
Part 151
Malam pun semakin larut. Dea dan Dewa pun meminta pamit untuk kembali ke hotel. Dan besok akan pulang ke Tanah Air dan berjanji akan balik lagi hadir, di pesta perkawinan mereka yang akan di selenggarakan seminggu ke depan.
Dea dan Ayuni pun saling berpelukan, dan tetap cengeng menangis tersedu - sedu. Setelah tangisan mereka sedikit reda, Papa dan Mama Dea minta pamit ke keluarga Ayuni. mereka pun mengantar mereka sampai di teras rumah. Sampai Kedua mobil pribadi yang membawa mereka pergi, dan menghilang dari pandangan mereka. Semua keluarga pun masuk kembali ke dalam rumah dan disusul Andre dan Ayuni kemudian.
Tak berselang lama, kedua sahabat Andrepun menyusul dengan kedua istri merekapun pamit pulang ke hotel. Dan akan pulang besok ke Tanah Air, Karna banyak sekali pekerjaan yang menumpuk yang harus mereka kerjakan. Dan berjanji akan datang seminggu lagi di acara pesta perkawinan mereka yang akan di adakan besar - besaran oleh kedua keluarga besar mereka.
Sedangkan Andre minta ijin pada kedua Mamanya, agar dia dan Ayuni ingin bermalam di rumah sederhana Papa kandungnya. Dan berbulan madu di sana saja, sambil menunggu pesta perkawinannya seminggu lagi ke depan yang akan diadakan secara besar - besaran. Andre meminta tolong jangan ada yang mengunjungi mereka dulu, takutnya Ayuni keceplosan lagi dan mempermalukannya.
Mama Andarani dan Ibunya Park She Hyo, sangat mendukung keinginan Andre. Mereka tidak mau Ayuni mempermalukan lagi mereka juga untuk kedua kalinya, Karna sifat Ayuni masih sangat manja, polos dan sangat kekanak - kanakan.
Mama Andarani segera mengepak pakaian Ayuni di dalam koper besar, dan perlengkapan lainnya.
Begitupun Pakaian Andre, Ibunya Park She Hyo, menyuruh Bibi di rumahnya mengepak pakaian Andre juga, dan menyuruh supir membawanya ke rumah Almarhum Suaminya,. Dan menyuruh Bibi berbelanja semua keperluan dapur dan mengisinya ke dalam kulkas mereka. dan bumbu dapur juga, dan menyuruhnya menyimpan di lemari rak dapur mereka, agar besok pagi jangan ada yang datang menganggu mereka. Karna Andre tak perlu tukang masak Karna dia sangat pintar dan hobby memasak.
Satu Jam berlalu, dua jam berlalu. Andre pun minta pamit dengan keluarga untuk memboyong istrinya ke rumah sederhana Papanya, dengan dia sewaktu masih kecil.
Bibi pun sudah dari tadi menelpon jika pakaian Andre dan bahan makanan dan bumbu dapur serta biskuit, Snack roti bahkan susu dan madu pesanan Park She Hyo, sudah semua Bibi antarkan. dan simpan rapi di kulkas dan rak lemari dapur.
Andre pun membawa istrinya kesana, setelah berpamitan dengan semua keluarganya.
kedua pengantin baru itu, di lepas oleh keluarga mereka dengan pelukan dan ciuman.
Ayuni yang manja dan cengeng, pun menangis sesegukan. Saat ini dia sudah menjadi seorang istri, jadi harus patuh pada Suaminya. Setelah banyak mendapat pelukan dan ciuman dari Papa dan Mamanya.
__ADS_1
Juga pelukan dan ciuman dari keluarganya yang lain. Mereka pun naik ke mobil yang di stir Andre.
Andre mulai menyalakan mesin mobilnya. Menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangan kepada semua anggota keluarganya yang berdiri di samping mobil mereka. Begitupun Ayuni yang masih terus menangis.
Andre menutup kaca mobil dan mulai melajukan mobilnya, meninggalkan rumah Kakek terus melaju membelah jalan Kota yang selalu ramai seperti biasanya.
Andre sesekali memegang jemari Ayuni dan mengecupnya.
Mobil terus bergerak maju dan terus maju menyusuri jalan yang terkadang lurus terkadang membelok dan akhirnya mereka sudah masuk ke lorong jalan rumah sederhana Andre.
Andre pun memarkir mobilnya di pinggir jalan seperti biasanya, dan membawanya masuk agak ke dalam di halaman, yang sudah Ibunya beli untuk memarkir mobil mereka, jika datang berkunjung.
Andre pun turun dari mobil, dan berjalan membukakan pintu mobil Ayuni.
Ayuni sudah masuk ke kamarnya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi dan membersihkan riasan wajahnya serta menyegarkan tubuhnya.
Andre pun mulai membuka lemari dan merapikan baju Ayuni yang di dalam kopor, Dia pun tersenyum manis, melihat baju - baju tidur Ayuni yang begitu tipis dan pendek. Mamanya dan Ibunya sepertinya sengaja membelikan Ayuni pakaian yang seksi, agar dirinya secepatnya memberikan mereka cucu.
Padahal tampa itupun, Andre sangat menginginkan memiliki anak secepatnya.
Pakaian di dalam kopor pun Andre pindahkan ke dalam lemari. Begitu pula dengan pakaiannya yang di antarkan Bibi pelayan atas perintah ibunya. Kedua kopor besar, yang sudah kosong itupun, Andre simpan di atas lemari.
Ayuni pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk. Rambutnya yang basah dan tergerai menambah kecantikan parasnya.
Andre langsung memeluk adiknya dan mencium bahunya yang polos.
__ADS_1
Ayuni melepaskan pelukannya dan menyuruh Abangnya mandi dulu.
Andre pun masuk ke dalam kamar mandi, menuruti kemauan adiknya.
Ayuni pun mencari pakaian di dalam lemari. Melihat baju tidur yang begitu pendek dan kebanyakan warna putih, berbahan tipis sekali dan transparan. Ayuni pun bingung. Dia terus memilih dan memilih tapi semua sama.
Tak berselang lama Andre pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Rambutnya pun basah.
Mendatangi istrinya dengan tersenyum geli, melihat istrinya bingung memilih baju.
Diapun langsung menggendong istrinya, dan membaringkannya ke kasur dan langsung menindihnya.
Mengapa harus malu denganku sayang...Mama dan Ibuku sudah menyiapkan baju seksi untukmu sayang...tapi aku lebih mesum daripada itu.
Andre mengangkat tubuhnya sedikit dan membuka handuk Ayuni, dan melepaskan handuknya juga. Ayuni berteriak tapi bibirnya telah di sumbat dengan rakus oleh Andre. Bibir dan Lidahnya terus bergerilya menyusuri bibir lembut Ayuni. Menghisap, dan menyapu bersih dengan lidahnya dan terus menyusup menari dan masuk ke dalam rongga mulut Ayuni.
Ayuni tersengal dan mendorong dada Anbangnya. Andre melepaskan ciumannya dan mulai melabuhkan bibir dan lidahnya, menyusuri leher Ayuni yang jengjang.
Ayuni merasa sangat risih, Tubuhnya saat ini telah polos seperti anak bayi. dan perkakas pribadi Abangnya sangat terasa di pangkal pahanya. yang semakin kokoh dan tegak bergerak naik turun dan menekannya. Ayuni sangat malu. Tapi tak kuasa menolaknya.
Terjangan badai nikmat telah melanda tubuhnya. Kedua bukit indahnya telah di kuasai Abangnya. terjangan hisapan yang lembut dan tarian lidah Andre membuatnya mabuk kepayang. Tangan Andre pun sangat nakal bermain di salah satu bukit indahnya.
Ayuni akhirnya mengeluarkan suara yang mendayu - dayu, begitu menambah semangat Andre yang semakin agresif di tubuhnya.
bersambung
__ADS_1