
Part 34
Dean kaget mendengar kata - kata Adelia, nasibnya sama buruknya dengan nasib gadis cantik di depannya.
"Baguslah kalau seperti itu, sayangku." kata Dean.
"Cepatlah pesan makanan, pacarku. Perutku sudah kelaparan." kata Adelia manja. Adelia sudah menyesuaikan diri sebagai pacar Dean.
Dean sangat senang mendengar kata manja Adelia, rasa sayangnya begitu penuh di hatinya.
"Iya sayangku, aku segera memesan makanan, sabar sayangku," mengelus pipi Adelia dengan lembut. Dan segera berdiri memanggil pelayan.
" Kesini cepat....
Pacarku sudah kelaparan. Nanti saya diputuskan gara - gara kalian lelet!! setengah mati aku berjuang untuk mendapatkannya. Cepatlah kemari." Dean berteriak lantang, membuat pengunjung cafe, menyatukan pandangan melihat pasangan yang sangat serasi itu, ada yang tersenyum dan ada pula yang menatap iri.
Adelia tersenyum, dan tertawa geli, Adelia tidak bisa menahan senyumnya. Pria tampan itu, sangat lucu dan menggemaskan, rasanya ingin mencubit pipinya, hatinya sangat senang.
Adelia memanggil Dean.
Dean dekatkan wajahmu." kata Adelia manja.
Dean dengan tersenyum mendekatkan wajahnya yang tampan dan tersenyum nakal.
"Adelia, apakah kamu ingin mencium ku disini."
Tidak berselang lama Dean berteriak. Adelia mencubit pipinya dengan sangat gemas.
"Kamu sangat menggemaskan sayang!" kata Adelia manja.
"Aaaaaaaahh...... Sakit sayang, kamu membuatku seperti anak kecil, jadi malu, sayang."
Menatap ke sekitarnya, betul saja saat ini pengunjung cafe menertawakannya.
Tidak berselang lama seorang pelayan setengah berlari, datang menghampiri mereka berdua. Dean segera memesan makanan.
Dean menatap mesra ke Adelia, dan mengelus pipinya. dan Adelia sangat jinak dan tersenyum manis. Dean belum pernah merasakan kebahagiaan seperti ini.
Pesanan mereka pun datang, mereka segera menyantapnya dengan lahap. Sesekali Dean menyuapi Adelia dan wanita cantik itu tidak jijik satu sendok dengannya.
Dean bertambah berbahagia, hatinya terasa melayang di udara. Dia seperti anak ABG yang baru jatuh cinta. Senyum ceria mereka selalu terhias di wajah mereka.
Adelia juga merasa sangat senang, saat ini dia ingin merasakan namanya berpacaran. Selama ini Papanya sangat otoriter padanya.
Papa sudah merampas kebahagiaanku. Semoga pria ini bisa bertahan untuknya dan tidak lari tunggang langgang jika Pengawal papanya menghajarnya.
Setidaknya saat ini, dia merasakan namanya dimanjakan oleh pacar.
Selesai makan, Adelia tidak sungkan lagi memeluk lengan Dean sambil berjalan.
Tiba - tiba Anak ABG yang di bohongi Dean, berpapasan dengannya. Mereka menahan langkah Dean.
"Tunggu,! dasar cowok matre, doyannya sama Tante - tante". Kata gadis yang pertama mengajak kenalan Dean dengan ketus.
Dean menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
pikirannya berkecamuk berperang dalam dirinya.Kalau begini jadinya, senjata makan tuan ini namanya, Pacarku sudah jinak mau di buat galak lagi. gerutu Dean dalam hati.
"Iya kakak yang cantik, jangan mau sama cowok Matre ini." katak anak ABG yang lainnya.
Adelia mengernyitkan keningnya. Apakah pria ini benar pecinta Tante - tante?. bergumam dalam hati.
Dean cepat menarik Adelia berlalu, dan langsung menabrak gadis ABG di depannya.
"Sana pulang cepat, masih kecil sudah gila urusan." Menarik Adelia menjauh.
__ADS_1
Gadis - gadis remaja itupun menjulurkan lidahnya ke Dean.
Dean hanya geleng kepala. Tiba - tiba pinggangnya sakit dan perih. Ternyata Adelia sudah mencubit pinggangnya.
"Aduuuuuh........
sakiiiiiit........
Dean berteriak kesakitan.
" Rasakan ini, belum kita satu hari berpacaran, kamu sudah bermain api denganku, jangan coba - coba mempermainkan aku. Kamu pikir aku juga tidak bisa membalas mu."
Dean merasa kesakitan, tapi hatinya mengapa senang sekali, melihat wanita cantik di depannya ini cemburu padanya.
" Tidak sayang, saya janji saya tidak akan bermain dengan wanita lain." kata Dean merajuk.
"Oooooo jadi selama ini dugaan aku benar, kamu playboy. bahkan pecinta Tante - tante." kata Adelia kesal.
'"Tidaaaaak.... sayaaang, jika Playboy itu masa lalu, kamu khan sekarang, masa depanku. Jika pecinta Tante - tante itu tidak benar sayang" kata Dean serius.
"Tadi itu, kejadiannya, anak ABG itu, yang duluan menggodaku sayang, jadi aku bohongi, kalau aku pecinta Tante - tante, bukan anak kecil seperti mereka." Kata Dean dengan wajah yang sangat serius dan ada mimik ketakutan diwajahnya.
Sebenarnya Adelia mau tertawa, melihat wajah Dean. Caranya menjelaskan. sangat lucu, dan menggemaskan. Pria tampan itu, semakin tampan terlihat di matanya. Apakah aku sudah menyukainya? tanya Adelia dalam hati.
"Aaaaaaaahh.... Sudahlah, itu cuma alasanmu saja" Kata Adelia, meninggalkan pria tampan itu.
Tingkah Dean semakin lucu, berapa kali menggenggam tangan Adelia, tapi selalu di tepis Adelia, dan Dean tampak seperti anak lelaki yang merengek pada mamanya di belikan mainan. Kayaknya benar kata Gilang, Dean sudah ketemu Pawangnya.
Para pengawal yang di suruh menjaga mereka atas suruhan Gilang, hanya bisa geleng - geleng kepala. dan sesekali memfoto Dean waktu di cubit pipinya dan merengek mau memegang tangan Adelia dan mengelus perut Adelia serta menciumnya.
Mereka pun mengirimkan foto - foto itu ke Gilang dan disana Gilang sudah tertawa keras, melihat kekonyolan temannya.
" Kayaknya benar kataku, Dean sudah bertemu Pawangnya, rasakan kamu, sekarang kamu yang akan di stir wanita" kata Gilang tersenyum puas, melihat satu persatu foto yang di kirimkan anak buahnya.
"Ternyata kamu termasuk calon suami, yang takut istri. Gilang tertawa terkekeh He...he...he....!" Dia sangat geli melihat tingkah sahabatnya.
Bujukannya berhasil, Adelia menelpon supir di rumahnya untuk datang mengambil mobilnya,
sedangkan Adelia membiarkan mobilnya tidak terkunci dan menyuruh keamanan swalayan menjaga mobilnya. Sampai ada supirnya yang datang mengambilnya dengan memperlihatkan foto supirnya.
Di dalam mobil, wajah Dean selalu tersenyum dan sesekali memegang tangan Adelia dan meremasnya lembut.
Mereka ke pinggir pantai, Dean keluar dengan Adelia dari mobilnya, berjalan ke depan mobil. Dean duduk diatas kap depan mobilnya dan membawa Adelia duduk disela pahanya dan memeluknya dari belakang.
Adelia membiarkan pria tampan itu memeluknya mesra dan mencium lehernya dan pundaknya.
Melihat Sore sudah beranjak Malam dan keadaan yang sepi tidak ada orang. Dean membalikkan badan Adelia menghadap dirinya.
Dean mulai mengusap wajah cantik itu, dengan jemarinya. setiap inci wajah itu dia susuri dengan usapan jemarinya. mulai rambut, kening, hidung. pipi, bibir, dan dagu.
Tatapannya penuh cinta, menatap gadis cantik di hadapannya. Gadis ini benar - benar sangat cantik. dan telah membuatnya jatuh cinta.
Debaran di jantungnya seperti irama lagu cinta, hatinya sudah terisi sepenuhnya dengan nama Adelia.
Adelia.........
sayaaang.......
" Kamu cantik sekali sayang. Hatinya mulai bernyanyi memanggil Adelia di dalam hatinya..
Adelia merasakan hal yang sama, benih - benih cinta mulai tumbuh dalam hatinya, melihat wajah tampan Dean dengan jarak sedekat itu, membuatnya terpesona dengan ketampanan Dean.
Adelia membiarkan Dean menyentuhnya. Wajah mereka sudah semakin dekat, hidung mancung mereka sudah menempel di wajah masing -masing dan bibir merekapun sudah bersentuhan.
Dean melihat tidak ada penolakan dari wanita itu, yang membuat jantungnya berdebar kencang. Rasa cinta dan sayang sudah berkumpul satu di dalam hatinya.
__ADS_1
Pikiran untuk wanita lain sudah tidak ada lagi dalam benaknya. Hanya tersisa rasa untuk memiliki Adelia seumur hidupnya, sudah terkunci dalam otaknya.
Dean mengakui bahwa saat ini dia sudah jatuh cinta pada wanita cantik ini. Merasakan bibir wanita cantik itu, di bibirnya membuatnya sangat bergairah.
Dean melihat Adelia pasrah atas apa yang dilakukannya dan mata itu mengharapkan ciuman darinya.
Dean mulai mencium lembut bibir Adelia, awalnya sesekali mengecup lembut dan akhirnya berulang. Kedua bibir mereka saling mengecup dan Adelia sangat menikmatinya
ciuman ini adalah ciuman pertamanya, hatinya bergetar hebat, dia mulai membalas kecupan kecil di bibirnya yang datang berkali kali, dan permainan bibir mereka sudah semakin memanas,
Dean sangat senang bibir Adelia sudah merespon dan mulai membalas setiap kecupan lembutnya, dan bibir manis Adelia sudah menjadi candu untuknya.
Seumur hidupnya baru dia merasakan berciuman menimbulkan sensasi yang begitu nikmat dan indah dalam hidupnya. dan debaran jantungnya semakin berirama lembut di hatinya, membawa sensasi nikmatnya sendiri.
Permainan bibir Dean semakin memanas, nafas mereka sudah saling memburu, bibir Dean pun sudah beberapa kali mengunci bibir Adelia, mulai menghisap, menggigit kecil, dan Adelia sangat menikmatinya,
Bibirnya dibiarkan terbuka dan sesekali menyambut bibir Dean dan menggigitnya lembut.
mendapat respon baik dari bibir Adelia, Dean semakin liar. menghisap dengan kuat.
Daging kecil yang mentah milik Adelia, tampa jeda lagi terus menciumnya dan menghisapnya.Bahkan daging tak bertulang nya, sudah masuk dan meliuk disetiap inci di dalam rongga mulut Adelia,
menguasai setiap inci, dalam rongga mulut Adelia
Adelia yang seumur hidupnya belum pernah berciuman. Belajar mengimbangi dan menyambut tarian lidah Dean yang menuntunnya untuk saling berpacu dan saling membelit.
Sesekali mereka melepaskan untuk melonggarkan nafas, kemudian saling berperang lagi dan menimbulkan bunyi cecap yang semakin memanas.
Dean sangat menikmati berciuman dengan Adelia, rasa mencium yang tak pernah dirasakannya dengan gadis - gadis yang menghiasi malamnya sebelum bertemu Adelia, membuatnya sangat bahagia.
Rasa cinta yang besar sudah tumbuh dalam hatinya, untuk Adelia.
Ciuman mereka semakin memanas saling memberi dan menerima. Adelia merasakan bibirnya terasa bengkak dan panas. Tangan Dean mulai nakal menari di setiap lekuk tubuh Adelia dan tangannya yang satu sudah berputar di area dada Adelia, meraba dan menekan dan Adelia merasakan sesuatu dibadan Dean sudah menegang. Diapun melepaskan ciumannya.
"Sudah......sayang." Mencubit pipi Dean dengan gemas.
"Aaaaaaaahh........sayang, sesuatu di badanmu sudah memanas, dan menegang, aku tidak mau kita melakukan itu. Kita belum sah suami istri." kata Adelia manja, memeluk kekasihnya.
Dean membalas pelukan kekasihnya dan mencium keningnya lembut.
"Ayo masuk di mobil sayang, aku tidak akan melakukannya. percayalah padaku, bujuk Dean.
Mereka pun masuk kedalam mobil, Dean menyetel kursi Adelia rapat dan rata ke belakang, mencium Adelia tidak membuatnya bosan malah membuatnya ketagihan. Dean melap bibir Adelia yang sudah basah karna ulahnya.
Separuh badan, Dean mulai menindih Adelia, Dean melanjutkan ciuman panasnya, dia terus menciumi setiap inci wajah Adelia dan mulai mengunci bibir Adelia kembali, yang sudah menjadi candu untuknya.
Menghisapnya, menggigitnya kuat, dan mulai menyusupkan lidahnya, mulai menari di dalam mulut kekasihnya, disambut lidah Adelia dan saling membelit.
Tangan Dean mulai nakal, meraba semua apa yang ada dibadan Adelia, dan permainan semakin memanas, sesekali mereka melepaskan ciuman untuk melonggarkan nafas, dan melanjutkan kembali ciuman bibir mereka yang semakin liar saling menjelajah.
Bibir mereka saling beradu, saling memakan dan saling menghisap dan barang pribadi Dean pun sudah menegang sempurna, membuat paha Adelia perih berapa kali Dean menekannya disana dan berakhir dengan keluhan panjang Dean.
Sesuatu yang ada di badannya telah tertumpahkan. Dean mencium bibir Adelia dengan mesra dan lembut serta mengangkat badannya dari badan Adelia, bau alami khas yang keluar dalam tubuh Dean sudah tercium Adelia.
"Kamu nakal, aku akan memutuskan kamu, jika coba bermain wanita lain di belakangku. Aku tidak suka pacar yang tidak setia." menatap tajam Dean.
"Saat ini Adelia, biar hari ini aku di suruh menikahi kamu, pasti aku lakukan, aku sudah jatuh cinta padamu, aku tidak bisa lagi jauh darimu." Kata Dean dengan mesra.
"Semua yang ada pada dirimu sayang, sudah menjadi candu untukku." kata Dean membelai lembut pipi kekasihnya.
"Gombal, kita lihat saja nanti." Di dalam hatinya Adelia sangat senang mendengar pengakuan pria tampan ini. Apakah benar dia mencintaiku? sepertinya aku juga sudah mencintaimu Dean, desahnya dalam hati, semoga kamu tidak menduakan ku lagi.
Tbc
Dukung Author dengan Vote, like
__ADS_1
dengan koment