Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 64


Ayuni masih tertawa sendiri, sedangkan Andre dan Dimas, menutup mulut mereka, tapi masih tampak dari raut wajah mereka, yang terlihat separuhnya, masih terkekeh dalam diam.


"Bibi Inah...!!!


Cepat masuk ke dapur, terlalu lama disini, bisa buat kami semua, kencing di celana." Teriak Papa kesal.


"Mama, dari dulu, saya suruh carikan Bibi Inah dokter gigi. Pasang gigi baru, kenapa sampai sekarang belum di bawa?" Kata Papa, mencari tahu.


"Iya Pa, tapi Bibi Inah, tidak mau pa, katanya sudah terbiasa seperti itu." Kata Mama membela diri.


"Iya.....!!!!!


memang dia sudah terbiasa.......,


Tapi kita disini tidak terbiasa dengan giginya, yang sudah seperti Goa begitu." Kata Papa kesal.


"Khan ini juga obat tuan." Kata Bibi Inah membela diri.


Mereka pun bersamaan berteriak.


"Apa??????"


Teriak mereka lantang.


Ayuni bertanya dengan polosnya, dengan wajah yang masih terbengong.


"Apa gigi ompong bisa dijadikan obat, kalau bisa tahu Bibi Inah, obat apa yah.?? tanya Ayuni.


Papa dan Mama mengernyitkan keningnya.


"Obat Awet Muda Non, Khan jika tertawa kita akan awet muda.

__ADS_1


Jadi boleh Tuan Bibi Inah tertawa lagi." Mengernyitkan keningnya,


Tiba - tiba Papa menendang dan mengucek rambutnya, sangat depresi.


"Tidaaaak Boleeeh!!!,


Bibi Inah cepat masuk."


Kata Papa Ayuni berteriak dengan tatapan frustasi.


Ayuni memeluk Papanya dan mengelus dadanya.


"Sudah pa, nanti Papa cepat tua, kalau selalu marah" Kata Ayuni membujuk.


"Biarkan dia Ayuni, cepat tua, jika kamu di tanya temanmu, itu siapa yah Ayuni,? bilang saja dia itu, Kakekku, dan Mama adalah anaknya dia." Kata Mama dengan tatapan kesal.


Papa hanya bisa melongo dengan mulut menganga. Begitulah istrinya, dia sangat sayang Bibi Inah.


Melihat kedua tuannya sudah berperang dingin Karna dirinya, Bibi Inah segera berbalik dan melangkah ke dapur.


"Kayaknya aku harus segera pulang" Gumamnya dalam hati.


"Paman, Tante, Ayuni, saya mau pamit dulu, ada urusan sedikit." Kata Dimas membungkuk hormat, masih dalam keadaan duduk.


Ayuni berbalik dan menyindir Dimas.


"Huh...!! katanya Urusan, paling urusan cewek!!!"Kata Ayuni ketus.


Dimas sangat bahagia, hatinya berbunga, gadis pujaan hatinya, cemburu padanya, hatinya terasa melayang. Dimas tersenyum sangat lebar, yang membuat Andre, mencibirnya.


"Ciih, Dasar Buaya." Gerutu Andre dalam hati.


"Percayalah Ayuni, hati Abang Dimas hanya untuk Ayuni seorang." Mengedipkan matanya dengan manja.

__ADS_1


"Plakkk!!!"


Tamparan di kepalanya, membuatnya meringis kesakitan.


"Aduuuh Sakiiiit"


Memegang kepalanya, menoleh ke Andre dengan tatapan kesal.


"Rasakan!!! Masih mau....." Andre mendelik tajam.


Dimas berbalik mengelus kepalanya.


"Andre, kok sahabatmu di timpuk sih sayang, Khan sakit" Kata Mama prihatin dengan Dimas.


Dimas menatap sendu ke Mama, senang dibela ibu mertua.


Ayuni terkekeh, "Buaya dengan Buaya saling timpuk, tapi kompak kalau masalah cewek, dasar Playboy. Dimana ada kesempatan, disitulah mereka berada, dan me.....


"mmmp...,


Mulut Ayuni cepat dibekap oleh Papa, sedangkan Mama menatap Ayuni dengan kesal.


Dimas segera berdiri dan membungkuk.


"Permisi Om. Tante, Ayuni, saya mau pulang dulu," segera berbalik dan berjalan.


Andre mengikuti langkah temannya, walau kesal, dia tetap sahabat yang baik untuk Dimas, dari dulu mereka seperti kucing dan tikus, tetapi mereka memiliki sifat yang tidak pendendam karna sebenarnya mereka saling menyayangi, dan sangat kompak dan saling mendukung dalam hal apapun, kecuali masalah tentang Ayuni.


Sesampai di luar, Dimas memeluk sahabatnya seperti biasa, Andre menepuk pundak sahabatnya.


"Andre Aku pulang dulu, tolong jagakan Ayuni untukku."


Andre mendorong sahabatnya dengan kesal.

__ADS_1


Dimas tertawa dan berlari kecil, sebelum tendangan Andre mendarat di bokongnya lagi.


Bersambung


__ADS_2