Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 118


Irene sangat terpukul. Dia terus menangis dan memukuli badannya. Dia merasa jijik dengan tubuhnya.


Sedangkan Dimas sangat resah dan menyesali perbuatannya dan sepertinya sudah sangat mencintai Irene.


Dimas pun pulang kerumahnya. Hari ini ada jadwal kuliahnya, tapi dia sudah tak ada selera untuk pergi kuliah.


Andre dan Anton mencoba menelponnya tapi tidak diangkat Dimas.


"Ada apa dengannya? Dia tidak mau angkat Hpnya kata Andre. Dan Anton hanya bisa mengangkat bahunya. Dan waktu berjalan dengan cepat nya.


***


Keesokan harinya Dimas tidak kuliah lagi. Andre dan Anton bertambah khawatir


Merekapun sepakat sorenya pergi kerumah Dimas.


Setelah mengantar adiknya Ayuni, pulang


Andre melajukan motornya ke rumah Dimas, dan Anton sudah kesana duluan menunggunya.


Sampailah Andre ke rumah besar Dimas dan ternyata orang tua Dimas ada di luar negeri, mengurus bisnisnya di sana.


Anton menyambutnya di teras. Merekapun sama - sama masuk kerumah Dimas dan langsung ke kamarnya. Pelayan dan Satpam rumah Dimas sudah kenal baik dengan Andre dan Anton.


Mereka bersamaan masuk ke kamar Dimas. Dan pria itu sedang duduk merenung di sofa panjang di balkon rumahnya. Tidak menyadari kedatangan dua sahabatnya.


Andre dan Anton berdiri mematung melihat sahabatnya, merenung, seperti ada beban berat di pikulnya.


Andre dan Anton sepakat mendekati dan duduk di samping Dimas. Kebetulan di balkon rumahnya ada sofa panjang.


Dimas tersentak dengan kehadiran kedua sahabatnya yang datang Tiba - tiba.


"Kaliaaan....buat aku jantungan saja. "

__ADS_1


Kata Dimas kesal.


Anton menepuk bahu Dimas.


"Ada apa kawan, dua hari ini, kamu tidak datang ke kampus. Masalah apa yang membebani pikiranmu."


Andre menepuk paha Dimas.


"Dua hari, tidak ada teman bertengkar, aku sangat merindukanmu kawan"


Dimas mencibir.


"Ciiiih........,Bukannya kamu sangat senang jika aku tidak ada"


Menatap kesal Andre


Andre memeluk bahu temannya.


"cerita lah kawan. Kami pasti akan selalu mendukungmu.


Dimas mengusap wajahnya kasar.


"Tumben kamu punya masalah. Biasanya kamu itu tahan banting dan super cuek dan tidak tahu malu"


"Andreee....Jangan memulai pertengkaran. Mukamu sangat menyebalkan."


Andre melototkan matanya.


"Anaaak....ini....benar - benar pembawa masalah. Masalah apa lagi yang kamu lakukan Dimas?"


"Bukan urusanmu...Kalian pulanglah..., aku mau sendiri."


Kata Dimas kesal.


"Aiiishh...Anak ini sangat menyebalkan"

__ADS_1


Andre mengucek rambutnya kesal.


Anton berdiri dan menepuk bahu Dimas


"Baiklah kawan...tadi kami hanya khawatir kamu...sakit...tapi melihatmu baik - baik saja, kami menjadi tenang."


Dimas berdiri dan memeluk Anton.


Trima kasih kawan, Kamu sahabat yang paling sabar.


Andre mengangkat wajahnya.


Dimas melepas pelukannya dan menatap Andre.


"Kawan...kenapa diam saja. Apa kamu tidak ingin dan gemas melihat kami berdua berpelukan."


Andre terkekeh dan berdiri. mereka bertiga pun berpelukan.


"Kita benar - benar seperti Teletubis.... Mari...Berpelukan. teletubis.Kata Anton. kocak.


Merekapun tertawa terbahak dan saling memukul bahu.


Merekapun melepas pelukan. Anton dan Andre minta pamit pulang. Dimas mengantar kedua sahabatnya sampai teras rumahnya.


"Besok kamu ke kampus kawan, ada ujian. Tidak lama kita wisuda. sekitar 4 bln lagi kawan."


Kata Anton.


"Iya....dasar cerewet"


Anton terpingkal.


Sedangkan Andre menatapnya kesal.


Mereka berdua memang Tom Dan Jerry sejati

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2