
Part 76
Selesai Shalat Berjamaah. Papa membalikkan badannya, berhadapan dengan Mama, Andre, Ayuni serta Bibi Inah. Merekapun bersalaman dengan kepala keluarga mereka.
Papa mencium Kening istri dan anak - anaknya.
Selesai shalat Berjamaah, keluarga yang harmonis itu, bersenda gurau dengan bahagia, sampai mereka menyerah di serang rasa mengantuk yang berat.
Papa dan Mama duluan ke kamarnya. Dan Bibi Inah pun ke kamarnya. Tinggallah Andre yang menemani adiknya menonton. Ayuni menyandarkan kepalanya di paha Abangnya. dengan posisi baring menyamping menonton televisi.
Cukup lama mereka menonton, Andre selalu membelai rambut adiknya, dan melihat adiknya sudah tertidur, diapun menggendong adiknya, ke kamarnya, dan tidur di samping adiknya, memeluk adiknya, membawanya nya kedalam pelukannya dan merekapun tertidur pulas.
***
Keesokan Paginya Andre lebih duluan terbangun dan membangunkan adiknya yang masih memeluknya. dan membisiknya mesra.
"Pacarku....
bangunlah pacarku," Bisik Andre.
Ayuni merasa geli, mendengar panggilan baru dari Abangnya. Mata indahnya terbuka dan terkekeh, melihat Abangnya.
"Hehehehe..." Ayuni tertawa.
Andre pun ikut terkekeh.
"Hehe..Kenapa tertawa, pacarku sayang. Mencium kening adiknya.
Ayuni tertawa, memukul dada Abangnya.
"Abang Lebay...
__ADS_1
Ayuni geli mendengarnya."
Andre tersenyum.
"Biasakan dari sekarang, mendengarnya. Karna saat ini aku adalah pacarmu, dan kamu kemarin sudah menerimaku. Dan itu kuanggap kado terindah Ulang Tahunku. Tersenyum riang.
"Sudah... Aaaah...!!
Ayuni mau mandi. Hadapi Abang tidak ada habisnya tertawa." Kata Ayuni masih terkekeh.
Ayuni mau bangun, ditarik lagi oleh Abangnya.
"Apa kamu tidak ingin mencium pacarmu dulu." Kata Andre tersenyum manja.
Ayuni terkekeh dan mulai mencium Kening dan kedua pipi Abangnya.
Andre memajukan bibirnya untuk di cium oleh Ayuni. Dan Ayuni pun mengecupnya lembut. Andre pun menahan tengkuk adiknya dan membenamkan bibirnya dalam - dalam dan bibir Andre masuk di sela bibir Ayuni, menghisap lembut bibir adiknya dan menggigitnya lembut dan melepaskannya.
Ayuni tertawa dan memukul dada Abangnya. Ayuni sadar, Apa yang di lakukan nya adalah salah.
"Dia Abangku, tapi kenapa hatiku merasa tidak bersalah melakukannya dan mau melayani setiap Abangku menciumku, bahkan aku sangat senang di cium Abang Andre. Ciumannya begitu tulus dan menyentuh hatiku, dan hatiku begitu hangat dan sangat tenang." kata Ayuni dalam hati dan segera bangun di tempat tidur dan masuk ke kamar mandi.
Andrepun bangun dari tempat tidur dan pergi ke kamarnya. Mandi dan bersiap mengantar adiknya ke sekolahnya.
Merekapun telah mandi dan berpakaian. Setelah pamit di orang tuanya. Andre dan Ayuni naik ke motor dan Andre mulai melajukannya, menyusuri jalanan kota, berbaur dengan pengendara lainnya.
Merekapun tiba, di depan gerbang sekolah Ayuni.
Ayuni turun dari motornya dan menarik tangan Adiknya, dan membuka tali helm Adiknya.
Mengusap kedua pipi adiknya.
__ADS_1
"Jangan melirik cowok lain, selain pacarmu ini yah, Apalagi di Dewa Tolol itu, tetaplah selalu mengingatku." Tersenyum manja.
Ayuni hanya bisa tertawa kecil, melihat Abangnya, yang sudah mulai Bucin terhadapnya. Dia hanya bisa mengangguk untuk menyenangkan hati Abangnya.
Andre meninggalkan adiknya dengan perasaan yang sangat bahagia. Melihat adiknya juga sangat jinak dan menganggapnya pacarnya walau hanya sekedar sandiwara saja bagi Ayuni. Tapi tidak bagi Andre.
Andre sudah menganggap Ayuni pacarnya dan berharap Ayuni menjadi sah nantinya dengan dirinya di jalinan suci pernikahan.
Raut wajah Andre tampak sangat bahagia, senyumnya selalu terhias di wajahnya yang tampan.
Di kampus pun Andre selalu tersenyum sendiri yang tentu saja Dimas, sahabatnya yang Bar - bar itu menegurnya.
"Hai, Sobatku yang tampan, ada apa dengan dirimu, Senyum kamu itu membuatku sangat iri. Apa kamu menang lotere atau memenangkan hati seorang wanita." Katanya penuh selidik.
Andre sadar, Dimas tidak boleh curiga dengannya,. Dan Andre segera mengalihkan perhatiannya.
Kemarin aku berulang tahun sobat, seperti biasa. Aku cuma merayakannya dengan keluargaku saja. Aku cuma teringat hal lucu saja dirumah.
Oh ya, ATM Papa masih kupegang. Aku mau belanja pakaian, sepatu atau Apalah yang kalian ingin belanja. Walau uang Bokapmu lebih banyak dari Bokapku, tapi kali ini aku lagi yang belanja.
Aku tahu kamu yang sering membelikan kami barang bermerk, giliran aku lagi.
Dimas mengangguk senang, walau dia sangat kaya dia sangat senang di belanjakan sahabatnya dan segera meneriaki Anton yang baru datang.
Bersambung
Dukung Author dengan Vote. like dengan comment yah.
My Readers jangan lupa vote dan Comment yah.
Love Love You All.
__ADS_1