
Part 114.
Andre dan Dimas masih sibuk berdebat.
"Simpan ini. Dimas....., ini sangat mahal."
Saling tarik menarik.
"Kamu sangat pelit Andre. Ini resiko mu. dan ini sudah jadi hak ku."
"Hak Apa hahhh!!. Kamu sengaja ingin membuatku bangkrut.!! Lihat harganya...., ini sangat mahal, Dimas!!!."
Anton cuma geleng - geleng kepala melihat Tom Dan Jerry lagi bertengkar.
Dimas mencibir, dan mengumpat.
"Dasar pelit.!!"
Andre menyimpan sebuah Alroji, yang nilai nya ratusan juta, yang dipilih Dimas.
Dimas kembali memilih dan Andre selalu membuntutinya. Dan Seperti biasa Andre berteriak kembali.
"Itu juga Mahal sekali"
Dimas terus mengumpat.
Terdengar suara Andre kembali.
"Itu juga Mahal sekali Dimas....!! Kenapa kamu sengaja membuatku marah Hahh!!!"
Dimas sewot.
"Bukan aku yang membuatmu marah, hanya kamu saja, yang pelit, Dasar pelit.! Mataku ini tidak bisa memilih yang murah, mataku ini sangat lah elit dan bermerk dan berkel...., "
Sebuah tamparan di kepalanya, membuatnya tercekat.
__ADS_1
"Plaaakk!!!!"
Dimas mengumpat kesal dan mengelus kepalanya. Dan menatap Andre sangat kesal.
"Aissssshhh....., Pria Gend*Ng. Ini. Hahhh!!
Kenapa selalu kepalaku, yang kamu pukul Andre!!"
Merekapun saling mencengkram dan Anton, sangat kewalahan memisahkan mereka.
"Sudah...sudah....!!!!!
Ayo....!! kita pergi, makan dulu, baru kita belanja."
Dimas menatap Anton kesal dan mulai mengomel lagi.
"Selalu makan saja di pikiranmu Anton!! Jika kita makan sekarang.... Paling hanya pakaian couple lagi... ,dan sepatu couple lagi..., dan topi ,ikat pinggang, sandal. Semua serba Couple....,Kamu tahu Anton Kita ini, sudah seperti kekasihnya, bukan sahabat lagi.!! Lain kali jika Andre mentraktir kita, sekalian kita memakai Baju wanita dan gincu dan rambut palsu.....!!"
Dimas mengucek rambutnya kesal dan Anton terpingkal.
"Hahaha.....haha...
Kata Anton tertawa geli. Sedangkan Andre bertambah kesal.
Dimas pun berkata kembali dengan nada ngotot. Dan sangat menjengkelkan di telinga Andre.
"Jadi kapan Andre membelikan ku Sebuah Alroji dan sebuah mobil mewah Hahh!!"
Dimas Berteriak kesal.
Andre sangat kesal dan menghadiahkan tamparan lagi di kepala Dimas...
"Plak!!
Memangnya aku Tante Piaraan, Kamu Hahh!!"
__ADS_1
Dimas sangat kesal dan mendesis.
Aissssshhh.....,
Sakit Andre......!!!!"
Mencoba membalas, tapi Anton segera menariknya, dan menyeretnya seperti kerbau.
Penjaga toko, dan beberapa pengunjung hanya bisa tertawa geli melihat pertengkaran. Kedua pria tampan itu. Karna kata - kata mereka yang sangat menggelikan.
"Sudahlah Dimas...., Kita makan dulu."
Dimas pun mengikuti langkah Anton dan sesekali saling balas, menatap kesal, dan saling mendelik mata yang tajam, Saling memelotkan mata dengan Mata Andre yang melotot siap menerkamnya
Ketiga sahabat itupun masuk di sebuah cafe, dan mulai memesan makanan. Dan segera makan, dan minum.
Sesudah melahap makanan dan minuman dan cemilan yang tersaji. Merekapun kembali memilih barang kembali Dan betul saja, Andre memilihkan seperti biasanya yang serba Couple. Dan membelikan juga untuk adiknya Ayuni. Yang sama dengannya. Dan tak terasa Tangan mereka sudah di penuhi belanjaan dan seperti biasa Dimas terus mengomel.
Sebenarnya bagi Seorang Dimas. Baginya. sangatlah kecil baginya, untuk membeli barang mahal itu. Karna orang tuanya sangatlah kaya dan tajir. Hanya dia memang sangat bawel dan matre, jika bersama Andre. Dia sangat suka bertengkar dengan Andre. Dan kebiasaan itu sudah mendarah daging. Sangat susah lagi dia lepaskan.
Merekapun berpisah dan menaiki mobil mereka masing - masing. Kembali ke rumah mereka.
Sesampai di rumah, Ayuni langsung berlari dan mengambil semua belanjaan kakaknya. Dan membawanya ke kamar Abangnya. Dan menyuruh Abangnya memakainya satu persatu. Dan dia pun seperti biasa menjadi tim penilai, yang sangat bawel.
Ayuni langsung melepas bajunya di hadapan Abangnya dan ingin mencoba pakaian yang dia belikan Abangnya.
Andre pun sangat kesal.
Tapi Ayuni segera memakai pakaian yang dia belikan Abangnya. Dan ingin melepasnya lagi. Badannya pun di seret keluar kamar, oleh Andre dengan semua pakaiannya, dan Andre menutup pintunya dan menguncinya.
Ayuni sangat kesal, menghentakkan kakinya dan berlalu.
Sedangkan Andre mengatur denyut jantungnya yang sudah berdetak tidak karuan.
"Aiishh.....Kenapa bocah itu, selalu membuat jantungku tidak sehat. Apa dia tidak tahu, Abangnya ini lelaki sangat normal."
__ADS_1
Andre pun melompat ke kasurnya dan menutup kepalanya dengan bantal. Tubuh Ayuni yang sangat bening dan seputih salju. yang sangat menarik itu, terus menari - nari di pelupuk matanya. Dia mencoba mengusirnya dan sesekali berteriak kesal dan akhirnya dia pun tertidur.
Bersambung.