Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 169


Ayuni dan Andre, Dea dan Dewa makan dengan lahapnya. Sehabis makan mereka pun berbincang kembali. Tak terasa waktu terus bergulir, Dewa dan Dea pun pamit pulang. Mereka mengakhiri pertemuan mereka dengan pelukan.


Andre pun minta pamit ke istrinya, untuk menemui kedua sahabatnya. pada malam harinya, kedua sahabatnya sangat bahagia menerima Andre yang datang bertamu ke rumah mereka. Mereka seperti tak pernah tua, tetap bercanda seperti biasanya. Bahkan merekapun sibuk mau menjodohkan anak - anak mereka nantinya.


Pada malam hari, mereka seperti anak muda kembali, berjalan bertiga dan belanja seperti dulu lagi, saat ini Andre sangat kaya raya. Dimas sangat senang memilih barang yang tidak di tolak lagi oleh Andre, dia seperti orang kesurupan menunjuk kesana kemari. Anton hanya bisa geleng kepala. Andre hanya tertawa. Puaskan belanja hari ini, takkan ada siaran ulang. Dimas pun seperti orang kesurupan kesana kemari.


Saat ini kedua tangannya sudah pull dengan belanjaan, bahkan sudah membawa sebagian barangnya ke mobilnya, datang kembali memilih kembali, dia sungguh memuaskan dirinya. Padahal dia pun tajir melintir.


Ketiga sahabat itupun makan di cafe Mall dan jadi santapan mata kaum hawa, yang sudah tebar pesona dan ketawa cekikikan melihat tiga Cogan yang mereka pikir masih status lajang. Tapi mereka tidak ambil pusing mereka sudah memiliki istri - istri yang sangat cantik di rumah yang sibuk mengurus anak mereka.


Ketiga sahabat itu, pergi karoeke bahkan nonton film di bioskop, mereka merasa masih muda seperti dulu. Tak lama satu persatu ponsel mereka berbunyi, mendapat alarm pulang dari para istri sudah jam 2 malam mereka masih berkeliaran di luar rumah.


Mereka adalah Susi, suami takut istri, merekapun segera membubarkan diri. Dan terpingkal bersama.


Sesampai di rumah, merekapun tidur dan memeluk istri kesayangan mereka masing - masing.

__ADS_1


Kisah cinta mereka, benar - benar berakhir bahagia.


Keesokan sorenya, dengan diantar semua oleh sahabat mereka, dan keluarga Ayuni, Andre dan istrinya sudah ada di bandara, Ayuni tidak berhenti mencium anak bayi tampannya. Tapi dia sudah tidak menangis, dia lebih kasian pada Papa dan Mamanya, jika mengambil cucunya. Dia merasakan betapa sedihnya orang tuanya kehilangan dirinya dan Andre yang tinggal di negara luar.


Ayuni sudah ikhlas dan mencoba kuat berpisah dengan anaknya. Melihat Papa dan Mamanya sangat bahagia dengan kehadiran cucunya, mau tidak mau Ayuni sebagai anak yang sangat berbakti dan sangat sayang orang tuanya, harus bisa ikhlas berpisah bayinya, yang semakin tumbuh sehat dan sangat terawat.


Andre pun mengecup sayang bayi tampannya.


"Jangan rewel dan cengeng sayang, kasian Kakek dan Nenek lho, cup sayang..."


"Iya sayang, selalu sehat dan jangan rewel demi Momy sayang, Momy sangat mencintaimu sayang...anakku sayang...cup..cup..cup.."


Ayuni mengecup anaknya berulang kali membuat bayinya marah dan mulai menangis.


Papa dan Mama tertawa geli melihat Aryan marah terus di cium. Datang menggendong Aryan yang sebentar lagi tangisannya tambah membahana.


Ayuni melepaskan anaknya menyerahkan pada Papanya, yang langsung berhenti menangis.

__ADS_1


"Aryan...Momy jadi iri deeh....Sama kakek begitu manis, Aryan sudah melupakanku..."


Semua tertawa terbahak, Pengeras suara bandara sudah memanggil penumpang bersiap. Saatnya mereka berpisah dan saling berpelukan. Andre dan Ayuni pun berjalan mengantri di barisan sambil terus melangkah dan melambaikan tangannya, kepada keluarganya dan para sahabatnya.


Perut Dea sudah mulai membesar, Ayuni dan Andre janji akan datang menjenguknya dengan bayinya. jika Dea sudah melahirkan.


Semua melepas kepergian Andre, dan Ayuni, dengan senyuman.


Pesawat Ayuni dan Andre pun mulai meninggalkan landasan bandara dan mulai terbang tinggi ke udara, meninggalkan sahabat dan keluarganya dan akan tetap saling bertemu. Karna jarak tidak akan mempengaruhi hubungan harmonis mereka.


*****


Waktu terus bergulir, seminggu berlalu, bahkan bulan berlalu, Ayuni sudah berada di Indonesia lagi menjenguk bayinya, tapi hanya sendiri, suaminya sangat sibuk. Ayuni baru tinggal 5 hari, bayi besarnya Andre sudah sangat merindukannya, menyuruhnya cepat pulang.


Akhirnya Ayuni pun pulang, setelah beberapa hari ini selalu datang dengan bayinya Aryan, menjenguk Dea yang sudah masuk bulan ke tujuh usia kehamilannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2