
Part 48
Sesampai di Taman bunga rumah Ayuni di belakang rumah. Kedua sahabat itupun duduk di kursi Taman bunga.
"Ayu, jantungku hampir copot, saking terkejut nya, kamu menyindir terus Abang Andre tadi, kayaknya dia marah Ayu. aku jadi tidak enak sama dia, jadi malu Ayu." Kata Dea dengan nada khawatir.
"Habisnya Abang Andre menyebalkan sekali, sih Dea, susah sekali membuka hatinya untuk kamu." Kata Ayu dengan nada kesal.
"Ayu, aku tahu kamu ingin sekali Aku dan Abang kamu jadian, tapi perasaan menyukai itu sangat susah, contoh Dewa mencintai aku tapi aku tidak bisa menerimanya, mungkin begitulah perasaan Abang Andre untukku. Tolong Ayu jangan begitu yah, biarlah aku menunggu dengan tenang, bukankah ada istilah jika jodoh pasti bertemu." Menatap Ayu dengan serius.
"Iya Dea, kamu benar, cinta itu tidak bisa di paksakan, aku memang egois selama ini, sama Abang Andre." Kata Ayu, membenarkan kata - kata Dea.
"Ayu, semoga saja Dewa mau mengerti dan melupakan cintanya kepadaku Ayu, kayaknya anak itu sangat mencintaiku seperti aku mencintai Abang Andre, seandainya bisa ditukar, pasti aku sangat bahagia, tapi bukankah cinta memang butuh perjuangan juga pengorbanan Ayu." Menatap sahabatnya.
Ayu menjadi sedih, dia mengingat lagi rasa cintanya kepada Dewa, yang hanya sepihak tapi cepat di tepisnya. Dia menarik nafas dalam dan hanya bisa mengangguk dan memeluk sahabatnya.
Dea membalas pelukan sahabatnya, dan menitikkan air mata, namun cepat menghapusnya, begitu juga dengan Ayuni, diapun menitikkan air mata, namun cepat menghapusnya.
Mereka pun melepaskan pelukannya, dan saling menatap.
"Kayaknya kamu nangis yah Ayu," Kata Dea dengan wajah tersenyum.
"Habisnya kamu sih, kata - katamu begitu bijak dan dewasa, aku jadi terharu." Kata Ayu, tersenyum menatap sahabatnya.
"Aaaah Ayu, aku jadi besar kepala nanti, di puji kamu" Memukul pelan sahabatnya sambil terkekeh. "He..he..!!. Merekapun tertawa riang kembali.
"Ooh iya Ayu, aku mau pulang dulu, besok hari Minggu. Supirku jemput kamu yah, Mama dan Papaku merindukan kamu Ayu." Kata Dea tertawa.
"Iya Dea, aku juga sangat merindukan Papa dan Mamamu yang selalu Bucin, buat kita iri saja. Ayu pun tertawa senang begitupun dengan Dea, mereka tertawa heboh kembali.
"Ha...ha...ha ..ha...!!"
Suara tawa mereka terdengar juga di telinga Andre dan Mama. "Dasar bocah, ada - ada saja yang membuat mereka tertawa. Mama pun saling memandang dengan Andre, dan mereka pun tertawa bersama, walau pelan.
Mama meninggalkan Andre, dan merapikan bantal sofa di ruangan itu.
Tidak lama Dea dan Ayu sudah ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Mama.......
Dea sudah mau pulang," Kata Ayu kepada Mamanya.
Mama mendekati Dea dan memeluknya.
"Iya sayang, sering - sering kemari yah." Kata Mama melepas pelukannya.
Andre was - was dalam hati, jangan sampai Ayu menyuruh dia memeluk Dea lagi.
"Tante, besok, supirku jemput Ayuni yah, Papa dan Mamaku juga sudah rindu dengan Ayuni." Kata Dea minta ijin di Mama Ayu.
"Iya sayang, kayaknya Ayu juga sudah sembuh." Kata Mama Ayu, dengan wajah tersenyum.
"Abang Andre, Dea pulang dulu." Dengan wajah tersipu.
Andre berdiri dan mendekati Dea dan tersenyum.
"Ooh iya, makasih sudah datang ke rumah kami. Kata Andre ramah.
Dea tersenyum manis.
Andre mengernyitkan keningnya, " Tumben Ayu jadi pendiam dan tidak sewot" Gumam Andre dalam hati.
Supir pribadi Ayu, yang sementara duduk di teras melihat Nona nya, segera ke mobilnya membukakan pintu mobil majikannya.
"Mama jadi lupa Bang Ardi, untungnya Bibi Inah sudah buatkan kopi dan bawakan kue, Bang Ardi.
Bang Ardi, tersenyum mendengar kata - kata Mama Ayuni, dan membungkuk hormat.
"Trima Kasih kopi dan kuenya nyonya." Kata Bang Ardi dengan hormat.
Supir Dea memiliki badan yang besar dan berotot serta tinggi, Ayahnya memang sangat menjaga putrinya. Bang Ardi sangat jago bela diri dan pintar menembak. Dia sudah lama bekerja di Papa Dea, waktu belum menikah dengan Mama Dea, dia orang kepercayaan Gilang. dan tangan kanannya. Dan sekarang menjadi supir serta pengawal putri tercintanya.
Dea masuk ke mobil mewahnya, dan duduk manis di belakang kursi Bang Ardi, Dea membuka kaca mobilnya dan melambaikan tangan ke Mama Ayu, serta Ayuni dan Andre. Mobilnya pun bergerak maju dan perlahan meninggalkan pekarangan rumah Ayuni.
Di dalam mobilnya, pikiran Dea menerawang. " Apakah aku nantinya bisa di cintai oleh Abang Andre, aku sangat mencintainya bisakah aku melupakannya? jika dia tidak juga mencintaiku" Dea sangat sedih, tapi cepat di tepisnya. Bang Ardi, mata - mata Papanya, dia tidak mau Bang Ardi melaporkannya dan papanya bisa bertindak nekat. Dea mau memperjuangkan cintanya sendiri tampa bantuan Papanya, yang punya kekuatan yang besar dan anak buah yang banyak tersebar di kota ini. Dea pun hanya bisa menarik nafas dalam - dalam.
__ADS_1
Sementara di rumah Ayuni, Dia menatap Abangnya dengan cermat.
Andre agak panik, "Ada apa dengan bocah ini, apakah mau mengamuk lagi" Kata Andre dalam hati. Mencoba melangkah meninggalkan Ayuni.
Mama yang melihatnya, hanya tersenyum dan meninggalkan mereka berdua.
Langkahnya terhenti, mendengar panggilan adiknya, yang sangat lembut dan manja, Andre berbalik dan mengernyitkan keningnya.
"Abang..........,
tunggu Ayuni," Kata Ayuni merangkul lengan Abangnya, menariknya berjalan ke kamar Abangnya.
Andre menjadi panik lagi, dan menahan langkahnya.
"Tunggu dulu.....!!
Apa maksudmu membawa aku ke kamarku, Mau lagi menceramahi aku Ustadzah Ayuni,? sudahlah aku lelah bahas itu," Melepaskan tangan Ayuni.
"Percayalah Abang, aku cuma mau minta maaf,"Kata Ayuni manja. dan merangkul kembali lengan Abangnya.
Andre menyimpan punggung tangannya, di kening Ayuni.
"Apa kamu sedang sakit, atau kehabisan obat kepo." Dengan raut wajah bingung.
"Aaaah...... Abang....!! Cerewet sekali......!!"
menarik paksa Abangnya menaiki tangga, untuk naik ke kamar Andre.
Andre hanya bisa mengikuti langkah Ayuni, dengan banyak pertanyaan di kepalanya, yang belum dapat jawaban pasti.
Bersambung
Dukung Author dengan vote, like
dengan Comment,
Tolong share di kerabat keluarga, teman, dan sahabat agar karya ini memiliki banyak pembaca. Agar Author lebih semangat menambah Bab kelanjutannya.
__ADS_1
Love You All.