
Part 63
Mama langsung memberondong Andre dengan banyak pertanyaan dan menatap Andre dengan tatapan penasaran.
"Andre, kenapa Ayuni menyiram kalian,?"
"Kenapa Ayuni ku yang sangat lembut bisa senekat itu,?"
"Dan apakah kamu tidak membuatnya kesal, jadi Ayuni jadi nekat begitu?"
Menatap Andre dengan sangat penasaran.
Papa memukul pahanya, dan Mama terlonjak kaget.
"Nah......!! Putri kesayangan Papa sudah nongol, Papa berteriak kegirangan.
Mengetahui Papanya, tersenyum lebar kepadanya dan melihat tanda pasti membelanya. Ayuni yang sudah mengikat rambutnya, berlari duduk dan memeluk Ayahnya.
Andre mendengus kesal.
"Tanyakan tuh, Ma, kenapa Ayuni menyiram kami. Untungnya Andre tidak punya penyakit jantung kalau punya, mungkin Andre sudah koma atau......."
Kata - kata Andre terputus, dengar suara lantang Mama.
"Andre jangan katakan itu nak!!! Mama jadi sedih nih," Membela juga anak kesayangannya.
Ayuni, memancungkan bibirnya, mengejek Abangnya.
"Saat ini bibirnya terasa kaku dan bengkak. "Abang benar - benar sudah kecanduan menciumku, pantas saja semua pacarnya klepek - klepek dengannya, dia sangat ahli mencium, tapi dia sungguh menyakiti bibirku." Ayuni meracau dalam hati dan menatap Abangnya dengan tatapan kesal.
Papa memeluk anak tersayangnya dan mulai bertanya.
"Sayang, pasti kamu punya alasan yang kuat khan sayang, menyiram mereka.? Tanya Papa, membela putrinya.
Ayuni mengangguk.
"Coba jelaskan sayang, secara inci dan terperinci." Kata Papa dengan nada merayu.
Ayuni tersenyum manja, dan mulai menjelaskan dengan mimik wajah yang sangat serius.
"Papa.....,
"Mama.....,
Mereka Khan berdua itu, Play boy cap buaya kampus, jadi namanya buaya.....,
Sesekali butuh air.
Jadi Ayuni hanya membantu mereka, dengan menyiram kepala, wajah dan kulit mereka, agar tidak kegatelan menggoda banyak wanita, agar ke depannya mereka bisa berguna bagi bangsa dan negara yang kita sangat cintai ini."
__ADS_1
Kata Ayuni sangat serius dengan wajah polosnya, seperti ibu guru yang sabar menjelaskan mata pelajaran kepada muridnya.
Sedangkan yang mendengarnya hanya bisa terbengong dengan mulut terbuka lebar.
Papa dan Mama saling berpandangan dengan mulut terbuka, begitu juga dengan bibi Inah ikut menganga.
sedangkan Dimas terkekeh sedangkan Andre menatapnya dengan kesal.
Mama dan Papa menarik nafas dalam, tenggorokan mereka terasa kering, alasan Ayuni betul - betul mereka tidak bisa cerna.
Mama pun tersadar dalam lamunannya.
"Mama tidak bisa berkata apa - apa. Hari ini Ayuni banyak membuat kejutan kepada kami, Mama hanya minta Ayuni minta maaf kepada Abangmu dan Nak Dimas.
Papa masih terbengong, sesuatu terbersit dalam pikirannya, akhirnya bibirnya tersenyum sedikit, kemudian banyak dan terkekeh, jawaban Ayuni sudah bisa dia cerna dengan sangat baik. Dia menyadari dulunya. Dia juga seorang play boy, cap Buaya kampus.
Mama mendelik marah, melihat Papa yang tertawa dan Papa segera menutup mulutnya.
Dan Ayuni pun terkekeh dan mengikuti papanya, menutup Mulutnya, hanya kedipan mata yang saling mengkode dalam diam, bahwa mereka saling mendukung.
"Ayuni.......!!
Cepat minta maaf Ayuni," bentak Mama kesal.
Ayuni spontan berhenti tertawa dan membuka tutupan mulutnya.
"Mama!! Aku tidak mau minta maaf sama Abang Andre, dia tadi memukuli bokongku, mengangkat ku seperti beras dan mengotongku di bahunya dan memukuli bokongku seperti anak balita dibawah 5 tahun."
"Andre, kamu sudah menodai bokong istriku, takkan kumaafkan kamu!!!, Menatap Andre penuh amarah, matanya melotot dan bibirnya mengeram.
Andre menatap Dimas dengan tersenyum bangga, Karna Papa dan Mamanya tidak menampakkan tanda marah, malah mereka tersenyum.
"Papa!!!
"Mama!!!.
Teriak Ayuni lantang.
"Kenapa kalian tidak membelaku.? Tanya Ayuni dengan kesal.
"Baiklah, Ayuni, anggap itu hukuman kamu, dari Abang kamu. Kata Mama membela Andre.
Dimas tersenyum mesum, dan berkata spontan.
"Apa aku boleh juga, menghukum Ayuni, dengan menggotong dan memukul bokongnya.!!" Tanya Dimas dengan harapnya, tapi tersentak dan menutup kupingnya, saat ini, gendang telinganya terasa mau pecah.
"TIDAAAAAK BOLEEEEH...!!!!!!"
Teriak Papa, Mama, Ayuni Dan Andre bersamaan. Dengan suara yang keras dan lantang.
__ADS_1
Dimas mengelus jantungnya.
"Aduuuuuh mau copot jantungku! belum jadi menantu." Gumam Dimas dalam hati, sambil mengelus dadanya.
"Ternyata mereka keluarga paduan suara sangat kompak." Terus meracau dalam hati.
"Kayaknya aku harus ikut les olahraga senam jantung biar terbiasa nanti jika sudah jadi menantu, nanti kucari di "PAMAN GOOGLE". Dimana lokasinya, saya butuh mendaftar secepatnya. Kata Dimas terus meracau dalam hati, dan terkekeh dalam hati.
Terlintas di bayangan Dimas, olahraga senam hamil, kakak satu - satunya, Emeli.
"Apa aku mendaftar sama dia saja yah."
Membayangkan Kakaknya yang sedang hamil besar sedang melakukan olahraga pernafasan untuk persiapan mau melahirkan. Dimas pun kembali terkekeh dalam hati.
"Kayaknya aku butuh psikiater saja" Dimas segera menutup khayalannya, dan mengucek rambutnya.
Mereka terdiam, tidak lama suara tawa Bibi Inah memecah keheningan.
"Haaa....haaa....haaaa." Giginya yang ompong sangat jelas terpampang seperti layar televisi.
Papa tertawa, di ikuti Mama, Andre dan Ayuni.
"Haaaa...haaaa....haaaa!!!"
Dimas kebingungan, celingak - celinguk mencari tahu pusat tawa keluarga sahabatnya Andre.
Matanya menatap ke depan, terlihatlah "GOA" yang cukup besar di hadapannya.
Dimas pun terkekeh dan akhirnya tertawa terbahak - bahak.
"Haaa... haaaaa....haaaa" Dimas sudah merasa sakit di perutnya. Tapi yang ditertawakan tambah tertawa juga, jadi membuat Bibi Inah bertambah lucu dan kocak, dan berhasil mengucek perut mereka semua.
Setelah sangat lelah tertawa. Papa berteriak.
"Stooop....
Bibi Inah........!!
Stop, jangan tertawa lagi, apa Bibi Inah mau membunuh kami? dengan terus tertawa." Bentak Papa kesal, tapi masih tersenyum kecil.
Bibi Inah cepat menutup mulutnya.
Gigi ompong Bibi Inah hanya 4 gigi yang kosong, yang lainnya masih ada, jadi sangat lucu karna di ujung kanan dan kirinya, masih terdapat beberapa gigi yang panjang dan runcing. jadi sangat lucu, dan bisa mengucek perut orang yang melihatnya.
Bersambung
"Dukung Author Yah, Agar lebih semangat lagi melanjutkan Bab selanjutnya.
Berikan Vote, like dengan comment. Readers, untuk penyemangat Author membuat karya baru lagi.
__ADS_1
Love you All