Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 129


Park She Hyo, memeluk anaknya erat, seolah tidak mau melepasnya lagi. Semua kasih sayang yang tak pernah anaknya dapat kan dari dirinya, sejak kecil sampai tumbuh sehat dan dewasa seperti ini, bahkan sangat mirip suaminya. Dia curahkan hari ini.


Membuatnya tak ingin melepaskan pelukannya. Bahkan Jeoung Hyuk dan Mi Young sudah melepaskan pelukannya. Park She Hyo masih memeluk anaknya dengan sangat erat.


Setelah sekian lama mereka berpelukan akhirnya Jeoung Hyuk dan Mi Young merangkul kedua Ibu dan anak itu. membawanya keluar dari gudang dan terus berjalan ke luar menuju ruangan Direktur Park She Hyo.


Park She Hyo, selalu merangkul pinggang anaknya, memeluknya dan menyimpan kepalanya, di dada anaknya sambil terus berjalan.


Tak peduli lagi dengan tatapan karyawannya, yang mereka lalui menjadi kebingungan dan penasaran.


Sesampai di ruangan pun, dan duduk di sofa. Park She Hyo, tidak mau melepaskan pelukannya.


Bahkan Jeoung Hyuk memesan makanan pun, dan pengantar makanan pun sudah datang. Park She Hyo masih memeluk anaknya.


Seperti biasanya, Jeoung Hyuk yang kocak mulai melawak.


"Park She Hyo...bukannya kami Iri denganmu..bukannya kami...mau menganggu kemesraan kalian. Tapi berhubung kami lapar...jadi..kami...mau...makan dulu...Perut kami dari tadi..terguncang Karna menangis jadi saat ini....Aku...benar - benar...sangat lapaaar..."


Istrinya pun nyolot seperti biasa.


"Dari dulu...di pikiranmu..hanya..makan dan makan...sepertinya...kamu lebih mencintai makananmu daripada aku..aku merasa aku bukan istrimu tapi Babumu...."


"Sayaaang....jika aku lapar..terus mati kelaparan...apa kamu..tidak malu sayang..uangmu khan banyak..sayang..."


"Bosaaan...selalu itu...alasanmu..."


Suami istri itupun mulai bertengkar, tapi senyum Jeoung Hyuk selalu merekah di bibirnya.


Dia sangat senang melihat istrinya mengomel karna dirinya.


Dia melihat istrinya bertambah cantik jika sedang marah.


"Aaaahh...sayaaang...kamu...cantikk sekali kalau marah...aku jadi mau di suap...sama kamu sayaaang."


Memeluk istrinya manja.


"Benar Khan...kamu selalu menganggap ku, babumu"


Mi Young mengomel tetapi tetap mengambil makanan dan menyuapi suaminya.


Andre tersenyum dan Park She Hyo. Mengelus kedua wajah anaknya, yang sangat mirip suaminya. Tak ada yang terbuang. semua milik Cho Jae Hyun di wajahnya sangat mirip dengan putranya.


"Tidak usah pedulikan mereka sayang ...selalu saja masalah makan yang membuat mereka bertengkar.


Bahkan di rumah ibu pun, selalu masalah makan mereka ributkan."


Andre terpingkal dan Park She Hyo pun terpingkal.


"Hahaha..haha.."

__ADS_1


Jeoung Hyuk tersenyum bahagia, dan mulai meledek.


"Lihatlah mereka...sayaaang..


selalu..saja ...iri....melihat ..kita."


Mi Young terpingkal.Dia merasa geli mendengar kata - kata suaminya.


Akhirnya, pecahlah tawa mereka bersama - sama, seakan melupakan kesedihan mereka yang baru saja terjadi.


"Hahaha..haha..."


Mereka terus tertawa, dan Park She Hyo memeluk anaknya sambil tertawa.


Andre pun tertawa geli. Baru bertemu dengan Paman yang suka humoris itu, dia langsung sangat menyukainya. Seperti sudah lama dia mengenalnya dengan baik.


Setelah puas tertawa. Park She Hyo bangun dan berdiri dan mengambil salah satu makanan yang di pesan Jeoung Hyuk.


Diapun kembali ke sisi Andre, dan membuka kotak makanannya.


"Sayangku ..tolong ibumu ini nak...dan jangan menolak ibu, biarkan ibu menebus semua kasih sayang yang tak pernah kamu rasakan dari ibu...


Biarkan ..Ibu.....ibu ... menyuapi kamu sayang...kamu..masih.....anak..kecil...Huhuhu..kesayangan ibu...Huhuhu..huhu..."


Mulai menangis kembali.


Andre melihat dan merasakan betapa menderita nya wanita ini. Kehilangan dirinya. Dan bahagianya wanita ini, bertemu dengannya. Walau Mama Andarani menyayanginya dan kasih sayangnya sangat besar kepadanya. Dia tetap mengasihani dan menyayangi wanita yang sudah melahirkannya ini. Dan melihat cinta yang sangat besar untuk dirinya.


Andre mengusap air mata ibunya. Walau masih merasa canggung. Diapun menganggukkan kepala. Dan mencoba melawak dan menghibur ibunya.


"Lihatlah...ibu...Paman..itu..sudah sangat Tua...masih ..di suap...istrinya...Apalagi..aku yang masih sangat muda dan tentunya jauh lebih tampan darinya...."


Andre terpingkal, begitupun Park She Hyo. Kesedihannya langsung menghilang sekejab. Ternyata Anaknya sama lucunya dengan Suaminya Cho Jae Hyun.


Mi Young pun terpingkal. .Hanya Jeoung Hyuk yang Pura - pura berwajah datar, padahal hatinya sangatlah geli, ingin tertawa. Tapi menahannya.


"Eehhh...Anak muda...dulu...sewaktu muda. Aku jauh lebih tampan, daripada Ayahmu...Sampai saat ini pun aku jauh lebih tampan darimu.."


"Hahaha...haha.."


Tawa Mi Young memecah keheningan. Di di ikuti Park She Hyo dan Andre..


Bahkan Jeoung Hyuk Pun Tertawa, tetapi masih sombong berbicara


"Benar..Khan..sayang..aku sangat tampan..tidak apalah kamu berbohong sedikit untuk menutupi Malu ku..


Lihatlah Anak Cho Jae Hyun sedang meremehkan ku dan meragukan ketampanan ku sayaang....."


Bukannya membela suaminya. suara tawa Mi Young semakin bertambah keras.


"Hahaha...haha...haha..."

__ADS_1


"Sudahlah...paman...mengalah sedikitlah untukku...Semua orang pun tahu..aku jauh lebih tampan darimu..."


"Hahaha..haha..."


Mendengar kesombongan anaknya, Park She Hyo pun tertawa keras.


Mi Young dan Park She Hyo terpingkal sampai air matanya keluar.


"Hahaha...hahaha ..haha..."


Jeoung Hyuk pun tertawa bahagia dengan Andre.


Jeoung Hyuk pun berdiri dan melangkah ke depan Andre. Dan menarik tangannya dan membawanya ke pelukannya.


Jeoung Hyuk memeluk erat Andre. Dan melepas pelukannya..Dan memegang kedua pipinya. Menatapnya lekat - lekat dan mulai meneteskan air mata.


"Nak..kamu..sangat mirip sahabatku..Cho Jae Hyun..aku..sangat merindukanmu.."


Mencium keningnya. dan memeluknya kembali.


Andre membalas memeluk Paman yang terasa begitu hangat pelukannya. Seperti pelukan seorang Ayah dan sahabat.


Mi Young berjalan mendekati Park She Hyo dan merekapun saling berpelukan, dengan wajah tersenyum sangat bahagia.


"Mi..Young...aku sangat bahagia...sekali...Permata hidupku, kesayanganku..cintaku...sudah berada di dekatku...aku...tidak ingin berpisah lagi dengannya walaupun sedetik pun ."


"Iyaa..She...Aku pun sangat bahagia...sekali..."


Suara Andre yang mulai kesal. Membuat kedua wanita itu terpingkal kembali.


"Paman...sudah...memelukmu...Paman... Aku bukan kekasihmu.."


Jeoung Hyuk, Tertawa terbahak. Dia mengingat Cho Jae Hyun.


Dulu mereka dianggap sepasang kekasih, dengan Cho Jae Hyun, sewaktu mereka kerja bersama. Karna sering berpelukan.


"Hahaha....haha....Kamu tahu...nak...Haha...haha...Aku dan Ayahmu dulu...Haha....haha...di anggap sepasang kekasih.


Karna seringnya kami berpelukan.


Aku bahkan sangat rewel kepada Ayahmu...melebihi rewelnya seorang kekasih..hahaha...


Tapi sahabatku..itu..terlalu mencintaiku...bahkan melebihi ibumu...Haha..haha..."


Park She Hyo pun nyolot. dan berkata dengan kesalnya.


"Jangan percaya dia nak...dia sangat Halu.."


Mi Young tertawa, dan akhirnya semua terpingkal kembali.


Saat ini Jeoung Hyuk telah kembali di masa yang lalu, sewaktu masih bersama Cho Jae Hyun, yang selalu menyayanginya dan sangat peduli padanya begitupun dirinya sangat menyayangi sahabatnya dan sangat otoriter pada sahabatnya yang selalu sabar menghadapi dirinya yang sangat rewel dan cerewet.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2