Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 147


Mereka terus tertawa. Sedangkan di dalam kamar, Andre membaringkan adiknya di pembaringan. Ayuni mencubit pinggang Andre.


Andre meringis dan membuka bajunya. dan langsung menindih adiknya. Dan membungkam bibir Ayuni dengan mencium dan menghisap lembut bibir Ayuni.


Andre melepas ciumannya dan mengusap wajah dan rambut Ayuni.


"Sayaaang aku...akan sangat merindukanmu. Aku sudah terbiasa tidur dengan memelukmu."


Ayuni tersenyum sumringah


"Apakah Abang akan selalu mencintai Ayuni, dan tidak akan bosan dengan Ayuni..."


"Kenapa berkata begitu sayang...malah aku yang takut, kamu akan bosan denganku nantinya."


Mengecup bibir Ayuni kembali.


"Sayang...bisa aku...menikmati ini lagi..."


Meremas dua bukit indah Ayuni, dan menciumnya dari luar, silih berganti. Menggesek wajah tampannya, di kedua bukit


yang lembut dan indah itu.


"Kunci pintunya ..sayang..."


Kata Ayuni manja.


Andre tersenyum lebar dan mengecup bibir adiknya dan melompat turun dari ranjang dan berlari mengunci pintu.


Ayuni pun duduk dan membuka bajunya dan melepas pengait Bra nya.


Hati Andre berdesir lembut dan terpukau.


Melihat Ayuni yang sudah polos bagian atas dan berbaring menunggunya. Dadanya berdetak indah. Perasaan sayang dan cintanya, kini bertambah besar kepada Ayuni.


Kedua tubuh yang sudah polos bagian atasnya, saling memeluk. Andre mulai mencium kening Ayuni, kemudian turun ke hidung dan bibir Ayuni. Andre menciumnya dengan sangat lembut, dia seolah ingin memuaskan dirinya, karna akan berpisah dengan Ayuni beberapa hari, mengecup bibir Ayuni berulang kali dan mulai menghisap bibir adiknya lembut dan mulai menyusupkan lidahnya, menjelajah dan mengabsen di setiap sudut rongga mulut Ayuni.


Andre kembali menghisap bibir adiknya, dan terus turun di dagu adiknya, mulai menyusupkan wajahnya ke leher jenjang Ayuni. Menyusuri setiap inci leher adiknya, semakin turun ke bawah dengan ciuman bibirnya di sertai sapuan lidahnya.


Andre terus mencium turun ke dada atas. Andre memperhatikan dengan tatapan liar, dua buah bukit yang begitu indah, yang sudah menantang dengan kedua pucuk yang berwarna kemerahan, yang sangat menggemaskan di pandangannya.


Andre tampa jeda menikmatinya, menghisapnya silih berganti dan mengusapnya dengan tarian lidahnya. Ayuni hanya bisa meremas rambut abangnya pasrah, dengan mainan baru Andre, di tubuhnya dan sudah menjadi candu baru bagi Andre.


Ayuni hanya bisa mengeluarkan rintihan kecil. Andre semakin semangat bermain di sana, tangannya pun sangat aktif meremas dan menekan lembut.


Ayuni terkadang meringis kesakitan, Karna hisapan Andre begitu kuat saking gemasnya.


Sapuan lidah dan hisapan lembut bibir Andre kembali membuat Ayuni sungguh terbuai, perasaannya terasa melayang ke nirwana. Tapi meringis kembali Karna Andre kembali gemas dan menghisapnya kuat.


Pahanya pun terasa perih, karna Andre terus menggesek perkakas pribadinya di bawah sana.


Andre tersadar Karna rasanya perkakas pribadinya terasa mau meledak, diapun bangun dan berlari ke kamar mandi, melanjutkan dengan bermain solo sendiri, yang pada akhirnya, menumpahkan hasratnya . setelah itu, membersihkannya Si Joni sampai bersih.

__ADS_1


Sementara di luar kamar mandi, Ayuni hanya bisa meringis Karna kedua pucuknya terasa mengilu, dia memasang kembali Bra nya dan bajunya. Menunggu Abangnya keluar dari WC.


"Dasar mesum, pasti dia sedang bermain nakal di dalam sana. Menumpahkan hasratnya, dadaku benar - benar perih di buatnya."


Kata Ayuni kesal.


Tak berselang lama, Andre keluar dan Ayuni sudah duduk di sisi pembaringan dengan berpura - pura tersenyum.


"Pasti Abang sedang bermain nakal, di dalam sana, Abang lain kali jangan menghisap terlalu kuat, ngilu dan perih Abaang...!!!"


Andre mengelus perkakasnya.


"Kamu harus siap - siap sayang...Karna aku akan setiap hari menumpahkannya di dalam. Biar kesayanganku ini, cepat hamil dan memberiku anak yang lucu dan menggemaskan.


Andre menarik Adiknya berdiri, yang masih cemberut dan mengelus kedua dadanya. Andre menciumnya dari luar dengan lembut.


"Iya deeeh...Abang salah..lain kali Abang akan lebih lembut bermain dengannya."


Mengusap lembut kedua bukit indah adiknya dari luar dan mengecupnya, penuh sayang.


"Sayaang...apa aku bisa menjadi istri yang baik untukmu Abang..."


Andre mengecup kening adiknya.


"Tidak...usah bekerja keras untuk itu sayang..tugasmu hanya menerima cintaku yang sangat besar padamu sayang...


Aku sangaaat mencintaimu Ayuni. Trima kasih telah menerimaku sayang...Aku sangat bahagia."


"Iya Abaang aku akan selalu berusaha mencintaimu... dan akan selalu bersamamu...sampai kita menua."


Andre menarik dagu adiknya dan memberinya beberapa kecupan di bibirnya. Ayuni pun membalas setiap kecupan bibir Andre, Ayuni mulai menyukai berciuman dengan Andre.


Ayuni mendorong tubuh Abangnya yang terus menciumnya. Dan merapikan rambutnya, dan berjalan ke pintu, membuka kuncinya dan berjalan keluar kamar Abangnya, di ikuti Andre dari belakang.


Semua tatapan keluarganya, satu arah melihat mereka dengan senyum menggoda.


Jeoung Hyuk pun berkata dengan senyum lebarnya.


"Waaaah....mengapa....wajah Ayuni, masam begitu.? Seharusnya senang."


Tampa sadar, Karna kedua bukit indahnya masih terasa perih dan ngilu, akhirnya Ayuni keceplosan.


"Habisnya, Abang Andre terus menciumku bahkan menyusu...jadi ngilu khan."


Jlebb


Jlebb


Andre tersentak dengan jawaban Ayuni yang spontan dan sangat memalukan itu. Segera berlari memeluk adiknya dari belakang dan menutup mulutnya.


Sedangkan yang lain tercekat dan kelimpungan, dan salah tingkah dan langsung buru - buru berdiri dan saling bertabrakan. Rasanya mereka ingin sekali punya ilmu menghilang agar segera lenyap dari kedua pasangan polos dan Bucin itu. Mereka sangat malu mendengar kata - kata Ayuni, bahkan melihat mereka berdua. saja mereka menjadi sangat malu dan salah tingkah.


Mama Andarani bahkan menutup wajahnya separuh dengan tasnya, dan segera berjalan cepat, menarik tangan Ayuni, dengan langkah yang terburu - buru keluar rumah Tampa menoleh lagi, saking malunya.

__ADS_1


"Bagaimana ini...anak gadisku...mempermalukan ku, di depan keluarga Andre..."


Mama Ayuni menangis dalam hati.


Tak jauh beda dengan Park She Hyo menutup wajahnya juga separuh dengan tas kecilnya segera menarik tangan Andre, menariknya keluar menyusul Ayuni yang sudah di seret Mamanya. Kata - kata Ayuni sungguh sangat memalukan.


Sedangkan Jeoung Hyuk dengan Papa Ayuni dan Kakek serta Mi Young, sedang berbincang serius.


Jeoung Hyuk berbicara serius di sertai gelak tawa lainnya.


"Benar Khan saya bilang....Kita benar - benar butuh baskom untuk muntah...Beginilah jika kita mau menikahkan anak kita yang masih belum dewasa...."


Semua terkekeh dan akhirnya terbahak, mendengar kata - kata Jeoung Hyuk berikutnya yang lebih menggelikan.


"Kita perlu berdoa semoga saja ukuran perkakas Andre tidak mampir ke telinga kita lagi....."


Semua pun terbahak.


"Hahaha...haha....haha..."


Mendengar tawa yang lainnya, Mama Andarani dan Park She Hyo semakin malu dan mengomeli anak mereka yang ada di mobil pribadi mereka masing - masing. Agar Ayuni jangan mengatakan hal pribadi seperti itu.


Sedangkan Park She Hyo pun mengomeli anaknya agar mengajari Ayuni agar jangan mengatakan hal pribadi seperti itu juga,


"Ayuni kita sangat polos....aduuuh...bagaimana ini....?


Untunglah hanya keluarga besar kita yang tahu, jangan sampai terdengar di luar, ini sangat memalukan..Ibu jadi menyesal memberi kalian ijin bersama di kamar tadi.


Aku harus bicara dengan Mama Rani agar dua hari ini. Mengajarkan Ayuni agar jangan mengatakan hal pribadi. Kata Menyusu....Aaaaaah...memalukan sekali."


Park She Hyo, menutup wajahnya dengan tas dan menyuruh Andre menyetir pulang. karna Jeoung Hyuk dan Mi Young memakai mobil pribadi mereka juga. Sedangkan Mobil Park She Hyo, memang di bawa sendiri olehnya waktu datang menemui Andre dan Ayuni.


Andre pun sangat kesal dengan Ayuni.


"Ayuni,...kenapa mengatakan itu....Aaaaah...


anak bocah itu...benar - benar mempermalukanku...."


"Aiiiisshhhh....."


Andre mengucek rambutnya kesal. Sedangkan Park She Hyo hanya bisa memijit kepalanya yang mendadak pening.


Papa masuk di kursi depan dengan kakek, masih dengan senyum lebarnya, habis tertawa keras mendengar kata - kata Jeoung Hyuk yang sangat jenaka dan lucu. sedangkan Mama Andarani terus menasehati


Ayuni yang juga menyesal telah keceplosan.


Dan mulai memarahi Abangnya dalam hatinya.


"Habisnya Abang Andre menyusu terlalu kuat. Kedua ujung dadaku jadi ngilu dan perih, akhirnya aku jadi keceplosan. Tunggu saja sampai di rumah aku akan menelponnya dan memarahinya. Jadi malu khan...Dasar ini juga mulut, sama sekali tidak ada remnya. Mana Paman Jeoung Hyuk dengar lagi, juga Kakek dan Papa..."


Ayuni pun sangat menyesal tapi mau di apakan lagi, Nasi sudah menjadi bubur Apalagi semuanya memilliki telinga dan pendengaran yang bagus.


Mereka pun terdiam dan sibuk dengan pikiran mereka masing - masing.

__ADS_1


Mobil pun terus melaju menembus jalan raya kota yang tetap padat, walau sudah tengah malam. Mereka pun sampai di tujuan masing - masing dan beristirahat di kamar masing - masing. Hanya Ayuni dan Andre masih saling menelpon, menumpahkan keluh kesah mereka.


Bersambung.


__ADS_2