
Part 74
Ayuni menatap Dewa dengan sedih. Ayuni masih ingin bersamanya.
Andre melihat tatapan sedih adiknya.
"Baiklah Ayuni, sampai ketemu di sekolah yah, Abang Andre, saya permisi dulu. Kata Dewa pamit. Berlalu meninggalkan Andre dan Ayuni.
Ayuni tersenyum tipis dan ada rasa enggan Dewa pergi. Ayuni melamun, memandang punggung Dewa yang berjalan menjauh keluar cafe
"Ayuni, kenapa kamu memandang Dewa, seperti itu, Apa kamu menyukainya? Tanya Andre penuh selidik, cemburu dan khawatir.
Ayuni keceplosan.
"Iya Abang, tapi dia tidak menyukaiku." Jawab Ayuni dan kemudian tersentak dan menutup mulutnya.
Andre tersentak. Kata - kata Ayuni seperti Bom yang meledak di dadanya yang memporak - porandakan hatinya. Hatinya sangat perih. Hanya matanya yang memandang Ayuni dengan tatapan amarah yang terpendam, Andre berbicara dengan ketus.
"Mulai sekarang jaga jarak dengannya, tidak akan kubiarkan kamu pacaran dengan dia."
Andre terbakar cemburu.
"Abang jangan marah, Dewa juga tidak menyukaiku Abang. Sangat sakit cinta di tolak begini. Ini sudah karmaku, karna Abang banyak menyakiti hati seorang wanita."
Mata Ayuni berkaca - kaca.
Hati Andre sangat perih, mendengar kata - kata Ayuni. Saat ini pikirannya buntu.
Andre berdiri dan melangkah untuk membayar bon makanannya.
Ayuni sangat menyesal telah menyakiti hati Abangnya. Ayuni segera menyusul Abangnya dan menunggunya di pintu luar. Setelah Abangnya keluar, Ayuni merangkul lengannya dan merengek minta maaf.
"Abang maafkan Ayuni.... ini murni hanya nasib malangku saja....Ayuni tidak bermaksud bicara seperti itu."
Ayuni bertambah risau, Abangnya benar - benar marah dalam diam. hanya wajahnya saat ini, sungguh sangat kecewa.
Andre masuk ke dalam mobil, Ayuni menyusul. dan terus merengek.
"Abang, aku tidak akan pacaran. Ayuni janji. Lagipula Dewa sangat mencintai Dea, seperti Dea sangat mencintai mu Abang."
Ayuni menangis, air matanya sudah tumpah saat ini.
Andre melirik Adiknya.
__ADS_1
"Mengapa nasibku, se-Malang dirimu Ayuni, Mencintai seseorang yang tidak mencintai kita, memang sangat sakit."
Desahnya dalam hati.
Andre meremas tangan Adiknya, dan menepuknya pelan, memberinya kekuatan.
Andre membawa mobilnya ke daerah pantai yang agak sepi, dan memarkirkan mobilnya.
Ayuni terus menangis.
Andre meraih wajah adiknya, dan mengusap air matanya dan mengecup keningnya.
"Sudahlah, jangan menangisi orang bodoh itu, kamu terlalu cantik untuknya. Masih ada Abang kok. Pacar cadangan mu yang jauh lebih tampan, keren dan sangat mantap, melebihi Dewa."
Mengangkat alisnya.
"Apalagi Dewa itu, menurut Abang, kayaknya ada katarak di matanya, yang perlu di operasi secepatnya. Adikku amatlah sangat cantik sekali." Mengusap dagunya.
"Sungguh bodohnya si tolol itu....
Benar - benar Tolol...."
Mendengar Abangnya sangat memujinya, Ayuni menjadi geli sendiri. Diapun tersenyum geli dan akhirnya terkekeh. "Hehe.."
"Kenapa tertawa, memang dia tolol kok, alias goblok, dan gendeng"
Pecahlah tawa Ayuni.
"Ha...haa...haaa ..ha,
Abang sangat menggelikan" Kata Ayuni, tertawa riang.
"Memang aku lucu, ganteng lagi." Kata Andre mengedipkan matanya.
"Sekarang aku mau tembak kamu yah, seperti mantan pacar - pacar Abang. Supaya Ayuni Wardana sekarang memiliki seorang pacar yang sangat tampan, dan setia.
Ayuni mencibir dan memanyungkan bibirnya dan tertawa senang, kesedihannya lenyap seketika. Diapun mengangguk senang.
Andre keluar dari mobilnya, dan mencari bunga. Tapi yang di dapatnya hanya rumput ilalang. Diapun mencabutnya dan berlari kecil ke adiknya yang sudah berdiri di depan mobilnya, tertawa geli melihat tingkah Abangnya yang lucu dan konyol.
Andre memberi rumput ilalang itu, ke Ayuni. Dan mulai mengutarakan isi hatinya yang sesungguhnya, bahwa dia sangat mencintai adiknya dengan segenap jiwa dan raganya, walau Ayuni berpikir itu hanyalah rayuan gombal Abangnya, untuk menyenangkan hatinya saja.
" Saat ini, Aku Andre, ingin mengutarakan rasa cintaku kepada Ayuni Wardana, Aku sangat mencintaimu, melebihi hidupku sendiri, aku sangat mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku dan aku akan setia kepadamu, hanya nyawa yang bisa memisahkan ku dari dirimu. Aku sungguh mencintaimu, Ayuni Wardana. dan akan menjadi pacar yang sangat setia untukmu. Jika kamu menerimaku saat ini menjadi pacarmu, ambillah rumput ini, jika tidak kamu buang saja kalau perlu kamu injak saja." Kata Andre dengan sangat serius.
__ADS_1
Saat ini, hati Ayuni sangat geli, ingin tertawa sepuasnya, tapi dia harus menghargai usaha Abangnya yang sedang menghibur hatinya.
"Dasar gombal, playboy, pantas saja semua ceweknya klepek - klepek di tembak sama raja gombal begini" Kata Ayuni Wardana, hatinya tidak bisa berbohong, dia sangat senang di rayu dan di gombal seperti itu, memang hati wanita sangat lemah". Diapun terkekeh dalam hati. Dan mencoba mengimbangi akting Abangnya yang sedang menghibur hatinya yang sedih.
"Baiklah, aku Ayuni Wardana menerima Cintamu Andre dan mau menjadi pacarmu"
Andre sangat tersentuh, rasanya ingin menangis, hatinya sangat terharu. Seandainya ini kenyataan akulah lelaki yang sangat beruntung di muka bumi ini.
Andre memeluk Adiknya, air matanya menetes sangat terharu dan dia segera menghapusnya. dan melepas pelukannya.
"Saat ini, kamu sudah resmi jadi pacarku, jadi jangan coba - coba selingkuh dariku" Kata Andre dengan kocak.
Ayuni tersenyum dan mengangguk riang.
"Saat ini, aku boleh mencium kamu sepuasku, Karna kamu pacarku sekarang."
"Dasar modus," mencubit pinggang Andre.
Andre menatap Ayuni penuh cinta, merapatkan tubuhnya ke tubuh Ayuni. Andre mengecup lama kening adiknya, dan turun mencium hidung Ayuni dan mengangkat dagu adiknya dan melabuhkan ciuman di bibirnya, mengecupnya beberapa kali, di balaz Ayuni. Mereka berciuman sangat romantis. kepala Andre berputar, bibirnya mencari dan mengabsen di setiap inci bibir Ayuni, dia sungguh mencium adiknya dengan lembut sekali. mengungkapkan rasa cinta yang begitu besar.
Mereka berciuman cukup lama dan saling membalas dengan lembut. Mereka sangat menikmati ciuman yang penuh cinta dan kasih sayang itu, membuat Ayuni terbuai dan melupakan bahwa Abangnya lah yang menciumnya.
Ayuni tersadar dan mendorong tubuh Abangnya.
"pulang yuk Abang, nanti ada yang melihat kita."
Andre tersadar dan membelai bibir adiknya, yang sudah basah karna ciuman terakhirnya.
Andre menghisap bibir adiknya, dengan sangat lembut, sangat enggan melepasnya.
"Bibirmu Ayuni, sudah menjadi candu berat untukku." desahnya dalam hati.
Bersambung
Dukung Author dengan vote, like dengan comment.
Author senang sudah ada satu lagi comment masuk. aku panjangkan alur ceritanya, supaya puas membacanya. Thank you my Readers.
Karya Terbaruku. sudah terbit, jangan lupa di cari di beranda pencarian
"Haruskah Masih Memilihmu Sayangku".
Love Love You All
__ADS_1