
PENGUMUMAN
My Readers mau curhat nih....😔😔 Rating Novel ini masih sangat rendah..padahal sudah di kontrak. Tolong fans ku sekalian...yang ku sayangi🥰🥰🥰🥰. Bantu Author mu ini. Agar membaca ulang walau sedikit dan memberi like, di setiap episode part-nya yah🙏🙏🙏🙏. Agar dukungan pembaca fansku tercinta ini, bisa menaikkan rating karya ini. Dan bisa di promosikan dan mendapat banyak pembaca agar semua bisa terhibur.🥰🥰🥰🥰. Salam sayang,❤️❤️ Muaaaaccch.....❤️❤️
My Readers Jangan lupa mampir membaca Novel kedua ku yang sangat menarik. pasti membuat Baper..dan selalu tertawa. Bantu like di setiap episodenya...Yah🙏🙏 agar bisa menaikkan ratingnya. Sisa klik nama Author. Karya keduaku akan muncul. Dengan judul.
Masihkah Harus Memilihmu Sayangku.
Menceritakan gadis cantik idola yang di cintai tiga pria yang sangat tampan yakni Andre, Ariel dan Didi Prayana.
Di bawah ini gambar visual. Alisa, Andre, Ariel Dan Didi Prayana. Kalian saya jamin baper dan selalu tertawa. ceritanya sangat kocak. bantu share yah🙏❤️🥰🥰🥰
Visual Alisa.
Visual Andre.
Visual Ariel
__ADS_1
Visual Didi Prayana
Jsngan lupa yah...Bantu baca karya kedua ku diatas yang banyak halu nya🤭🤭😀😀🙏🙏❤️❤️🥰🥰
Lanjutan Part 126.
Jeoung Hyuk. Terus melajukan Mobilnya. Tak terasa dia sudah sampai di depan kantor Park She Hyo. Dia pun memarkir mobilnya dan berlari masuk ke dalam kantor. Terus berjalan dan menaiki lift. Dan akhirnya sampai di gedung utama, ruang Direktur.
Diapun segera masuk dan langsung di sambut pelukan dari istrinya, yang sudah menangis tersedu - sedu.
"Sayaaang....dia belum sadar juga...Huhuhu...huhu...Apa yang harus kita lakukan sayang...? Huhuhu...huhu..."
sayaaang....hapus...air matamu...kita harus lebih kuat darinya.."
Menghapus air mata istrinya dan mengecup keningnya berulang - ulang, dan memeluknya dan terus mengusap bahu istrinya. Yang begitu terpukul melihat keadaan Park She Hyo yang masih pingsan.
"Sayaaang...sudahlah...jangan menangis..jika Park She Hyo, bangun dan melihatmu menangis, dia juga akan bertambah sedih."
"Cup....cup...sayang..."
Mengecup kening istrinya kembali.
__ADS_1
Mi Young menghapus air matanya. Benar kata suaminya...Melihatnya terus menangis nanti membuat sahabatnya bertambah sedih.
Mi Young mendekati sahabatnya dan mengusap keningnya, dan mengelus tangannya.
Tiba - tiba tangan yang di pegang Mi Young, bergerak. Mata Park She Hyo terbuka. Melihat Mi Young di sampingnya. Dia pun histeris kembali, menangis kencang, dan bangun dan langsung bersimpuh di lantai, menangis dan langsung memeluk Mi Young yang duduk di bawahnya.
Kedua sahabat itupun, berpelukan sambil menangis. Tak lama di sela kesedihan yang mendalam. Park She Hyo, berkata sambil menangis tersedu - sedu.
"Mi Young...Huhuhu....huhu....Aku melihat Suamiku...Mi Young...Huhuhu...huhu...Dia tadi ada di depan...Huhuhu...huhu...Menatapku....Huhuhu...huhu....Dia...Melihatku....Huhuhu...huhu..
Caranya menatapku.....Itu....Huhuhu...huhu...Itu tatapan Cho Jae Hyun...Itu...Dia....Bantu aku mencarinya Mi Young....Huhuhu...huhu...Aku sangat merindukannya. Huhuhu...Huhu..."
Mi Young hanya bisa menangis, tersedu - sedu...Hatinya sangat sakit...apa yang di katakan Park She Hyo, adalah kata - kata yang tidak normal...Apa sahabatnya kembali depresi.? Mi Young tambah terpukul. Dan makin meringkuk di lantai memeluk erat sahabatnya. Mereka terus menangis.
Jeoung Hyuk, sudah dari tadi memeluk istrinya dari belakang dan tangannya pun melingkar di bahu Park She Hyo, menepuk bahunya dengan lembut. Menenangkan hatinya dan tak berhenti mencium rambut belakang istrinya. Mereka bertiga saling berpelukan, dan bersimpuh di lantai. Tubuh Mi Young sudah di dalam sela paha suaminya.
Jeoung Hyuk mencoba menahan tubuh istrinya agar tetap bisa menyanggah tubuh Park She Hyo yang terus menangis memeluk istrinya.
Bahkan wajah Park She Hyo sudah bersandar di Dada Jeoung Hyuk, dan terus menangis, begitu juga istrinya, menangis tersedu - sedu sangat khawatir dan ketakutan serta trauma. Sahabatnya kembali depresi.
Staf, Dokter dan Asistennya yang berdiri disana, juga menangis tersedu - sedu. Melihat mereka bertiga, sangat saling menyayangi satu sama lain. Sungguh mereka sahabat yang sejati.
Bersambung
__ADS_1