Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 55


Ayuni dan Dea ketakutan, Andre menarik kedua bocah cantiknya itu, mengikuti Pak guru dan Bu guru Dea, yang sudah melangkah ke dalam Sekolah.


Roy, Dedy serta Basuki yang bajunya sudah kotor karna berguling di tanah, masih menangis terisak juga mengikuti langkah Bapak Guru.


Dewa pun beranjak melangkah mengikuti.


"Dasar Basuki cengeng, seharusnya aku yang menangis, dia juga menarik rambut aku." kata Ayuni merapikan rambutnya.


"Dasar juga Roy dan Dedy, dia juga menarik rambut aku. Kata Dea kesal.


"Kalian diam......,!!


sangat berisik, membuat sakit kuping aku saja." Kata Andre kesal, masih memegang jemari tangan kedua bocah cantiknya.


Ayuni dan Dea, spontan diam, dan tertunduk dan mengikuti langkah kaki Andre.


"Tunggu saja Ayuni, aku akan membuat perhitungan dengan kamu dirumah." Menatap tajam adiknya.


"Ini semua karna Abang." Jawab Ayuni kesal."


Andre mendelik tajam melihat adiknya, sedangkan Ayuni menjulurkan lidahnya ke Abangnya. Andre bertambah kesal.


"Bocah ini, selalu membuat aku yang salah, jelas - jelas dia pembuat masalah." Gerutu Andre dalam hati.


Pak guru dan Bu guru sudah masuk ke dalam ruangan.


Mereka duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu. Ruangan itu khusus untuk ruang mediasi dan diskusi serta penyelesaian masalah Siswa dan Siswi yang bermasalah.


"Silahkan, kalian duduk disini." Kata Pak Guru.

__ADS_1


Roy, Dedy dan Basuki segera duduk di sofa panjang disusul Dewa. sedangkan Andre, Dea dan Ayuni duduk di sofa sebelahnya, mereka duduk mengapit Andre di tengah.


Pak Guru mulai berbicara:


"Coba Roy jelaskan permasalahannya,? Apa kalian tidak malu bertengkar dengan perempuan,? saling menarik rambut lagi, maunya sebagai lelaki, kamu harus mengalah." kata Pak guru kesal.


"Saya cuma ketawa kok Pak, tiba - tiba kami diserang," Kata Roy kesal sedangkan Dedy dan Basuki menganggukkan kepala sangat cepat dan memonyongkan mulut mereka, sangat membenarkan pembelaan Roy.


Ibu Guru mulai berbicara :


"Ayuni, Berikan ibu penjelasan, melakukan hal, yang sangat tidak terpuji itu.? Kata Bu Guru, dengan sorot mata yang tajam.


"Tadi itu Bu Guru, saya khawatir sama Abang aku, tidak biasanya lambat datang, di telpon berapa kali, tidak di angkat. Saya pikir Abang saya, kecelakaan di jalan, akhirnya saya menangis........,


"Huwaaa....uwaaaa......Aku sangat sedih dengan Dea, tapi......, mereka menertawakan aku" Ayuni menangis kencang.


Andre menahan tawa dan memeluk adiknya, dan menepuk lembut punggungnya. "Ternyata gara - gara begitu, dasar bocah polos, selalu salah faham. kata Andre dengan wajah yang tersenyum geli.


"Bukan kamu kok, kami tertawakan, kami hanya tertawakan Basuki Cahya, memakai ****** ***** terbalik, tiba - tiba kalian datang menyerang kami." Kata Roy kesal.


"Jadi kalian tidak menertawakan kami," Kata Ayuni sendu dan terlihat menyesal, sambil mengusap air matanya.


"Tidak mungkin sayang, saya khan sangat mencintai kamu," Jawab Dedy.


Andre melotot kan matanya, menatap Dedy.


Dedy tersentak dan menunduk, "Ternyata ada Singa penjaga Ayuni" Rutuk Dedy dalam hati.


Ayuni menoleh melihat Abangnya, dan tersenyum. "Rasakan kamu Dedy, belum tahu sih, galaknya Abang aku."


Pak Guru menarik nafas panjang.

__ADS_1


"Baiklah, jadi ini hanya kesalah fahaman, jangan di ulangi hal - hal seperti ini, lain kali bertanya lah secara baik dan di selesaikan dengan cara yang baik, dan jangan terulang hal seperti ini. Saat ini hanyalah peringatan, lain kali akan ada hukuman tindakan, yang akan membuat efek jera bagi kalian. Dengan memberi Skors ringan sampai Skors berat, yakni di keluarkan dari sekolah ini." Kata Pak Guru dengan tegas.


Mereka pun tertunduk dan menganggukkan kepala dengan lemah.


Ibu Guru mulai berbicara kembali.


"Sekarang kalian bersalaman dan saling minta maaf, tolong jangan di ulangi hal yang memalukan seperti ini, kalian ini pelajar, penerus Bangsa bukan Preman." Kata Bu Guru kesal.


"Kalian maju kemari, kumpul di depan sini." Pak guru dan Bu guru Berdiri dan melangkah di depan Sofa yang tidak ada kursinya.


Dedy, Roy dan Basuki Cahya segera melangkah dan berdiri disana sedangkan Dea dan Ayuni mengikutinya, berdiri dan melangkah ke dekat Dedy, Roy dan Basuki.


"Sekarang kalian saling memaafkan." Kata Bu guru.


Dedy, Roy dan Basuki berjalan ke depan Dea dan Ayuni, menjulurkan tangan mereka untuk meminta maaf.


"Maafkan Kami yah Ayuni dan Dea" Kata mereka hampir bersamaan.


Ayuni dan Dea menyambut uluran tangan mereka dan tersenyum manis.


Bersambung


Dukung Author dengan Vote, like dengan comment.


Jangan lupa share yah, agar karya ini memiliki banyak Readers.


Dukungan Readers sangat Author butuhkan untuk menambah semangat, membuat karya yang lebih baik, dan menyelesaikan karya ini sampai Tamat.


Love love You All


.

__ADS_1


__ADS_2