
Part 149
Dukung Author dengan Vote, Like dengan Comment Yaah🙏🙏🥰🥰
Hari yang di tunggu Andre dan Semua anggota keluarga telah tiba. Ayuni sedang di dalam sebuah ruangan, menunggu perias nya datang. Ayuni duduk di depan sebuah lemari rias yang ada cermin besarnya.
Tiba - tiba Ayuni meneteskan air mata, Melihat Dea sudah ada di belakangnya.
Ayuni berdiri dan berlari memeluk Dea.
Mereka berpelukan, keduanya menangis pilu dan tersedu - sedu. Rasa bersalah Ayuni sangat besar pada Dea. Dia seolah telah menikung dan merampas kekasih sahabatnya. Seorang Mak Comblang penghianat seperti dia, sama sekali tidak
pantas menerima maaf dari Dea.
"Huhuhu....Dea....Aku tak pantas kamu beri maaf...Huhuhu...aku telah merampas kebahagiaanmu....Huhuhu...huhuhu....."
"Huhuhu...huhu....tidak Ayuni...jangan berkata seperti itu, Andre mencintaimu....bukan aku...
aku akan berusaha melupakannya."
"Katakan saja Dea, jika kamu menyuruhku membatalkan pernikahan ini, aku akan batalkan Dea....Huhuhu...huhu...."
"Huhuhu...huhu...Jangan Ayuni...aku sudah ikhlas....Huhuhu....huhu.....Aku sudah melihat video Andre dari Ibumu....Huhuhu....huhu...."
Aku sadar, Andre pantas untukmu....Huhuhu...
Andre sangat mencintaimu....Ayuni..."
"Huhuhu...huhu....Apa Mama yang mengirim video Andre Dea....?"
"Iya Ayuni, Mamamu telah mencerahkan hatiku...Aku sudah pasti bisa melupakan Andre..."
"Huhuhu,....aku...sangat bersalah kepadamu Dea.... Maafkan aku...Huhuhu...Huhuhu....."
"Ayuni aku juga minta maaf padamu...."
Ayuni tersentak, dia melepas pelukannya dengan air mata yang masih terus mengucur deras dari kedua kelopak matanya, membasahi kedua pipinya.
Begitupun Sebaliknya Dea, kedua sahabat itu, bercucuran air mata.
"Mengapa kamu berkata seperti itu Dea? Akulah yang harus bersujud di kakimu memohon maaf."
Ayuni mau bersimpuh. Di tahan Dea, dengan memegang kedua bahu temannya, dan menggelengkan kepalanya.
"Aku juga bersalah kepadamu Ayuni. Aku tahu, walau kamu sembunyikan, tapi kamu sangat polos sayang...Kamu mencintai Dewa Khan....?"
__ADS_1
Ayuni tersentak menatap Dea, kemudian menunduk dan mengangguk sedih.
"Aku dan bahkan Dewa tahu itu"
Kedua bola mata Ayuni melebar dan terkejut tapi kembali menunduk sedih.
"Iya Dea, tapi Dewa mencintaimu, bukan aku."
"Cinta kita telah tertukar sayang. Aku mencintai Andre, tapi dia menyukaimu. Sedangkan Kamu menyukai Dewa tapi Dewa menyukaiku....Ironis Khan kawan."
Dea tersenyum miris, di sambut Ayuni yang masih mengangguk lemah.
"Iya Dea...kita sungguh sangat malang dan sial."
Dea akhirnya tersenyum geli, dan akhirnya terkekeh.
Ayuni pun tersenyum geli dan terkekeh. Kedua gadis cantik itupun terkekeh tapi menangis kembali dan kembali berpelukan.
"Huhuhu...huhuhu......Kita sungguh gadis yang sangat tidak beruntung...."
Mereka pun menangis dan meratap pilu untuk sesaat, dan saling berpelukan lebih erat.
Dea melepaskan pelukannya. Dan menatap sahabatnya dengan jengah.
Merekapun semakin kencang menangis, dan makin saling memeluk.
"Dea...saat ini...aku begitu...sangat iri sekali kepadamu Dea....Huhuhu...huhuhu....kamu sungguh tega kepadaku Dea...kamu telah menikung ku....Huhuhu...huhuhu....."
Mama Andarani dan Papa Ayuni, akhirnya tersenyum geli, melihat kedua bocah cantik yang sama sekali belum dewasa itu, sungguh menggelikan. Ternyata dari tadi mereka mengintip kedua sahabat itu. Merekapun menguping kembali dengan tertawa geli, tapi menutup mulut mereka.
"Sama....Ayu.....Huhuhu...huhu....Aku sangat iri sekali kepadamu Ayuni...rasanya aku ingin menjambak rambutmu Ayuni...Huhuhu.....Kamu juga sangat tega kepadaku....Ayu...huhuhu...."
Tangisan mereka semakin kencang. Papa dan Mama segera menutup telinga mereka, Karna suara tangisan mereka sangat berisik. Papa dan Mama pun meninggalkan tempat itu. sambil menggelengkan kepala.
"Jika kamu punya anak Ayu...akupun akan memaksa Dewa untuk memberiku anak juga...jika anakmu 1lusin akupun 1 lusin...Aku tidak akan pernah mau kalah darimu Ayuni...kamu sungguh sangat menyebalkan. Ayu...Huhuhu..huhu..."
"Kata - katamu..Dea sangat membuatku kesal...kamu juga sangat menyebalkan Dea..Akupun akan berusaha sekuat tenaga, membuatmu iri kepadaku..."
"Sama Ayu...Aku juga..sangat iri kepadamu..."
Kedua sahabat itu, masih saling berpelukan dan menangis tapi beberapa saat kemudian sudah mulai mereda. Merekapun melepaskan pelukannya dan saling mengusap air mata.
"Janji padaku..Ayuni..jagakan dan cintai Andre....sebanyak mungkin dan sebesar mungkin seperti rasa cintaku kepadanya Ayu..."
"Aku juga Dea...jagakan Dewa dan cintai Dewa sebesar Cintaku kepadanya...Dea.."
__ADS_1
Mereka berdua mengangguk dan mulai tersenyum.
"Ayu...setelah kalian nanti selesai menikah...biarkan aku memeluk Andre untuk terakhir kalinya..yaah.."
Ayuni langsung mengangguk cepat, dan tersenyum senang.
"Dea...tapi boleh juga khan...aku peluk Dewa untuk terakhir kalinya..."
Dea mengangguk dengan senyum lebar yang sudah menghiasi kedua wajah cantik itu. Dan akhirnya terpingkal bersama. Karna celutukan Ayuni.
"Dea...kita sungguh wanita yang sangat mesum..."
"Hahaha...haha...haha...."
"Iya.....kita...memang sangat mesum Ayu....Hahaha....haha..., tidak perlu minta ijin kepada mereka, langsung kita sosor saja peluk...nanti yaah....Karna pasti mereka sungguh sangat pelit..."
"Hahaha...haha...."
Kedua sahabat itu, semakin riuh tertawa, seolah tak pernah bersedih.
Perias pengantin sudah datang, Dea mendampingi sahabatnya di rias.
***
Papa dan Mama sedang berbincang akrab dengan Papa Dan Mama Dea yang juga hadir di perkawinan Andre dan Ayuni. Dewa pun ada di sana bersama mereka. Semua wajah tampak sangat bahagia.
***
Sedangkan di rumah Andre, dia menyambut kedatangan kedua sahabatnya dan kedua istri mereka. Mama Park She Hyo, menyambut mereka dengan pelukan hangat dan senyum manisnya.
Kedua sahabatnya sangat terpukau dengan rumah besar Andre dan Dekorasinya dengan perabot yang sangat mahal. mata merekapun jelalatan kesana kemari melihat sekeliling rumah Andre.
Andre hanya bisa menatap jengah kedua sahabatnya, yang kelihatan sangat norak itu.
Mama mengajak mereka makan. Setelah itu mengajak kedua istri kedua sahabatnya berkeliling rumah. Ketiga wanita cantik itupun tampak sangat akrab, seolah sudah lama mereka mengenal baik.
Kedua sahabat Andre pun tak mau kalah, menarik tuan rumah berkeliling, padahal bukan mereka punya rumah....Andre hanya bisa menatap kedua sahabatnya. jengah dan kesal dan tetap menurut di tarik seperti kambing congek.
"Andre apa ada karung dirumah ini?"
Kata Dika dengan matanya masih jelalatan melihat sekeliling rumah Andre.
Andre menatap kesal sedangkan Anton hanya bisa menggeleng kepala, melihat penyakit matre Dika yang sedang kambuh.
Bersambung
__ADS_1