Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 68


Andre dan Ayuni saling mendorong. Andre berusaha. mengusir adiknya. Ayuni terdorong dan Ayuni secepatnya memutar badannya dan naik duduk diatas perut Abangnya dan menjatuhkan badannya memeluk Abangnya. Ayuni menyandarkan pipinya dan telinganya di dada Abangnya.


"Abang, aku merindukan mendengar detak jantungmu, aku rindu pelukanmu Abang, jangan mengusirku. Aku sangat merindukanmu Abang." Ayuni terus merengek manja.


Andre terdiam, pelukan adiknya, sangat nyaman.


"Ayuni, Abang jauh lebih merindukanmu sayang" Andre mulai mengangkat tangannya dan memeluk adiknya dan mengusap punggungnya.


Lama mereka berpelukan dalam diam. Andre terbuai dengan aroma tubuh Ayuni, yang menyegarkan panca inderanya. Sedangkan Ayuni nyaman dengan pelukan dan mendengar irama jantung Abangnya.


Andre menurunkan tubuh, adiknya membawanya ke dalam pelukannya dan sesekali mengecup keningnya.


Andre dan Ayuni terlelap dalam tidurnya.


***


Keesokan harinya, mereka sudah bertukar posisi. Andre memeluk adiknya dari belakang. tangannya masuk kebawah lengan adiknya.


Andre merasa ada dua bulatan yang sudah digenggamnya, diapun memastikan dan meremasnya berkali kali. Tampa membuka matanya.


Ayuni terbangun dan terusik, menyadari dadanya sudah dalam remasan Abangnya, diapun berteriak. kecil, dengan suara tertahan.


"Abang......!!!"


Memukul punggung tangan Abangnya.


Andre terbangun, dan tersentak tapi tangannya masih melingkar sempurna di dada Ayuni, Andre pun tersadar telah memegang area depan dada Ayuni. dan segera melepasnya.


Ayuni terbangun dan duduk menatap Abangnya dengan memegang dadanya.


"Abang sudah melecehkanku....," Menatap marah.

__ADS_1


Menatap Abangnya frustasi.


Andre pun bangun dan terduduk, mereka saling berhadapan.


Dia pun sangat shock, tapi sengaja membentak Ayuni, untuk menutupi shocknya.


"Siapa suruh kamu tidak pakai penutupnya, Anak bayi saja menyukainya, apalagi aku pria dewasa yang normal hah!!." Bentak Andre, walau di hatinya sangat bersalah.


"Abang Buaya," Kata Ayuni merengek.


"Iya Aku Buaya, dan kamu suka memancing buaya." Dengan mata melotot.


Ayuni memeluk Abangnya dan menggigit kuat pundaknya.


Andre hanya dapat, meringis dan berteriak pelan, saat ini pundaknya sangat sakit dan perih.


"ehmmhhh" menggigit bibirnya menahan sakit dan mencengkram kasurnya.


Ayuni melepasnya gigitannya, memperhatikan pundak Abangnya yang sudah ada bekas gigitan yang cukup dalam. Ayuni sangat puas.


Andre menarik tengkuk kepala Ayuni dan membenamkan bibirnya dengan kuat, dan tangannya yang satunya memeluk kuat bahu Ayuni. Andre mencium adiknya dengan sangat rakus.


"Mmmppphhh...." Ayuni memberontak. Andre melepaskan sejenak untuk melonggarkan nafasnya, dan mencium adiknya kembali, menghisap kuat bibir Ayuni dan melepaskan bibirnya dengan masih menariknya.


"Sekarang aku puas, sana pergi mandi dan aku antar ke sekolah." Kata Andre dengan sangat puas.


Ayuni melototkan matanya, dan mau memukul Abangnya.


Andre menangkap kedua tangannya, mengikat kedua tangan Ayuni ke belakang dengan kedua tangannya, dan merapatkan tubuhnya ke tubuh Ayuni, dan membenamkan bibirnya kembali ke bibir Ayuni kembali, menekannya dengan kuat. dan melepaskannya, mengecupnya satu kali dengan sangat lembut.


"Apa kamu masih mau melawan, atau sekalian aku mandikan dan kita mandi bersama." Kata Andre dengan wajah mesum dan menggoda.


Ayuni menatap Abangnya frustasi, saat ini dia ketakutan dan bergegas turun dari kasur Abangnya.

__ADS_1


Andre berteriak. "Cepat mandi dan berpakaian, bocah nakal"


Ayuni hanya berbalik dan menghentakkan kakinya kesal dan mengusap bibirnya yang basah akibat ulah Abangnya.


Andre terkekeh, "Semoga kamu tidak berani lagi datang ke kamar aku, Karna tubuhmu saat ini sudah menjadi magnet untukku, Ayuni" Kata Andre dalam hati, diapun beranjak ke kamar mandi, segera mandi dan berpakaian. Untuk mengantar adiknya ke sekolah seperti biasanya.


Ayuni masih kesal tidak mau memeluk Abangnya di motornya. Tapi Andre sengaja mengerem motor Sportnya jadi Ayuni terdorong ke depan, menempel erat kembali dan berusaha mundur kembali, menjauh dari punggung Abangnya dan Andre pun selalu mengerem motornya mendadak dan membuat Ayuni terhempas lagi kedepan, menghantam keras punggung Abangnya. Dan aktivitas ini selalu berulang.


Sungguh pemandangan yang menggelikan bagi yang melihatnya.


Andre hanya bisa terkekeh, jika adiknya terhempas lagi memeluknya.


Sesampai di sekolah Ayuni, Andre segera menarik tangan adiknya, membuka helmnya dan memegang kedua jemari adiknya dengan lembut.


"Maafkan Abang yah, Ayuni. Kamu sangat cantik dan menggemaskan. Wajarlah Abang sangat terpesona denganmu. Ayo dong tersenyum, nanti pulang sekolah kita pergi jalan - jalan ke Mall. Apapun yang kamu mau beli. Abang belikan." Kata Andre merayu, dan Ayuni sangat suka di puji dan di rayu. dan benar saja, Ayuni tersenyum lebar dan mengangguk.


"Dasar bocah polos, gampang sekali di rayu" Kata Andre riang dalam hatinya.


Andre menyodorkan pipinya.


"Isi bahan bakar dulu dong, Motor Abang butuh tenaga nih,!! Mulai merayu adiknya yang manja. sengaja merengek manja.


Ayuni menjadi gemas dan tersenyum manis, dan memberikan kecupan manis di pipi Abangnya.


"Cuup" Mengecup pipi Abangnya mesra.


Andre tersenyum dan mencubit pipi adiknya gemes.


"Nanti malam kita tidur bersama yah, tapi jangan lupa pakai penutup dadamu yang kecil itu." Menggoda adiknya.


Ayuni berubah kesal, dan menghentakkan kakinya.


"Dasar buaya mesum" Sungutnya.

__ADS_1


Andre terkekeh, dan melajukan motornya, meninggalkan adiknya yang sudah kesal kembali dengannya.


Bersambung


__ADS_2