Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 88


Jangan Lupa Vote, like dan comment di setiap part-nya yah, dukungan My Readers sangat Author butuhkan.


Berikanlah hadiah untukku. sebuah bunga atau secangkir kopi.


Rating cerita ini, masih sangat rendah. Dukungan Readers sangat Author butuhkan untuk penyemangat Author, melanjutkan Part berikutnya. Jangan lupa share ke teman dan sahabat yah.


Lanjut Part 88


Park She Hyo, berjalan menuju mobilnya dan segera masuk ke dalam mobilnya. Untunglah tadi malam dia sempat menelpon sahabatnya Mi Young, jika ibunya bertanya tentang dirinya, bahwa dia ada dirumah sahabatnya. bermalam. Karna itu alasannya pada ibunya.


Sahabatnya sangat penasaran, tapi Park She Hyo cepat menutup teleponnya.


Sahabatnya, anak orang kaya, tapi tidak setajir orang tua Park She Hyo. Wajahnya juga sangat cantik. Tapi tidak secantik Park She Hyo.


Diapun melajukan mobilnya kerumah sahabatnya, beberapa saat kemudian mobilnya sudah masuk di perumahan elit dan parkir didepan pintu gerbang besar. Rumah mewah 3 lantai .sahabatnya.


Setelah menelpon, pintu gerbang terbuka otomatis dan mobil Park She Hyo masuk ke pekarangan rumah sahabatnya.


Diapun memarkirkan mobilnya dan segera turun. Sahabatnya sudah berlari menyambutnya dan menariknya masuk kerumahnya dan langsung ke kamarnya yang sangat luas dan duduk di sofa di dalam kamar itu.


Sahabatnya berlari kecil mengunci pintu kamarnya. Dia sangat penasaran dengan lelaki pacar Park She Hyo, baru kenal langsung bermalam dirumahnya.


"Aku tidak menyangka kamu wanita Ja*ang, kamu wanita penggoda."


Tersenyum geli.


Park She Hyo, tersenyum nakal.


"Aku benar - benar wanita Ja*ang, aku sedang mabuk."


kata Park She Hyo, tersenyum geli.


"Kamu minum...


"Terus mabuk....


dan lelaki itu menidur*mu."


Dengan wajah ketakutan.


"Tidak kawan...


Aku hanya mabuk ketampanan dia, dia sangat tampan."


Tersenyum bahagia


Dan berteriak.


"Aaaah....sakit!!,


Mengusap keningnya, yang baru disentil jemari oleh sahabatnya.


"Sungguh kamu wanita penggoda, aku sangat malu menjadi sahabatmu."

__ADS_1


Tersenyum kecut.


Park She Hyo terpingkal.


"Apa kamu sudah melakukannya......? dengan wajah ketakutan.


Park She Hyo, mengangguk.


Mi young sangat histeris dan berteriak.


"WHAT???????"


Park She Hyo, menutup gendang telinganya yang mau pecah. Teriakan temannya sangat keras. Untunglah, kamarnya kedap suara.


Dia pun, menghempaskan punggungnya ke sofa dan meremas rambutnya.


"Park She Hyo, Kamu benar - benar membuatku gila. Kamu belum mengenalnya, semudah itu....,


kamu memberikannya....


"Hahhh..!!"


Berteriak kesal.


"Dia sangat tampan, Mi Young....,"


Dengan wajah merajuk.


"Aishhhhh....., Makan itu tampan, mendelik kesal.


Park She Hyo, terkekeh.


Menatap sahabatnya serius.


Park She Hyo, menggeleng.


"WHAT????,"


Berteriak sekali lagi, Park She Hyo, menutup kembali telinganya.


"Bagaimana ini, aku benar - benar kali ini tidak bisa membantumu kawan, tamatlah riwayatmu."


Dengan wajah frustasi.


Park She Hyo, terdiam. Sahabatnya benar.


"Bagaimana jika aku hamil"


Desahnya, lirih.


Mata Mi Young, membeliak sempurna.


"Apa, dia mengeluarkannya di dalam"


Dengan wajah yang sangat berharap Park She Hyo mengatakan tidak.

__ADS_1


Namun.


Park She Hyo mengangguk.


Mi Young , menghempas punggungnya kembali dan meremas rambutnya.


"Aku bakalan segera gila, Ayahmu pasti sangat malu....


Kamu hamil....., diluar nikah.


Semua tabloid akan memberitakanmu....


oooohh sahabatku.....,


Ayahmu tidak akan membiarkanmu, mempermalukannya.


Mereka pun sama - sama menghempas punggung di sofa dan meremas rambut Masing - masing.


*****


Di tempat Lain, ditempat kerja Cho Jae Hyun, dia sibuk mencatat barang dan sahabatnya datang berbincang.


Mereka sibuk mencocok kan barang, sesekali mereka saling merangkul bahu, membuat jengah dan iri, wanita yang ingin sekali menjadi pacar mereka.


Tiba - tiba Mata sahabatnya, melihat sesuatu di leher Cho Jae Hyun.


Matanya membeliak sempurna.


"Ada apa dengan lehermu......., "


Menarik kerah leher baju kemeja temannya dan menyingkapnya, dan menghitung.


"Satu, dua, tiga....


Aishhh, siapa wanita yang telah melakukannya.


Banyak sekali bekas gigitan wanita, Apa kamu memberikan perjaka mu....? dengan nada kesal.


"Memberikannya pada wanita malam penggoda.?"


Bertanya dengan ketakutan, berharap anggapannya salah.


"Aishhhh...!!"


Meremas rambutnya,


"Apa kamu tidak takut kena penyakit...Hahh!!!"


Berteriak kesal.


"Apa sabun dirumah mu sudah habis, tidak bisa memuaskan mu"


Dengan nada pelan dan sangat kesal.


Cho Jae Hyun Terkekeh.

__ADS_1


Sedangkan sahabatnya menatapnya prustasi.


Bersambung


__ADS_2