Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 52


Tampak para pria sedang berlari dan berkerumun.


Dimas jadi kepo dan penasaran, segera berdiri dan berlari kecil di kerumunan.


Andre tetap Diam dan duduk manis di bangku panjang.


Tidak berselang lama Dimas datang berlari kecil ke arah Andre, Wajahnya begitu riang dan bahagia


"Andre......, Ada kabar bahagia"


"Andre......!!


senaaaaangnya......!!


Hore...........Hip..hip....hore....!!"


,Dimas berteriak sangat gembira.


Andre kebingungan, melihat sahabatnya yang sangat narsis dan lebay.


"Apaan sih.....!!


Gayamu itu sangat norak, memangnya ada apa sih.?" Tanya Andre kesal.


"Kamu tahu tidak...Irene iraila , Pemain sinetron yang sekarang naik daun itu. Yang Blasteran Indonesia dan Amerika itu, ada di luar sekarang." Kata Dimas dengan sangat antusias.


Tiba - tiba Mahasiswa sudah berbaris rapi, memberi jalan, tampak 5 orang pria berotot sedang membuka jalan untuk seseorang.


Tampaklah seorang gadis cantik, berkacamata. memakai gaun berwarna pink dengan aksesoris sulaman dari desainer khusus, sepatu dan tas yang bermerk, menandakan gadis ini, bukan orang biasa, dia pun melepaskan kacamatanya.


Andre mengernyitkan keningnya, "Sepertinya wajahnya familiar?"


Gadis cantik itu, berlalu di depan Andre, Sekilas memandang wajah tampan Andre dengan tersenyum manis.


"Tampan sekali pria ini, dia akan membuat aku betah kuliah disini." Ucap gadis cantik itu dalam hati. dan berlalu.


Tetapi Andre tidak mau memperhatikan lebih lama, diapun menoleh ke Dimas.


Andre kaget melihat temannya.


Matanya melotot, mulut menganga dan memegang kedua pipinya, dengan kedua tangannya. Sangat shock.


Andre memukul pelan dagu bawah sahabatnya, naik ke atas, dan menepuk bahunya dengan keras.

__ADS_1


"Waduh...sakiit...!!"


Teriak Dimas, kesakitan.


"Wajah kamu itu membuat aku ketakutan, seperti wajah yang Sakaratul maut." Kata Andre mengejek temannya.


Dengan mata yang masih melotot, Dimas masih sempat mengetuk kursinya, dengan punggung ke dua jarinya.


"Amit - amit, jangan sampai Yaa Allah SWT. Aku mau mati dengan bahagia.' Kata Dimas, dengan mata masih melotot.


Andre membasuh wajah temannya, dengan telapak tangannya, sampai ke bawah dagunya.


"Pergilah ke Alam kubur dengan bahagia" Kata Andre menggoda sahabatnya.


"Trima Kasih Teman" Kemudian Dimas menyadari sesuatu.


"Oooh tidaaaaak, Ampun... Ya Allah, jangan dengarkan temanku..!!!


Duduk bersimpuh di lantai dan bersujud.


Andre tertawa terpingkal - pingkal.


"Hikk hikk hiikk....!!!


Mengetahui situasi sudah tidak aman. Andre pun segera berlari. Kedua sahabat itupun saling kejar - kejaran.


Setelah sekian lama kejar - kejaran, tetapi Dimas tidak bisa juga menangkap Andre, akhirnya Dimas kecapaian.


Dimas berhenti, dan melambai - lambaikan tangannya, memanggil Andre, dan duduk mengatur nafas.


"Sudah berlari nya Andre, aku tidak kuat lagi." Kata Dimas menyerah.


Andre hanya bisa tertawa, dan Andre teringat adiknya.


"Dimas, aku pulang dulu, jemput adikku." Berteriak melambaikan tangan ke Dimas.


Dimas hanya bisa melambaikan tangannya, dengan lemah.


"Kalau saja adik kamu yang sangat cantik itu, kamu ijinkan menjadi pacar aku, Andre.


Aku akan pensiun jadi play boy, aku akan menjadi pacar dan pelayan bagi adik kamu, apapun yang dia suruh kan kepadaku akan aku turuti,


Asalkan jangan meminta aku. Memetik bintang di langit. Menimba air di laut sampai habis. dan meminta aku memangku matahari di pangkuan aku.........!!


Dimas pun terkekeh.

__ADS_1


"He...he..he.." Menertawakan dirinya sendiri,


"Sepertinya aku tidak akan lama menempati salah satu ruangan, rumah sakit jiwa." Gumam Dimas dalam hati dan tertawa keras.


Dimas pun tertawa terpingkal - pingkal.


"Ha...ha...ha ..ha...!!" Menertawakan dirinya sendiri


"Kasian yah, cowok ganteng itu, kayaknya sudah mau gila" Kata beberapa mahasiswi yang berjalan melewati Dimas.


*************************


Andre pun segera ke parkiran mau mengambil motornya, untuk menjemput adiknya.


Andre tersentak, Anna sudah ada berdiri disamping motornya.


"Andre........, Memanggilnya dengan nada sendu.


Maafkan aku Andre..........,


Aku masih sangat mencintai kamu," mulai menangis.


"Hu..hu...hu..." menangis tersedu - sedu.


"Sudah lah Anna, aku sudah tidak memiliki perasaan apa - apa sama kamu, aku sudah memaafkan kamu kok, kita masih berteman." Kata Andre dan mulai mengambil helmnya.


Anna memeluknya dari belakang, dan masih menangis.


"Aku sangat mencintai kamu Andre, tolonglah berilah aku kesempatan satu kali lagi." Terus membujuk Andre.


Andre melepaskan tangan Anna yang erat memeluknya, secara paksa.


Dengan nada agak tinggi, membentak Anna.


bersambung


Dukung Author dengan Vote, like dengan comment yah.


Dukungan Readers sangat Author butuhkan,


agar Author semangat melanjutkan Bab selanjutnya.


Tolong share dan dukungannya Yah.


Love You All.

__ADS_1


__ADS_2