetapi menjadi rakyat biasa dan saudaranya dahulu kala yang menggantinya memimpin kerajaan.


Walau di pihak keluarga Ibuku, tidak ada gelar kerajaan, tapi hampir semua sukses, ada yang tuan tanah, pengusaha besar dan pejabat, dan Banyak juga menjadi Rektor dan Dosen dan memiliki jabatan penting di ibu kota besar, Karna dikeluarga ibuku memiliki tingkat kepintaran diatas rata - rata. kebanyakan jenius.


Semua di hormati. dan Alisa idola diantara keluarganya yang lain, sangat di kejar semua keluarga untuk menikahkan anak, saudara dan bos mereka , puluhan perwakilan yang datang memperebutkan Alisa, datang melamar, melihat Alisa yang paling cantik di keluarga, Orang tuanya tuan tanah dan kedua Ayah dan Ibunya PNS, tapi Alisa memilih suaminya saat ini.


Alisa sangat cantik. berkulit putih, wajahnya sangat manis, wajah peranakan Arab dan turunan raja dari ibunya. Semua di wajahnya, tidak ada berlebihan tapi semua pas di wajahnya, yang membuat rupanya sangat cantik dan manis, bagai wajah seorang putri kerajaan.


Wajahnya, setiap orang yang memandangnya, tak pernah mata bosan memandangnya, bahkan semakin dipandang semakin cantik dan sangat manis, yang membuat setiap orang yang melihatnya, selalu kagum dan terpana dengan kecantikannya, dulu dipuja sekarang di asingkan, di dunia yang mengagungkan harta , jabatan dan kedudukan.


Alisa lanjut di cerita tentang sahabatnya bernama Mila.....


Alisa menangis dan sahabatnya sangat muak padanya dan marah. "Tidak usah menangis, kenapa cengeng sekali, kenapa kamu memaksa sekali, sy SDH bilang tidak ada uangku, seharusnya kamu mengerti tidak usah menangis begitu. padahal Alisa menangis kenapa sahabatnya berubah?"


Jika adik Alisa datang ke rumah ibunya, Alisa seperti pembantu dirumah ibunya, melayani adiknya seperti ratu, berharap akan di pimjamkan uang 100.000, tapi adiknya tidak mau meminjamkannya, bahkan hanya membentaknya.


Alisa hanya bisa naik di atas lantai atas rumahnya, dan menangis setelah puas mencuci muka dan memakai bedak, menutupi kesedihannya dan tersenyum seperti biasa, seolah tidak terjadi apa - apa, dia selalu menghibur hatinya dan berbesar hati. memarahi dirinya sendiri.


" Alisa kenapa harus marah, itu uangnya orang bukan uangmu, itu adalah haknya, seharusnya kamu malu dan jangan berpikir meminjam lagi. Kasian suamimu disana bekerja keras mendapatkan uang, makan ala kadarnya dan berpuasa.


Sedangkan kamu disini makan dengan lauk yang lengkap, seharusnya kamu hemat agar tidak pernah meminta lagi. Begitulah disetiap harinya, mengobati hatinya dengan jiwa besarnya dan pikiran positinya.


Bersambung


Dukung Author dengan Vote,like dengan comment.


Tolong share ke keluarga, teman dan sahabat,


agar Author selalu semangat berkarya.

__ADS_1


Love you All.


__ADS_2