
Part 162
Di tempat lain di kediaman Ayuni, di dalam kamar. Andre merengek meminta jatah kembali seperti biasanya. Ayuni ingin melepaskan pakaiannya untuk menggantinya.
Tapi Andre tidak membiarkannya. Istrinya sangat cantik dengan gaun itu, bahkan melarang Ayuni membersihkan riasannya.
Andre tidak berhenti menghisap bibir istrinya, dengan bibirnya. bibir Istrinya yang masih melekat lipstik merah, sangat membuatnya gemas dan istrinya begitu cantik terlihat dengan lipstik merah itu, dan membuatnya ketagihan menghisap bibir itu. Walau dari tadi Andre menghisapnya seolah ingin menghilangkan lipstik itu, bahkan menyapunya dengan lidahnya tapi tetap bibir itu, tetap merah sangat seksi, membuat Andre selalu merengek menciumnya lagi.
Ayuni mulai kesal dan bosan dengan ciuman Andre yang berulang - ulang dan sangat gemas di bibirnya. Dan mulai mendorong suaminya. Andre makin agresif mulai meraba dada istrinya dan memasukkan tangannya ke gaun Ayuni, dan menarik pembungkus bawah Ayuni, dan juga melepas celana luar dan pembungkus bawahnya, menyisakan pakaian kemeja putihnya saja, sedangkan Abang Joni sudah tegak siap menantang, Andre menyingkap naik gaun istrinya ke atas, dan menuntun tubuh istrinya bersandar di dinding.
Ayuni hanya bisa pasrah agar ritual senam malam suaminya cepat berakhir.
Andre mengusap **** ***** Istrinya, mencium Istrinya dengan ganas dengan penuh ambisi dengan nafas memburu dan mulai melakukan penyatuan. Ayuni hanya pasrah dalam pelukan suaminya yang mengejar penuntasan. Suara nafas memburu berperang dengan badai nikmat yang semakin memabukkan raganya.
Suara ratapan cinta Andre telah mengakhiri permainan panasnya. Dia menekan dan memeluk Ayuni erat, menghabiskan sisa cairan dari tubuhnya sampai tak tersisa. Andre begitu puas, mencium bibir Istrinya dengan sangat lembut.
Andre terus mencium, Ayuni kesal dan mendorong suaminya dan masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya. Andre pun menyusul masuk ke kamar mandi.
Ayuni tersenyum geli, melihat suaminya yang polos tampa penutup bawah. Abang Joni sudah mengeluarkan pelurunya, masih juga tegak menantang. Ayuni cepat keluar kamar mandi, sebelum suaminya meminta jatah dobel.
Ayuni mengganti pakaiannya dan memakai baju gaun tidur tipisnya, dan langsung membaringkan tubuhnya menyamping di pembaringan.
Andre menyusul dan membuka seluruh pakaiannya, membaringkan tubuhnya di samping Ayuni, langsung memeluk istrinya dan menyingkap gaun belakang Ayuni dan merapatkan tubuh bagian bawahnya ke tubuh Istrinya yang juga tidak memakai apapun. Tak lupa menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
Ayuni sudah tidur dan tidak menyadarinya.
Merekapun akhirnya tertidur nyenyak.
__ADS_1
**
Keesokan paginya, Ayuni terbangun, dia merasakan badai nikmat yang menerjang tubuhnya kembali. Sentuhan jemari di area intimnya dan benda lunak yang menari di sana membuatnya meratap indah. Siapa lagi pelakunya jika bukan suaminya yang sudah ada di bawah sana memberinya kepuasan.
Ayuni hanya bisa menikmatinya sampai badai nikmat itu berlalu. Setelah tak ada suara lembut Ayuni, pertanda sudah melalui terjangan nikmat itu, Suaminya sudah naik menindih tubuhnya dan tersenyum.
Dan segera menjatuhkan tubuhnya ke samping, menyadari istrinya sedang hamil.
Andre tidur terlentang dengan Abang Joni yang sudah tegak menantang.
"Sayang...!! Naiklah ke sini, berikan aku kepuasan."
Mengusap Abang joni nya.
Ayuni pun bangun dan membuka pakaiannya. Mulai duduk di atas suaminya dan memposisikan penyatuan. Merekapun saling mengejar kenikmatan bersama, Ayuni pun memperoleh kenikmatannya dan menjatuhkan tubuhnya memeluk suaminya. Membiarkan Abang Joni masih terbungkus di bawah sana.
Ayuni hanya bisa menatap jengah dan bangun dari tidurnya dan masuk ke kamar mandi, dan menguncinya. Suaminya sudah tidak bisa di percayai lagi. Semakin hari Suaminya semakin menggilai tubuhnya.
Belasan menit berlalu Ayuni pun selesai mandi, dengan di bungkus handuk putih yang sangat pendek, keluar dari kamar mandi. Rambutnya yang basah dia biarkan tergerai.
Wajah mesum Andre menatapnya dengan tersenyum sangat lebar. Ayuni begitu cantik dan menumbuhkan gairahnya kembali. Melihat tatapan mesum Suaminya. Ayuni pun kesal dan mengomel.
"Abang....jangan melototiku lagi...
Cepatlah mandi....jangan bermimpi aku akan melayani Abang Joni mu itu, yang tak ada puasnya."
Andre terpingkal.
__ADS_1
"Hehehe...untukmu sayang..biar sepuluh ronde...Abang Joni sanggup bertanding denganmu sayang...."
Ayuni sangat kesal dan menarik suaminya dan mendorongnya masuk ke kamar mandi, walau harus melawan dari pelukan dan ciuman suaminya bahkan sudah berhasil menarik handuknya kembali, menyentuh area dada dan area intimnya lagi, tapi tetap Ayuni berusaha mendorongnya masuk ke kamar mandi. Dan menutupnya.
"Dasar pria mesum..."
Terdengar suara air, menandakan suaminya sudah mandi. Ayuni cepat berpakaian dan menyisir rambutnya dan segera keluar kamar untuk ke dapur, menyiapkan sarapan untuk suaminya seperti biasanya. Walau Andre melarangnya dan akan datang membantu nantinya di dapur.
Papa sudah ada di dapur, melihat anak kesayangannya, tak lupa mencium kening anaknya dan mencium perut Ayuni.
"Selamat pagi cucu kakek...cup..cup...cup..."
Belasan menit berlalu Andre sudah nongol juga di dapur, dan membantu istrinya.
Papa pun mulai nyerocos.
"Apa kamu sudah mencium cucuku...Andre...aku sudah menciumnya tiga kali...Jika Ayuni ku melahirkan. Anakmu titip sama Ayah saja yah...kamu sudah memiliki Ayuni ku...setidaknya ada cucuku bersamaku..."
Andre sangat kesal tapi segera Ayuni memberinya kode, dengan menggelengkan kepalanya. Berdebat dengan Ayahnya, takkan ada habisnya. Papa sudah bukan seorang Papa bagi Ayuni, tapi seperti anak sulung Ayuni, semakin tua semakin kekanak - kana kan. Di tambah Suaminya yang sudah seperti anak bungsunya, sangat manja dan rewel.
Mama dan Bibi sejak Ayuni hamil sudah pensiun di dapur, mereka hanya bisa menonton. Dapur kini telah di kuasai Papa, Andre dan Ayuni.
Mereka hanya bisa membersihkan rumah, menyapu dan mengepel dan menyiram bunga.
Bersambung
.
__ADS_1