
Part 146.
Mama menatap intens, dan bertanya.
"Kesombongan apa yang Dewa katakan nak, sehingga kamu bisa tertawa sayang."
"Dewa memaksaku memuji dirinya, sangat tampan Mama"
"Sayaaang...Dewa memang sangat tampan kok sayang...!!!"
Giliran Papa yang marah dan kesal.
"Sayang!!!!!
Papa tidak suka kamu memuji pria tampan selain aku sayang...Perlu kamu tahu Dewa.. sewaktu muda, aku jauh lebih tampan darimu, bahkan sampai saat ini, aku jauh lebih tampan darimu."
Dea memeluk erat Papanya.
"Benar sekali Pa....Anda sangaaat tampan..,"
"Tapi sayang...Dewa juga sangat tampan kok!!!"
Kata Mama masih memuji Dewa.
"Sayaang!!!!
Ayo masuk kamar sekarang."
Mama memutar kedua bola matanya malas.
"Memangnya aku tidak tahu, jika masuk kamar....Pasti minta jatah...sudah tua masih saja mesum.."
Kata Mama Adelia kesal dalam hati.
Dea terpingkal.
"Hahaha..haha...Papaku sangat tampan, jika sedang cemburu."
Kata Dea masih memuji Papanya.
Dewa terkekeh kecil.
Mama tertawa dan Papa tersenyum sumringah.
"Memang tak salah kamu menjadi anakku sayang...kamu tahu mana yang di namakan tampan."
Merangkul leher anaknya dan terus mencium pipinya gemas.
Mama melihat dengan Jengah dan Dewa pun tersenyum sumringah.
*****
Di sebuah kota lain yang berbeda Negara. Tampak Ayuni dan Andre sedang makan bersama, mereka saling menyuapi. Senyum mereka selalu terhias di wajah mereka.
Pintu terketuk dari luar, kejutan bagi mereka berdua. Semua keluarga mereka datang berkunjung.
Mereka tersenyum bahagia dan datang bergabung dengan anak mereka.
__ADS_1
"Waaah....kalian sedang makan sayang."
Mama Andarani mencium Pipi Ayuni dan pindah mencium Pipi Andre. Begitupun dengan Park She Hyo. Mencium Andre dan Ayuni. Begitu pula Papa Ayuni dan Kakek Ayuni. Jeoung Hyuk dan Mi Young pun juga gemas mencium pipi mereka.
Saat ini mereka mendapatkan banyak kecupan sayang.
Mama Andarani, Park She Hyo juga Mi Young. ke dapur dan mulai membuka kulkas. Mereka mulai sibuk di dapur. Dan Dua pelayan masuk membawa beberapa kantongan. Sepertinya mereka mau masak, dan makan bersama.
Andre bergabung dengan Papa, Paman dan Kakeknya. Sedangkan Ayuni bergabung dengan Mamanya.
Mereka sibuk dengan kesibukan masing - masing dan tersedialah beberapa macam hidangan makanan, di meja makan. Satu jam berlalu dan dua jam berlalu. Mereka sudah kumpul makan. Karna kursi makan cm 4 bh. sebagian membawa makanan ke sofa.
Ayuni menatap keluarganya dan ikut terharu. Melihat pengorbanannya untuk menerima cinta Abangnya, membuat semua orang bahagia.
"Abang Andre mulai saat ini, aku akan belajar mencintaimu dan melupakan Dewa. Semoga Dea tidak membenciku. Aku sangat sayang padanya."
Menarik nafas berat.
Ayuni ikut bergabung dan wajah cantiknya selalu tersenyum dan tertawa. Siang beranjak sore dan sore beranjak malam.
Mama Andarani memanggil kedua anaknya. Mereka sudah berkumpul di ruang tengah.
"Sayang...Kami sepakat kalian secepatnya menikah."
Andre tersentak. Ayuni hanya terdiam.
"Mama apa tidak secepat itu, Ayuni khan mau kuliah."
"Sayang...tidak apa Ayuni menjadi mahasiswi dan juga menjadi istri. Pokoknya keputusan kami sudah tidak bisa di bantah."
Kata Andre kebingungan. Takut Ayuni marah, Jika Andre di suruh menikah cepat, tidak masalah bahkan sangat senang. Tapi Ayuni juga punya hak menolak. Andre menatap adiknya yang hanya terdiam, membuat hati Andre sangat khawatir.
"Ayuni....bagaimana...Mama dan semua keluarga sudah ingin gendong cucu nih. Pokoknya Minggu ini kalian menikah"
"What!!!! Mama.....!!!"'
Kata Andre berteriak kesal.
Ayuni pun kesal, tapi bukan pada Mamanya tapi pada Andre yang seolah tidak ingin menikahinya.
"Kenapa Abang berteriak seperti itu...Apa Abang tidak mau menikahi ku secepatnya.?"
Andre tersentak. Wajah garang langsung berubah menjadi seekor kucing yang sangat manis.
Langsung mendekati adiknya dan merangkulnya mesra.
"Sayang...bukan begitu...aku cuma takut kamu marah, aku sudah tak sabar menikahi mu dan membuat mereka semua kerepotan mengurus anak kita. Apalagi kamu khan bilang jika menikah denganku, akan memberiku banyak anak, agar aku kewalahan memberi kalian makan."
"Hahaha...haha....haha...Semua terpingkal dan tertawa keras. Kedua anak mereka sangat Bucin, lucu dan menggemaskan."
Andre dan Ayuni pun tersadar dan menjadi bahan tertawaan keluarga mereka. Mereka berdua tersipu malu, Ayuni memeluk Andre menyembunyikan wajahnya di dada Andre dan berkata pelan.
"Aaaaah...Abaaang...Mengapa kamu katakan itu di depan mereka,? malu Khan Abaang"
Andre pun terpingkal dan memeluk adiknya erat.
Jeoung Hyuk yang jenakapun. Berkata :
__ADS_1
"Aku pikir gerakan kita mengurus perkawinan mereka lebih cepat daripada mereka. Wahhh...ternyata perencanaan mereka lebih jauh melewati kita. She....saatnya kamu dan Rani membagi cucu kalian dan akupun sangat senang jika mendapat jatah juga untuk merawatnya."
Semua terpingkal. Suara mereka sangat riuh tertawa.
Ayuni melepas pelukan Abangnya dan berkata lantang, sangat kesal.
"Enak saja kalian...Memangnya anakku, anak kucing mau di bagi - bagi..."
Suara tawa semakin riuh. Kata - kata Ayuni sangat menggelikan.
Andre pun tertawa dan merangkul pinggang adiknya dan mencium pipinya gemas.
Mama Rani, She dan Mi young sampai mengeluarkan air mata tertawa.
Beberapa saat kemudian, tawa mereka sudah reda. Mama Rani pun berkata ;
"Besok lusa kalian nikah secara agama kita, dan di hadiri keluarga kita saja dan seminggu kemudian pestanya, karna kami punya banyak relasi dan kerabat dan teman lainnya."
Andre menatap adiknya, dengan shock, sedangkan Ayuni hanya tersenyum. Hati Andre menjadi bahagia melihat wajah adiknya yang tampaknya menerima. Diapun tersenyum sumringah dan menarik Ayuni ke dalam pelukannya.
"Kamu akan menjadi milikku seutuhnya sayang."
"Dasar mesum."
Mencubit pinggang Andre yang langsung meringis kesakitan.
Semua menoleh memperhatikan mereka dan kembali fokus dengan pembicaraan mereka kembali.
Waktu terus merambat naik, malam semakin larut.
"Sayang...Mama mau bawa Ayuni yah. Saatnya dia, di pingit sekarang. Kami mau memberi perawatan kulit dan lainnya. 2 hari ini kami akan menjadi pengantin yang sangat cantik untukmu sayang..."
Andre menatap tidak rela, Karna mau di pisahkan adiknya. Saat ini semenit pun dia tak mau terpisahkan oleh Ayuni. Andre menatap sendu menatap keluarganya yang saat ini, intens memandang mereka.
Mama She mengerti, saat ini Andre pasti sangat merindukan Ayuni.
"Sayang...Kamu bawa dulu calon istrimu ke kamar. Tapi jangan melakukan hal itu yah..,
Ayuni belum sah menjadi istrimu, kami memberimu waktu 1 jam bersama. Cepatlah sayang..."
Ayuni tersipu malu, dan tersentak. Tubuhnya melayang dan sudah ada dalam gendongan Abangnya. Ayuni hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada Abangnya saking malunya.
Andre pun berjalan sambil menggendong adiknya ke kamar dan menutup pintu memakai kaki belakangnya, di ikuti pandangan mata keluarga mereka.
Semua keluarga terkekeh dan akhirnya terbahak mendengar kata - kata Jeoung Hyuk yang jenaka.
"Kayaknya jika mereka sudah menikah, kita perlu membeli 1 baskom kecil jika kita berkunjung melihat mereka."
Mi Young menatap suaminya bingung.
"Untuk apa baskom kecil sayang..."
"Untuk kita pakai muntah sayang, apa kalian tidak lihat mereka pasangan yang sangat Bucin. Di mana - mana kita akan selalu menonton Drakor ala Bucin"
Semua terpingkal dan ruangan itu menjadi riuh kembali Karna tawa mereka.
Bersambung
__ADS_1