
Part 91
Jangan Lupa Follow yah. Dukung Author dengan Vote. Karna saat ini karya ini baru memiliki 2 Vote.
Terimakasih Like dan Commentnya, sangat menyemangati ku. Teruslah memberi like di setiap selesai membaca tiap part-nya yah, πππππ dan komentar Readers sangat memberiku semangat. Teruslah memberi komentar untuk Author.
Trima Kasih dukungannya dan bantu share ke teman dan keluarga.ππ
Love Love You Allβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
Lanjut Part 91.
Park She Hyo, menutup pintu dan menguncinya. Diapun berlari kecil dan duduk di pangkuan kekasihnya.
"Aku sangat merindukanmu"
Menatap wajah kekasihnya, membelai wajahnya.
"Aku juga sangat merindukanmu sayang..."
Kata Cho Jae Hyun. Diapun mendekatkan wajahnya. Dan mencium bibir kekasihnya. Mereka pun saling mengecup.
Permainan bibir mereka semakin panas, bunyi cecap dari mulut mereka, semakin berisik, di sertai deru nafas mereka yang saling mengejar.
Cho Jae Hyun, mengangkat tubuh kekasihnya, membawanya ke kamar dan membaringkannya di kasurnya dan menindihnya.
Mereka pun saling membalas ciuman dan saling mendaki, hanya erangan dan deru nafas saling mengejar terdengar di telinga mereka. pakaian mereka sudah berserakan dilantai. permainan panas terus berlanjut dan akhirnya Cho Jae Hyun terkulai lemas di samping kekasihnya. Tanda permainan erotis mereka berakhir. Cho Jae Hyun menarik selimut menutupi tubuh polos mereka
Diapun berbalik memeluk kekasihnya dan mencium bibirnya dengan lembut.
"Apa kamu tidak takut hamil sayang, aku mengeluarkannya lagi di dalam."
"Tidak apa sayang, jika aku hamil, kita akan segera menikah."
Cho Jae Hyun, mencium kening kekasihnya.
"Sayang, aku mau membersihkan badanku di kamar mandi dulu."
Cho Jae Hyun, tersenyum mesum dan beranjak dari tempat tidur dan menggendong kekasihnya.
"Biarkan aku yang membersihkannya, aku belum memanjakannya tadi.
Park She Hyo, tersenyum malu. Sudah tahu apa yang akan di lakukan kekasihnya.
Cho Jae Hyun membawanya ke dalam kamar mandi. Mulai terdengar racauan indah dari bibir Park She Hyo. Cho Jae Hyun benar - benar memberinya, berapa kali pelepasan kenikmatan. Bibir dan jemarinya sangat aktif memanjakan ruangan sempit kekasihnya.
***
Sedangkan di tempat lain, Mi Young masih berjuang mendapatkan hati Jeoung Hyuk yang sangat dingin kepadanya.
"Tunggu aku, kenapa cepat sekali jalanmu"
__ADS_1
Kata Mi young setengah berlari menyusul Jeoung Hyuk.
"Kenapa menyusul ku, aku tidak ingin bersamamu, pergilah."
Kata Jeoung Hyuk sangat kesal.
"iiiiisshhh......".
Mi Young mengucek rambutnya yang sebahu.
"Kamu pikir, aku gampang kamu usir. Mendapatkan pria sepertimu harus wanita bermuka tembok sepertiku, dan berhati baja sepertiku."
Kata Mi Young dengan mata melotot.
"Aiiiisshhhh......, Wanita ini sungguh gila!!"
Menatap kesal dan terus melangkah.
Merekapun berhenti di halte bus.
Mereka berdiri berdampingan dan Jeoung Hyuk menatap di kejauhan, matanya mencari Bus
"Jeoung Hyuk, aku sangat kedinginan. Tidak bisakah kamu menolongku, dengan memelukku. Sampai Busnya datang."
Kata Mi Young menatap sendu.
Jeoung Hyuk, mengucek rambutnya.
"Gadis ini, bicara apa sih, dengan memeluknya bisa - bisa aku menyukainya. Aku tidak akan tergoda dengannya. Tapi kasian juga, dia tidak memakai sweater dan akupun tadi lupa membawanya, Karna buru - buru, saat ini aku juga sangat kedinginan."
Melihat Jeoung Hyuk mengucek rambutnya dan kebingungan. Mi Young dengan cepatnya memeluk Jeoung Hyuk dan menyatukan kedua jemarinya sangat erat, di belakang pinggang lelaki pujaannya. agar Jeoung Hyuk susah melepaskan pelukannya.
Jeoung Hyuk, sangat kaget dengan pelukan yang tiba - tiba. Dia mencoba melepaskan tapi Mi Young sangat erat memeluknya.
"Lepaskan....!!
Apa kamu tidak punya rasa malu Hahhh!!!"
Berteriak kesal.
"Diamlah, tubuhmu sangat hangat. Aku hanya memimjam nya sebentar saja.
Mi Young sangat senang. Memeluk pujaan hatinya. Detak jantung Jeoung Hyuk, sangat menenangkan hatinya. Dia merapatkan telinganya di dada Jeoung Hyuk. Saat ini detak jantungnya begitu cepat.
Jeoung Hyuk terlena.
"Pelukannya sangat hangat dan Mengapa pelukannya begitu menenangkan hatiku?. Tidaaaak, aku tidak boleh menyukainya."
Jeoung Hyuk terus menggerutu dalam hati.
Dia segera melepaskan pelukan Mi Young dengan sedikit kasar. dengan mencengkram kedua bahunya. Dengan menatap Mi Young Dengan jarak yang begitu dekat.
"Mengapa gadis ini begitu cantik. Aaah...Aku tidak boleh terlena."
__ADS_1
Jeoung Hyuk berperang dalam hatinya.
Jeounf Hyuk Mendorong kedua Bahu Mi Young dengan kasar. Tetapi Mi Young masih bertahan memeluk Joung Hyuk dengan sangat kuat.
Mi Young memberanikan diri untuk segera menjinjit dan mengangkat badannya dan memindahkan pelukan tangannya di pinggang Jeoung Hyuk, naik memeluk leher belakang Jeoung Hyuk dan menguncinya. Mi Young langsung mengecup bibir Jeoung Hyuk.
"Mmmppphhh......"
Jeoung Hyuk sangat kaget, matanya membeliak sempurna. Dia tidak menyangka wanita cantik ini berani mencium bibirnya.
Bibirnya hanya bisa terbuka sedikit, melongo dan terdiam. Dan Mi Young terus memberinya kecupan manis dan menyelipkan bibirnya dan menggigit bibir bawah Jeoung Hyuk yang sedikit terbuka.
Jeoung mendorong gadis itu dengan kuat. Dan akhirnya ciuman dan pelukan Mi Young terlepas.
Dia hampir jatuh karna dorongan Jeoung Hyuk sangat kuat. Tapi Jeoung Hyuk cepat menangkap tangannya dan menariknya dalam pelukannya dan melepaskan nya pula, dengan cepat.
"Ini semua salahmu, Apa hakmu dengan tubuhku hah...!!!"
Jeoung Hyuk berteriak marah.
Sedangkan Mi Young hanya tersenyum manis.
"Bibirmu sangat manis dan empuk"
Kata Mi Young dengan wajah merona.
"Hahhh, Sungguh kamu wanita gila."
Jeoung Hyuk. Mendengus kesal.
"Iya, My Honey. Saya sudah gila karena mu."
Mengedipkan mata.
Jeoung Hyuk sangat kesal.
"Jangan Memanggilku My Honey, aku bukan kekasihmu."
"Baiklah, kamu mau di panggil My Darling....,
My Sweety.....
Atau My Love."
Tersenyum manis.
"Cukup...!!! Jangan memanggilku dengan sebutan apapun. Aku tidak menyukaimu."
Kata Jeoung Hyuk sangat marah.
"Sudahlah, jangan berisik. Ini masih tahap awal perjuanganku, dan aku tetap akan berusaha mendapatkan mu."
Menatap serius.
__ADS_1
Jeoung Hyuk, mengucek rambutnya sangat kesal. Sebuah Bus singgah dan Dia segera naik dan disusul Mi Young di belakangnya.
Bersambung