
Part 79
Sebelumnya Author minta maaf tidak bisa menulis bahasa Korea. Percakapan ini seharusnya bahasa Korea Karna mereka ada di Korea tapi berhubung daripada Author Puyeng dan menular di Readers. Harap dimaklumi. Jadi menulis percakapan dengan bahasa Indonesia. Hidup dan Jayalah Indonesia raya.
Dikesempatan ini, saya Author Mengucapkan.
Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir Dan Bathin.
Part lanjutan 79
Selesai memperkenalkan nama masing - masing mereka menjadi salah tingkah dan malu.
Cho jae Hyun segera minta pamit untuk kembali bekerja.
"Maafkan saya Nona, saya harus pergi. Karna saya ada pekerjaan."
Membungkuk hormat dan membalikkan badannya. Segera keluar dari ruangan.
Cho Jae Hyun, tersenyum. Hatinya saat ini berdebar indah. Tapi mengingat gadis itu bukan orang biasa. Melihat mobilnya begitu mewah, dia mencoba menghilangkan pikiran untuk menyukai gadis cantik itu.
Begitu sebaliknya dengan Park she Hyo. Hatinya berdebar indah.
"Dia sangat tampan dan baik hati, Apakah dia menyukaiku juga."
Diapun tersipu malu. Dan mencari nama itu di ponselnya.
__ADS_1
"Cho Jae Hyun, Nama yang bagus, aku suka namanya, Apalagi orangnya."
Park she Hyo, terkekeh. Saat ini hatinya berdebar indah dan berbunga.
Park she Hyo, mengambil ponselnya, dan mulai membuat pesan untuk pria tampan yang menolongnya. Dia berapa kali, mengetik dan menghapus kembali kata - katanya. Dia ingin memberikan pesan yang terbaik. Dan akhirnya dia tersenyum manis, setelah mendapat kata - kata yang baik.
Cho Jae Hyun
"Maaf sebelumnya, Saya wanita yang anda tolong. saya adalah Park she Hyo. Saya sangat berterima kasih atas pertolongannya, sekali lagi trima kasih banyak. Tolong nomer hp saya di Save. makasih."
Diapun membaca ulang pesannya dan mengirimnya. Dia tersenyum manis dan tersipu. Saat ini hatinya benar - benar berdebar indah.
Ditempat lain. Cho Jae Hyun, mendengar ponselnya berbunyi pertanda ada pesan masuk. Dia membuka SMS dan membacanya
Dia tersenyum dan tersipu dan menggaruk kepalanya. Kata - kata terakhir di pesan itu membuat hatinya berbunga, dia langsung menyimpan nomer ponsel Park she Hyo. Dan membalas pesannya.
"Iya, sudah aku simpan. Sudah sewajarnya saya menolong Anda. Trima kasih kembali."
Cho Jae Hyun, tersenyum dan terkekeh.
Di tempat lain, Park she Hyo, mendengar ada pesan yang masuk. Dia segera mengambil Ponselnya dan melihat nama pria pujaan hatinya. Hatinya sangat senang dan membukanya, dan membacanya.
Kata - kata balasan bahwa dia sudah save nomer ponselnya, membuat Park She Hyo tersipu malu, sampai menutup wajahnya. Saat ini, hatinya sedang mabuk kepayang karna pesona Cho Jae Hyun.
"Mengapa begitu mudahnya aku jatuh cinta. Benar kata orang."
__ADS_1
Cinta Datang Tampa Kita Duga Dan Rencanakan.
Saat ini, rasa di kepalanya terasa nyeri, diapun berbaring dan tertidur pulas.
***
Park She Hyo terbangun. Tampak beberapa orang pengawal Papanya sudah berjaga di samping tempat tidurnya. Mereka ada 2 orang berdiri di samping kanan dan kiri ranjangnya. Dan beberapa Dokter dan perawat.
Tidak berapa lama masuklah seorang Pria dan Wanita setengah baya, wajah mereka begitu pucat dan panik Dan nyonya yang masih kelihatan cantik itu, menangis dan memeluknya dengan erat.
"Sayang, ibu sangat khawatir sayang, untunglah kamu tidak apa - apa sayang."
Diapun melepas pelukannya. Menatap anaknya dengan penuh kasih sayang dan membelai tangannya.
Pria setengah baya itupun mengusap bahu anaknya.
"Syukurlah nak, Kamu sehat sehat saja. Ayah jadi tenang melihatmu baik - baik saja"
Kata Ayah senang.
Park She Hyo, tidak kaget lagi, jika Ayahnya cepat mengetahui kabarnya. Karna Ayahnya sangatlah kaya dan banyak koneksi.
"Iya Ayah, Ibu. Aku tidak apa - apa. hanya tubuhku terasa sakit semua." Kata Park She Hyo manja.
Papanya langsung menoleh ke seorang Dokter yang berumur setengah baya. Dia adalah Direktur rumah sakit. Dan menyuruh memberikan obat yang paling bagus untuk putrinya. Karna Rumah sakit itu, adalah miliknya.
__ADS_1
Orang tuanya termasuk salah satu orang terkaya di kota Korea. Pemilik beberapa Rumah Sakit. Dan pengusaha Property. dan investasi lainnya.
Bersambung.