Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 143


Keesokan harinya, Andre bangun duluan. Sudah mandi, diapun mulai sibuk di dapur memasak untuk Ayuni.


Ayuni sungguh beruntung, punya calon suami Tampan. Seorang Pewaris perusahaan besar, Romantis, Pintar masak dan sangat mencintainya. Sungguh beruntung dirimu Ayuni Wardana. Hihihi....Lanjut.


Andre tidak membangunkan adiknya, dari dulu Ayuni sangat susah dia bangunkan.


Andre terus sibuk di dapur dan mulai menyiapkan makanan dan membawanya ke meja makan. Dia melirik Jam.


"Tumben pelayan suruhan Ibu, tidak datang. Sepertinya Mama Dan Ibu, sengaja memberikan kami waktu untuk berdua."


Andre pun Manggut - manggut dan mulai tersenyum kecil, kemudian banyak dan terkekeh dalam hati. "Eeh...Abang ganteng, bukannya mereka memberimu waktu luang bersama. Mereka merencanakan perkawinan kilat untukmu. Tunggu saja Surprise nya. Di jamin kalian Shock. atau kesenangan, Hihihi.... Lanjut...."


Setelah semua selesai, Andre ke kamar untuk membangunkan kesayangannya.


Andre berbaring di dekat Ayuni, memeluknya dan menciumi seluruh wajahnya dengan bunyi cecap yang sengaja Andre lakukan, agar bising di telinga Ayuni, agar Ayuni terbangun. Tapi adiknya tidak bangun juga. Andre melebarkan mulutnya dan mulai menjepit Pipi Ayuni, seolah memakannya dan sedikit menghisapnya. Tapi belum bangun juga. Ide iseng Andre muncul. Dia sengaja membuka kancing baju Ayuni, kancing pertama mulai terbuka, kancing kedua, terus kancing ketiga, dan akhirnya terbuka semua.


Andre sedikit menahan ludah, awalnya hanya iseng tapi naluri laki - lakinya kambuh. Tubuh Ayuni yang putih mulus, dan sebuah dada yang putih bersih, di selanya terpampang daging lembut agak menyembul yang masih terbungkus Bra merah, sangat menarik di pandangan Andre.


Andre mendekatkan bibirnya dan mencium dada lembut yang menyembul yang sangat indah di pandangannya. Mengecupnya lembut dan mulai menghisap untuk meninggalkan jejak. Andre semakin menciumi kedua bukit lembut itu, yang sebagian menyembul dari Bra Merah Ayuni.


Sedangkan si empunya badan masih terlelap tidur.


Andre sangat gemas, terus membuat banyak tanda merah, Andre menghentikan aktivitasnya. Karna takut tidak bisa mengendalikan dirinya.


Andre tersenyum lebar, melihat banyak tanda merah di dada Ayuni, sebagai tanda kepemilikannya.


Ayuni mengerjab. dan akhirnya terbangun. Matanya menangkap wajah tampan Abangnya yang sedang tersenyum lebar memandangnya. Ayuni merasa perih di dadanya. Dia menunduk dan langsung terduduk shock. Memperhatikan dadanya yang putih sudah banyak tanda merahnya, menatap Abangnya sangat kesal, serta memukulinya.


"Dasar...pria..mesum!!!!!"

__ADS_1


Andre tertawa dan menjatuhkan tubuh Ayuni di atasnya dan Tampa sengaja. salah satu dada lembut itu, mendarat sempurna di mulut Abangnya yang sedang tertawa lebar.


Ayuni sangat malu dan mengangkat tubuhnya. Tapi Andre memeluknya dengan erat dengan tatapan penuh cinta. dan membalik tubuh Ayuni dan menindihnya.


Andre mulai mencium lembut bibir Ayuni, dan mulai menghisap lembut bibir bawahnya, kemudian melepaskannya dan ciumannya kini menyusuri leher jenjang Ayuni, kadang bibir dan terkadang lidah yang menyusuri perlahan makin ke bawah.


Andre menatap Ayuni. Tatapannya meminta persetujuan Ayuni, Seolah menginginkan kedua dada lembut itu.


Ayuni membawa tangannya ke belakang, mengangkat tubuhnya sedikit, dan membuka pengaitnya, melepas penutupnya, melemparnya ke lantai.


Andre terperangah, dia tak menyangka Ayuni senekat itu, menyodorkan sesuatu yang tidak mungkin pria normal, apalagi mencintainya, menolaknya begitu saja.


Dada Andre berdegup kencang. Nafasnya mulai tak teratur. Pemandangan di depannya sangat indah. Dua ujung titik bulat berwarna kemerahan begitu menantang dan tak kuasa menolaknya.


Andre pun seperti bayi kehausan begitu rakus menikmatinya, Ayuni menggelinjang dan hanya bisa meremas rambut Andre dan mengeluarkan suara merdu yang semakin membuat Andre semakin berpacu. Bibir dan lidah, serta jemari tangan Andre, sangat bekerjasama dengan baik, di area itu.


Andre pun tersadar dan cepat menjauhkan bibirnya, dan duduk di pinggir ranjang. mengatur nafas. Otaknya sungguh sangat mesum.


Ayuni yang sudah terbuai pun sadar, bahwa mereka belum boleh melakukan itu. Mereka belum sah menjadi Suami Istri.


" Kasian Abang Andre, sangat tertekan melawan nafsunya sendiri. Terserahlah Mama jika ingin mempercepat perkawinan kami."


Gumam Ayuni dalam hati.


Andre pun berbalik dan tersenyum manis.


"Sayang...mandilah dulu..saya tunggu di meja makan."


Ayuni mengangguk.


Andre segera keluar dan mencoba menyalakan televisi. Bayangan kegiatan panasnya, selalu saja membayang di pelupuk matanya dan memenuhi pandangan matanya.

__ADS_1


"Aku sungguh, tidak bisa menahan diri lagi. Aku harus segera menikahi Ayuni, Aku tidak bisa lagi mengontrol diriku. Aku harus bicara pada Mama Andarani, agar cepat menikahkan kami.


Andre sedang di depan televisi, tapi pikirannya kemana - mana. Setengah jam kemudian Ayuni muncul dari dalam kamar, dan membuat kepala Andre, mendadak pening kembali menahan hasratnya.


Ayuni memakai kemeja putihnya, tampa celana. Sangat pendek di atas pahanya yang putih bersih.


Andre menelan ludah kembali dan kepalanya malah bertambah pening. Ayuni tidak memakai Bra, kedua titik bulat itu begitu tergambar di balik baju putih yang transparan, di sertai rambut basah yang tergerai. Sungguh pemandangan yang sangat indah.


Andre mendekati adiknya, berapa kali menahan ludah, nafasnya terasa panas. Dadanya berdetak keras. Dia menatap Ayuni penuh hasrat dan memeluknya.


"Mengapa kamu sangat menyiksaku..sayaaang....."


Merapatkan tubuh Ayuni di tubuhnya, kedua titik bulat itu, menempel sempurna di dadanya yang membuat jantungnya semakin berdetak kencang.


"Aku...tidak...menyiksamu...sayaaang...aku


tidak memiliki baju ganti...kamu saja yang mesum.."


Kata Ayuni dengan manja.


"Masuk pakai Bra mu sayang...aku akan segera menikahi mu..dan tak kubiarkan kamu memakai Bra jika bersamaku...Aku..sungguh sangat tergoda dengannya."


Ayuni terpingkal. Andre menyambar bibir Ayuni, lama mereka saling bertukar rasa.


Andre melepas ciumannya dan mendorong Ayuni masuk ke kamar, untuk memakai Bra nya.


Ayuni pun masuk dan memakainya dan kembali duduk di meja makan, aktivitas suap menyuap mereka lakoni kembali.


Setelah mereka makan, Andre dan Ayuni duduk di depan televisi. Ayuni duduk di sela kedua paha Andre, menyandarkan kepalanya di dada Andre.


Andre mendekap tubuh Ayuni dari belakang, sesekali mencium bahunya dan pipinya. Sungguh pasangan yang sangat romantis dan serasi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2