
Part 160
Setiap hari sudah menjadi pemandangan yang biasa melihat pertengkaran Papa Ayuni dan Andre, mereka semakin bawel setiap harinya. Ayuni sudah bisa mulai beradaptasi dan cuek dengan kelakuan kedua kesayangannya itu, dan terkadang Ayuni memanfaatkan mereka dengan banyaknya perintah Ayuni.
Sampai Ayuni jengah, karna tidak ada yang menentang dan menolaknya. Dia sudah merasa menjadi putri kerajaan yang sesungguhnya, padahal dia ingin sekali mereka marah dan kesal kepadanya, tetapi kedua kesayangannya itu, benar - benar sabar menghadapi segala keegoisannya.
"Sayaaang...Ambilkan bantal aku mau tidur di lantai tehel tampa alas."
Papa dan Andre saling berpandangan. Andre pun berkata dengan lembut.
"Sayaang...Apa tidak masuk angin nanti sayang, juga baby kita sayang..."
"Iya anakku sayang...Papa jadi khawatir sayang..."
Ayuni menatap kesal.
"Kalian pasti tidak memikirkan ku khan....pasti baby ku ini yang kalian khawatirkan...aku merasa kalian akan melupakanku dan cuek kepadaku jika baby nya lahir....Iya khan...Dulu sewaktu Ayuni belum hamil...kalian tidak seperhatian ini kepadaku...pasti gara - gara baby ku..kalian perhatian..."
Mulai berpikiran negatif seperti biasanya, Papa dan Andre segera duduk, di samping kanan dan kiri Ayuni, dan masing - masing memegang jemari Ayuni, dan mengecupnya.
Andre
"Sayang....kenapa berpikiran begitu...aku sangat mencintaimu sayaaang...Aku hanya khawatir sayang..."
Papa
"Iya...sayang...kamu kesayangan Papa...sayang...mana mungkin seperti itu."
"Alasan saja kalian....Cepatlah ambil kan bantal"
Papa dan Andre saling menatap dengan wajah khawatir.
"Apa kalian tunggu...cepatlah...mau Ayuni ngambek nih...tidak mau makan, biar baby ku juga lapar karna kalian."
Mendengar ancaman andalan Ayuni seperti biasanya. Mereka seperti remot di tekan langsung mereka berdiri, dan bersamaan mengambil bantal di kamar. Mereka datang dengan membawa tiga bantal dan selimut. Baru mereka mau gelar selimut Ayuni sudah berteriak kesal.
"Ayuni tidak mau pakai selimut."
Mengambil bantal di tangan Andre, dan langsung melantai di tehel dan berbaring. Andre dan Papa pun, langsung berbaring di samping kanan dan kiri Ayuni.
Mama yang baru datang dari kamar, kaget melihat ketiga kesayangannya tidur melantai. Bahkan Ayuni sudah tidur dan telapak tangan Andre dia simpan di bawah perut Ayuni, takut Baby nya kedinginan. Untunglah Ayuni sudah tidur dengan gaya menyamping. Sedangkan Papa menyelimuti Ayuni dengan selimut. Mama hanya bisa geleng kepala.
Melihat Mama datang, Papa langsung duduk dan berkata ;
"Mama...telpon kan..dulu Dokter kandungan Ayuni.
Apa tidak apa tidur melantai seperti ini.?"
"Kenapa tidak di larang sayang...?"
__ADS_1
Kata Mama bingung.
"Sayang kamu tahu khan bagaimana sifat Ayuni...cepat telponkan sayang..."
Mama Ayuni pun, menelpon Dokter kandungan dan menanyakannya. Ternyata membahayakan ibu hamil bisa masuk angin dan gangguan pencernaan kata Bu Dokter menjelaskan.
Papa pun khawatir dan segera membangunkan Ayuni. Dan menyuruh Bu Dokternya menjelaskan pada Ayuni dan akhirnya semua bernafas lega, karna Ayuni mau menurut.
***
Pesta Perkawinan Dewa dan Dea di gelar sangat mewah, Ayuni dan Andre serta Papa dan Mama pun datang dan sahabat Andre juga datang meramaikan. Papa Dea adalah salah satu Pengusaha terkaya di kotanya. Jadi wajarlah mengadakan pesta perkawinan yang sangat megah dan meriah.
Dewa sangat tampan dengan stelan jasnya. dan Dea juga sangat cantik dengan gaun pengantinnya.
Ayuni juga sangat cantik dengan gaun pestanya, juga suaminya Andre pun sangat tampan dengan stelan jasnya pula.
Malam semakin merangkak naik, dan tamu undangan semakin berkurang. Andre dan Ayuni pun, sudah mulai mendekati kedua pasangan pengantin baru itu, dan berbincang.
"Selamat Dea...aku sangat bahagia, akhirnya kalian menikah juga."
"Makasih sayang...Perutmu sudah mulai membesar Ayuni...aku akan segera menyusul mu...Hihihi..."
Mereka berdua berpelukan dan tertawa riang. Andre sangat senang Istrinya sudah menjadi miliknya seutuhnya. Tak ada lagi kesedihan melihat Dewa menikahi sahabatnya yang dulunya juga menyukainya. Dan bersyukur akhirnya Dea bisa merelakannya dengan Ayuni.
Dewa pun, berbincang dengan Andre.
"Iya kawan...kamu harus berusaha setiap hari...kalau perlu mengalahkan jadwal makan kita sehari - hari."
Mereka pun terpingkal bersama.
Kedua istri mereka pun, melepaskan pelukan dan mulai memperhatikan para suami mereka yang sepertinya menertawakan mereka, dan mulai menatap kesal.
Dewa dan Andre terdiam, takut bicara nanti tambah mengamuk betina mereka. Dewa dan Andre hanya bisa tersenyum manis dan menggaruk kepala mereka walau tidak gatal, untuk obat salting mereka.
Ayuni dan Dea pun, mengalihkan pandangan mereka dan saling menatap kembali dengan tersenyum.
Dewa pun membisik.
"Cepatlah bawa istrimu pulang..agar malam pengantinku tidak akan lewat begitu saja....kawan..."
"Sabarlah sedikit lagi...kita tunggu mereka berbincang dulu kawan....saat ini aku begitu takut dan sangat jinak pada istriku...sepertinya kamu pun segera menyusul ku..."
Setelah beberapa saat, Papa dan Mama Ayuni datang bergabung memberi selamat, sekalian minta pamit pulang, kepada pasangan pengantin baru, Dea dan Dewa.
Begitu juga sahabat Andre, dengan pasangannya, ikut memberi selamat dan minta pamit pulang.
Andre pun membisik istrinya.
"Sayang ..Ayuk pulang....Mereka juga perlu berolahraga enak sayang malam ini...aku juga tidak tahan sayang...kamu sangat cantik malam ini..."
__ADS_1
Ayuni mencubit pinggang Andre.
Setelah berbincang sesaat Ayuni pun minta pamit kepada Dea dan Dewa serta Papa dan Mamanya. Kedua sahabat itupun berpelukan kembali. Begitupun Dewa dan Andre.
Andre berbisik pelan di telinga Dewa.
"Selamat berolahraga enak... kawan.."
Dewa tersenyum lebar dan berbisik pula.
"Oke kawan.....Di Copy..."
Mereka pun minta pamit, Dea dan Dewa mengantar Ayuni dan keluarganya serta sahabat Andre dan pasangannya ke teras,
Papa dan Mama Dea berkata ;
"Ayuni sayang....semoga Dea cepat menyusul mu cepat, kami sangat iri pada Papa dan Mamamu segera menimang cucu..."
Mama dan Papa Ayuni tersenyum lebar. Juga Sahabat Andre dan pasangannya.
Mendengar ucapan Mama Dea, yang ikut mengantar mereka. Papa Dea mengangguk dengan tersenyum lebar.
Ayuni tertawa geli. Dea hanya bisa tersipu malu.
Andre dan Ayuni minta pamit pulang dan segera menuju ke mobil mereka. Yang di parkir jauh di halaman luar, di ikuti Papa dan Mama Ayuni serta kedua sahabat Andre dan pasangannya.
Keluarga Dea dan suaminya menatap kepergian sahabatnya, dan keluarga Ayuni dan kedua sahabat Andre dan pasangannya. setelah tidak terlihat lagi, merekapun berempat masuk ke rumah mewah mereka.
Papa dan Mama menganjurkan kedua pengantin baru itu, ke kamar mereka untuk beristirahat.
Dea dan Dewa pun saling menatap dan tersipu malu.
Mama dan Papa mulai iseng.
Papa Dea.
"Dewa berusahalah sekuat tenaga agar segera memberiku cucu.."
Mama Dea.
"Iya Dewa kami mengandalkan mu..semangat......!!!!"
"Apaan sih Pa...Ma..." Dea mulai kesal dan meninggalkan ketiga kesayangannya. Dia sangat malu tapi menyembunyikannya.
Papa menepuk punggung Dewa, agar segera menyusul Istrinya ke kamar.
Dewa pun melangkah mengikuti langkah Istrinya.
Bersambung
__ADS_1