Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Terrukar


__ADS_3

Part 67


Ayuni sangat gelisah badannya terus di bolak balik kayak sate yang di panggang. Saat ini dia memikirkan Abangnya.


"Kenapa yah, Abang sepertinya sengaja menghindari ku, Apa Abang marah kepadaku?'


"Aku tahu, aku suka berbicara kasar kepadanya, atau karna dia memberikanku kebebasan untuk belajar menghadapi semester, tapi khan sudah seminggu aktivitas belajarku di kelas baru. Sudah hampir 1 bulan Abang tidak menjadikan aku pelampiasan jomblonya, atau Abang sudah punya pacar,?" menarik nafas dalam.


"Tapi tidak pernah keluar malam kok, biasanya keluar jika ada pacarnya."Pikiran Ayuni terus berkelana.


"Aku baru sadar, saking sibuknya aku, tidak memperhatikan Abangku. Menjemput ku tiap hari, sikapnya juga lebih aktif aku. Aku harus bertemu dengannya." Membalik badannya.


Ayuni turun dari pembaringannya, dan berjalan keluar kamar menuju kamar Abangnya.


Ayuni terus berjalan, dan pikirannya terus melanglang buana. Sebenarnya Ayuni, sering ke kamar Abangnya, jika malam hari, Ayuni sangat merindukan pelukan Abangnya, mendengar detak jantungnya dan merasakan kehangatan Kungkungan Abangnya, membuatnya terasa hangat, sudah menjadi candu untuknya.


Tapi pintu kamar Abangnya selalu dia kunci jika malam hari.


"Mungkin tidak mau aku tidur dengannya. Bahkan membangunkan aku saja, cuma mengguncang tubuhku, dan tidak mencium dan memelukku lagi. Aku sangat merindukanmu Abang". Desah Ayuni.


"Jika pintunya terkunci, akan aku dobrak, Abang Andre tidak bisa terus menghindari aku, aku harus minta maaf jika aku ada salah."


Ayuni mulai membuka pintu kamar Abangnya dan tidak terkunci.


Ayuni masuk, Abangnya tersentak.


Andre sementara berbaring di kasurnya sedang menatap langit kamarnya, entah apa yang dia pikirkan.


"Kenapa bocah ini, kemari, dan baju apa yang dipakainya, sangat tipis.".Pikiran Andre semakin kalut.

__ADS_1


Ayuni memakai gaun tidur berwarna polos, dan berkain licin, diatas lutut, sangat tipis, berwarna Putih.


Adiknya semakin dekat, Dan Andre terkesiap. Ayuni tidak memakai dalaman atas, kedua titik di dadanya sangat transparan menyembul dan bawahannya juga sangat kentara, berwarna pink.


Apa anak ini mau merangsang ku. Andre berkeringat dingin, badannya terasa meriam panas dingin.


"Apa anak ini tidak mengerti, aku menjaga jarak dengannya, Karna aku ingin menjauhinya, untuk mengontrol hatiku, yang semakin hari tidak bisa ku kendalikan. Pikiran Andre sangat kalut.


Ayuni berdiri di samping Abangnya yang berbaring.


"Abang aku sangat merindukanmu, apa kamu marah denganku? Kenapa Ayuni merasa Abang menghindari aku. Apa aku ada salah Abang? Maafkan Ayuni." Memberondong Abangnya dengan banyak pertanyaan.


Andre terdiam, dia tidak bisa menatap adiknya, bukan karna marah. Pakaian adiknya membuatnya panas dingin, sekujur tubuhnya serasa bergetar hebat. Diapun mencoba menatap wajah adiknya dengan kesal.


"Kenapa berpakaian seperti itu hah!!


kamu datang minta maaf atau mau merangsang ku Hah..!! Andre membentak adiknya.


Ayuni tersenyum menggoda, dia sangat senang ternyata Abangnya tidak marah, hanya marah melihat pakaiannya.


Padahal Ayuni, saking buru - buru nya ke kamar Abangnya, dia lupa memakai pembungkus dadanya. Entahlah biasanya dia tidak pernah membukanya. tapi karna habis mandi. jadi lupa memasangnya.


"Aku lupa memasangnya Abang, tapi sudahlah terlanjur Abang melihatnya, Bodo amat" Kata Ayuni dengan santainya.


Andre melongo, dan mulutnya terbuka, menganga.


"Sesimpel itukah jawabannya." Andre menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Irama jantungnya sangat melaju dengan cepatnya. Dan keningnya sudah berkeringat dingin, badannya terasa panas dingin.


"Tidak usah lebay Abang, bukankah Abang sudah biasa melihat dua gundukan pacar Abang, bahkan mungkin sudah sering menyentuhnya" Kata Ayuni polos, membela diri.

__ADS_1


Andre tersentak mendengar jawaban adiknya, saat ini gairahnya, sungguh sangat bergelora. Badannya saat ini bukan saja, panas dingin tapi sudah Demam panas.


"Ayu...Cepat ke kamarmu, Abang tidak marah, cepatlah ke kamarmu...." Andre harus mengusir adiknya, dia sungguh terbakar birahinya sendiri saat ini.


Ayuni yang polos mana mau mengikuti Abangnya. Ayuni langsung berbaring di samping Abangnya, dan memeluknya pinggang Abangnya kuat dan menyimpan Pahanya di bawah perut Abangnya, yang terasa ada yang keras dan menonjol di bawah sana.


Ayuni tidak ambil pusing, dia sudah pernah menyentuhnya jadi sudah mengetahui bentuk dan ukurannya. Diapun tersenyum nakal. dan terkekeh dalam hati.


"Dasar, Abang Andre play boy, sama adik saja terangsang apalagi pacarnya, biarlah aku mengerjainya, aku senang melihat pipinya merona seperti tomat, sangat menggemaskan!!" Hati Ayuni berkicau lagi di dalam hati.


Hati Andre semakin kalang kabut, Dua titik itu benar - benar telah menempel, menggelitik di tubuhnya. Aroma sabun mandi yang sangat harum sudah menggelitik panca inderanya, gelora di dadanya, semakin memuncak.


Dia berbalik mendorong adiknya dan mencoba menakutinya.


"Ayuni cepat pergi, Abang benar - benar terangsang olehmu," Kata Andre mencoba menakuti Ayuni.


Tidak apa jika Abang ingin menciumku kayak lalu dan memanaskan barang Abang seperti lalu. Tersenyum polos tampa rasa malu, di binar matanya.


"Hahhh...!!!


Mata Andre melotot, melihat adiknya.


"Ayuni, kamu sungguh bocah mesum." Jangan memancing seorang Buaya.


Dengan giginya yang sudah diadu atas dan bawah, saking kesalnya dengan adiknya.


Bersambung.


Dukung Author dengan Vote, like and comment

__ADS_1


Love You All


__ADS_2