Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 35


Mereka saling bertatapan dengan mesra, Dean mengelus bibir yang sudah menjadi candu untuknya.


"Aku pesan Taxi dulu sayang" kata Adelia memegang ponselnya.


"Sayang, kenapa Taxi sayang, biar aku mengantarmu."


"Tidak sayang, kamu tidak boleh mengantarku, aku tidak mau Papaku, mengetahui hubungan kita dulu, Papa aku ada penyakit jantung."


"Baiklah sayang. tapi aku akan mengantarmu dengan mengikuti kamu dari belakang"


"Terserah kamu saja"


Tidak berselang lama, Taxi datang menjemput., Adelia mengambil hpnya, dan menelpon supir Taxi agar menunggunya sebentar.


"Sayang jangan mengantarku keluar, kamu harus pulang mandi, kamu ada bau khas sayang" Adelia tertawa, agar Dean mengerti maksudnya.


"Dean terkekeh, He..he.. itu semua karna ulah kamu sayang"


"Adelia tertawa kecil, tapi Dean sudah menarik tangan Adelia, memegang punggung lehernya, dan melabuhkan bibirnya ke bibir Adelia, yang sudah menjadi candu untuknya.


Mereka pun tenggelam dalam ciuman yang saling bertaut dan beradu. Adelia melepas ciumannya,.


"Sudah sayang, bibirku sudah bengkak, Karna ulah kamu"


Dean menatap Adelia dengan penuh cinta. Mengusap bibir Adelia dengan lembut.


Adelia membuka pintu, dan segera berlalu.


Dean Baskoro, hanya bisa memandang kekasihnya, mendekati Taxi nya dan masuk ke dalamnya. Dean menyalakan mesin mobilnya dan mulai mengikuti kekasihnya dari kejauhan.


Melihat kekasihnya, sudah sampai. Dean pun melajukan mobilnya kerumahnya, untuk segera mandi.


"Aku harus pulang mandi dan tidur, semoga besok kita bisa bertemu lagi sayangku, baru sebentar kita berpisah aku sudah merindukan kamu lagi sayangku"


Sepuluh menit kemudian, sampailah Dean di halaman rumahnya yang sangat luas. Rumahnya ada tiga lantai, sangat besar dan luas.


Dean menyimpan mobilnya, di garasi besar, terdapat 5 mobil pribadi mewah terparkir disana.


Dean pun, masuk ke dalam rumahnya. tampak banyak pelayan yang ada di dalam rumah besarnya, membungkuk hormat padanya.


Dean sudah sampai di dalam kamarnya, menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Dean mengambil handuk dan segera mandi membersihkan badannya.


Keesokan harinya di kantornya, Dean bertemu sahabatnya Gilang. Mereka sudah di dalam ruangan berbicara serius.


"Gilang, kayaknya aku sudah jatuh cinta pada Adelia dan aku tidak mau lagi berpetualang dengan gadis yang lain, aku akan setia padanya." kata Dean dengan wajah serius.


Gilang terkekeh, "He..he... Buaya Pensiun tuh namanya."

__ADS_1


Dean melempar Gilang dengan bantal kursi dan ditangkap dengan baik oleh Gilang.


"Kalau aku Buaya kamu komodo!"


"Kok Komodo, aku sampai sekarang belum pernah menyentuh wanita, tidak seperti kamu."


"Aku temanmu, jika Aku Buaya kamu juga sejenis dengan aku, kamu Khan hobby mengejek, seperti komodo yang selalu menjulurkan lidahnya." Kata Dean sengit.


"Aaaah, sudah...dari dulu, masih zaman SD sampai Kuliah, kamu selalu ngotot dan tidak mau kalah."


Dean tertawa sinis," sudah tahu, masih cari gara - gara denganku"


"Dasar orang kaya" dengan suara pelan.


"Gilang....


Aku mendengarmu......"


Teriak Dean lantang. dan melempar bantal kursi Gilang untuk kedua kalinya.


"Iya.....Aku tidak akan berkata apa - apa lagi" segera duduk dikursinya melanjutkan pekerjaannya.


Gilang dan Dean tumbuh bersama. Ayah Gilang adalah asisten kepercayaan Papa Gilang. Papa Dean memfalitasi pendidikan yang sama dengan Dean, agar Gilang bisa menjaga Dean untuk kedepannya. dan menjadi asisten pribadinya Dean, nantinya jika Papa Dean pensiun, Dean yang akan menggantikannya.


Dean mendekati sahabatnya sekaligus asisten pribadinya.


"Aku benar - benar menyukainya, aku rasanya mau menikah dengannya. Aku harus mempertemukan dia dengan Papa dan Mama"


""Terserah kamu saja, Papa dan Mamamu besok sudah datang dari luar negeri"


"Aku mau menelpon pacarku dulu,.Gilang."


Dean meraih hpnya dan menelpon Adelia, tidak berselang lama, di seberang sana sudah ada suara Adelia. Dean meloadspeker Ponselnya.


Gilang menggerutu dalam hati, tidak lama kupingku mendengar kata - kata tidak senonoh lagi.


Begitulah Dean jika menghabiskan malamnya dengan pacarnya atau wanita malam, dia menganggap Gilang adalah cermin kembarannya, dia sangat senang meloadspeker Ponselnya, supaya mendengar kata - kata tidak senonoh tentang pertempurannya, secara detail dengan wanita malamnya.


Dean ingin sahabatnya bisa dia pengaruhi bercinta, tapi Gilang sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan.


Wajahnya tampan di masa sekolah banyak wanita yang dibuatnya menderita, dia selalu di lamar wanita dan aku adalah sebaliknya, jika masuk kriteriaku, yah ayo.kata Dean dalam hati.


Terkadang Dean dengan usilnya bertanya.


" Apakah kamu mencintaiku, apa kamu ada kelainan rasa suka, mengapa kamu sampai sekarang tidak mencoba pacaran dan dekat dengan seorang wanita"


Ditanya begitu, Gilang hanya tertawa, sahabatnya betul - betul menuduhnya punya kelainan.


"Ayahku melarangku pacaran, Beliau berpesan kamu adalah tuanku, hidupku adalah milikmu, jika kamu sudah menikah, semoga aku pun akan bertemu dengan seseoran wanita yang bisa membuat jantungku bisa bergetar juga. dan akan mengikutimu. dan langsung menikahinya." begitulah alasan dari Gilang.

__ADS_1


Dean masih sibuk dengan percakapan mesranya dengan Adelia, yang suaranya terdengar jelas dikuping Gilang.


"Sayang, aku sangat menikmati ciuman bibir kita sayang, kapan kita bisa mengulanginya lagi.",~Dean


"Sayang, kamu nakal, bibirku masih terasa sakit sayang, kita jangan ketemu hari ini, pasti kamu akan menyiksa bibirku lagi." ~ Adelia


"Tapi sayang, bibir kamu itu sangat manis sayang, aku janji aku cuma akan mengecupnya saja" ~ Dean


Gilang menggaruk kupingnya, Dasar bucin, mereka seperti anak ABG saja yang baru pacaran, kayaknya aku butuh baskom untuk muntah, Kasian kelas kakap ketemu Pawangnya, masalah wanita, jadi turun drastis levelnya di dasar. Rasakan kamu, Dean.Gilang berkata dalam hati sambil tersenyum lebar.


Terdengar suara Adelia lagi diseberang sana.


"Sayang, tapi kamu janji, hanya mengecup aku saja, Bibirku masih sakit sayang" ~ Adelia.


"Iya sayang, aku sudah sangat rindu padamu, kamu keluar di Taman, suruh supir kamu antar, aku akan menjemputmu sayang"~ Dean


"Baiklah sayang" ~ Adelia


Dean melompat kegirangan, dan menaikkan tangannya, dan mencium terus menerus Ponselnya. Gilang yang melihatnya sangat ilfel


Kayaknya aku sekarang benar - benar mau muntah, berkata dalam hatinya, menutup mulutnya dan mengatur nafasnya dengan teratur.


"Trima kasih sayang, aku mencintaimu sayangku, ucapkan kata - kata itu juga, aku ingin sekali mendengarnya" ~ Dean


"Aaaah sayang...jadi malu, aku mencintaimu sayang" ~ Adelia


Gilang segera berlalu, mencari Kamar mandi, sambil menutup mulutnya, rasanya ingin muntah melihat kebucinan mereka berdua, kali ini dia harus mencuci mukanya.


Dean mengernyitkan keningnya melihat sahabatnya, yang menutup mulutnya. dan berlalu masuk ke kamar mandi. Ada apa sih, itu anak,? berbicara dalam hati. Mencurigakan sekali..


Mendengar kekasihnya tidak menjawabnya lagi Adelia ngambek.


"Sayang, kamu kenapa diam, apa ada seseorang wanita di situ? jangan coba - coba berselingkuh, aku sangat membenci orang yang suka selingkuh." ~ Adelia


Dean tersentak, Pacarnya sudah cemburu, kayaknya aku harus belajar setia, pacarku sangat pecemburu.


"Senang mendengarnya sayang, cepatlah bersiap aku sudah sangat rindu denganmu, jangan menuduhku sembarangan sayang, saat ini aku akan sangat setia padamu" ~ Dean


Tiba - tiba pintu terbuka, Maya asisten Gilang muncul dari balik pintu. Dean pun panik, dan mengusir maya, asisten Gilang pakai kaki dan tangannya, gayanya sangat heboh, Maya kaget dan segera berbalik pergi.


Asisten cantik itu, sangat heran. "ada apa sih dengannya, sepertinya sangat ketakutan melihatku, nantilah ku tanyakan kembali kepada pak Gilang."


Dean cepat menutup saluran telponnya. "Syukurlah Maya cepat pergi, jika dia bersuara tadi, mampuslah aku."


Tbc


Dukung Author dengan Vote, like


Dengan koment

__ADS_1


__ADS_2