Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 124


Dea sangat sedih dan terus menangis. Mengetahui Andre akan ke Korea. Di Taman belakang Sekolah. Kedua gadis cantik menangis berpelukan. Sedangkan Dewa menatapnya dengan tatapan cemburu.


"Ayu....kamu harus bujuk Abang mu...jangan ke Korea Ayu....Huhuhu...huhu...."


"Aku sudah bilang Dea....tapi kayaknya tekad Abang sudah bulat Dea. Huhuhu.....huhuhu....."


"Huwaaa...huwaaa..."


Merekapun bersamaan menangis.


Dewa sangat kesal dan mengorek kupingnya yang mulai pekak, mendengar tangisan mereka yang sudah seperti teriakan.


"Apa - apaan sih mereka!! Andre cuma mau keluar negeri tapi mereka menangis kayak Andre sudah Innalillahi...!!!


Waktu Andre saja terlambat datang menjemput Ayu. Mereka Halu juga tingkat Dewa sampai main cakar - cakaran lagi..


Bukannya sama ceweek...Eeh.. sama 3 cowok lagi. Mana tidak nyambung lagi.... Fitnah orang. Aiiiisshhhh.....Beruntung sekali Andre itu...Aku sangat iri dengannya. Lihatlah aku sekarang sudah seperti orang tidak waras....!!!


Dewa terus mengomel dan mengucek rambutnya kesal. Dia berdiri di belakang Ayu dan Dea yang masih sibuk acara tangis - tangisan. Dewa mencari tempat duduk yang lain dan duduk dan selalu mengusap wajah tampannya dengan kasar.


"Aissssshhh....saya sudah seperti obat nyamuk mereka...!!!"


Dewa mengomel. Dan merutuk nasibnya. Yang selalu di nomer duakan oleh Dea dan Ayuni. Selalu Andre dan Andre rutuknya.


Cukup lama Ayu dan Dea curhat - curhatan sambil menangis.


Dewa pun berteriak.


"Sate kalian ini....sudah gosooong...!!!"

__ADS_1


Dea dan Ayuni menoleh dan tersadar kalau ada Dewa dari tadi menemani mereka. Dan sudah melupakannya.


Ayuni berdiri dan berjalan kearah Dewa dan duduk di dekat Dewa dan memeluknya dan menangis kembali.


"Huhuhu...huhu...Mauukah..kamu...menemaniku jika Abangku tidak ada..Dewa.?Aku...Huhuhu...huhu...sudah terbiasa ada Abangku mengantarku...huhuhu...huhu...


sekarang tidak ada lagi....Huwaaaa....huwaaa..."


Ayuni menangis kencang dan segera di peluk dan di belai lembut oleh Dewa dan Dea pun sudah berlari dan masuk juga dalam pelukan Dewa. Dua kepala sudah memenuhi dadanya. Dewa pasrah, baju sekolahnya basah dengan air mata. Bibirnya pun kesana kemari mengecup puncak kepala Dea dan Ayuni. Tapi Dewa masih kesal.


"Aiiiisshhhh....Beruntung sekali Andre...itu...!!"


Umpatnya dalam hati.


"Sudahlah..menangis nya. Mata kalian nanti bengkak. Aku siap kapanpun kalian butuhkan."


Kedua wajah cantik itu, yang masih penuh air mata namun tetap sangat cantik. Menatap wajah tampan Dewa. Dan Dewa pun sibuk mengusap air mata mereka satu persatu dan memberikan kecupan di kedua kening, kedua wanita cantik itu. Yang salah satunya sangatlah di cintainya tapi mencintai orang lain.


Kedua wajah cantik itupun yang tadinya sangat sedih berubah tersenyum manis.


Dewa berdiri dan berjalan ke depan.


Comiiing....My Baby. Let's Go..!!!!"


Mengajak Ayu dan Dea, ke kantin dan memberi kode lapar dengan mengelus perutnya. Kedua gadis cantik itupun. Berdiri dan berjalan ke arah Dewa ke arah kantin.


Mereka ke kamar mandi dulu cuci muka dan dandan tipis, dengan bedak powder kecil yg ada dalam saku mereka. Mereka berpisah dengan Dewa. Dan menyuruh Dewa duluan ke kantin memesankan mereka makanan.


Selesai makan, mereka pun berpisah dan kembali ke kelas masing - masing. Dan tak terasa jam pelajaran telah usai. Dan seperti biasa Andre tetap datang menjemput adiknya. Dea ingin kesana Dewa menahannya.


"Jangan kesana, nanti kamu menangis dan jadi tontonan, yang membuat orang salah faham lagi. Itu saja matamu sudah mulai berair. Aku antar yah..pulang. Kita shoping dulu biar galau kamu hilang."

__ADS_1


Bujuk Dewa sekalian modus biar dekat dengan Dea, wanita yang sangat di cintainya. Dan betul saja rencananya berhasil, Dea mau ikut dengannya.


Dea hanya bisa menatap sendu Andre dan melambaikan tangan, dan Ayuni mengerti kalau Dea tidak mau mendekat nanti menangis lagi, dan akan jadi tontonan teman yang lain. Karna Ayu melihat air mata Dea mulai mengambang di pelupuk matanya.


Dea memberitahu supirnya mau pulang dengan Dewa. Di atas motor Dea memeluk Dewa erat dan menangis di punggungnya. Dia sangat sedih dan terpukul tidak bisa lagi melihat pujaan hatinya. Dewa membawanya ke pinggir pantai. Dea selalu menangis dalam pelukannya. Dewa saat ini sangat dekat dengan Dea dan sudah dalam pelukannya. Tapi hatinya begitu perih. Dea selalu menyebut nama Andre dengan penuh cinta dan menangis untuk Andre.


"Andre...kamu...sangat...beruntung."


Desahnya dalam hati.


Sedangkan Ayuni, tidak jauh beda dengan nasib Dea. Dia terus menangis dan memeluk Abangnya.


"Aku pasti sangat merindukan punggung ini setiap hari dan pelukan hangat Abangku. Huhuhu...huhu...."


Sesampai dirumah. Andre sangat kaget melihat adiknya waktu membuka helmnya. Rambut Ayuni sampai basah dan busa helm juga basah Karna banyaknya air mata Ayuni.


Bahkan mata adiknya sudah membengkak dan wajah cantik itu, begitu sendu dan sangat kusut dan kusam.


"Ayu...sangat terpukul dengan kepergian ku. Tapi aku harus tetap pergi. Aku sudah kirim formulir kesana dan sudah di terima."


Andre tidak mau banyak bicara nanti adiknya bertambah sedih. Dia hanya bisa merangkul adiknya masuk.


"Jangan sedih lagi. Nanti Abang ke kamarmu kita tidur siang bersama. Sana cuci muka dan ganti baju. Nanti Abang ke kamarmu"


Ayuni mengangguk dan tersenyum tipis dan ke kamarnya. Tidak lama Andre kesana. Merekapun saling berpelukan di atas pembaringan. Andre selalu mengecup kening Ayuni dan membelainya. Ayuni sudah tertidur tapi Andre tetap terjaga di pandangi adiknya, lekat - lekat dengan penuh cinta, dan mencium dan mengecup setiap inci wajah cantik adiknya berulang - ulang, mengecup bibir adiknya lembut terus berulang.


Dia ingin memuaskan dirinya agar banyak memberi ciuman pada adiknya. Agar nantinya tidak merindukannya lagi. Dia selalu menatap wajah cantik adiknya dan selalu menciumnya. Sedangkan Ayuni tidak mengetahuinya karna, sudah terlelap dalam tidurnya.


Saat ini Andre lah yang menitikkan air mata kepedihan. Tapi segera menghapusnya dan mencium kening adiknya sangat lama dan akhirnya diapun tertidur. lengannya sudah menjadi bantal adiknya. Merekapun tertidur berpelukan.


Papa dan Mama melihat mereka tertidur dan Andre memeluk adiknya sangat erat. Mama terus menangis. Papa pun membawanya ke kamar, jangan sampai Isak tangis istrinya membangunkan kedua anak nya yang sedang tertidur pulas.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2