
Part 42
Di Kantin sekolah Tampak Ayuni. Dea dan Dewa, sementara makan, mereka sudah terkenal satu sekolah menjadi idola sekolah. Popularitas mereka sangat populer di kalangan Siswa dan siswi yang mengagumi mereka yang sangat cantik dan Dewa yang tampan.
Mereka banyak mengharapkan Ayuni dan Dewa menjadi pasangan, apalagi jika di pandang mata luar, Ayuni sangat lengket dengan Dewa daripada Dea, yang kelihatan cuek.
Dewa bahkan tidak sungkan lagi menyentuh Ayuni. menyuapi makan, membersihkan sisa makanan di bibirnya dan merangkulnya. padahal semua Dewa lakukan untuk membuat Dea cemburu sedangkan Ayuni Pasrah menjalani perjalanan cintanya, dalam diam tampa ada yang mengetahui, bahwa dia sangat mencintai Dewa.
Roy dan Dedy pun sudah sungkan mengganggu mereka. Melihat saingan mereka Dewa dan Andre membuat mereka, mengubur dalam rasa cinta mereka.
Dea banyak yang menawari menjadi model, Karna dia selain cantik juga modis dan energik. Tapi Dea tidak mau, Dea mau fokus sekolah dulu. Begitu juga dengan Ayuni, banyak yang menawari menjadi Artis, jika mereka berjalan di tempat keramaian, banyak yang menawari. Alasan mereka mau fokus sekolah dulu. Begitu pula Andre dan Dewa tapi mereka pun tidak ada minat menjadi terkenal. menjadi orang biasa lebih menyenangkan, bagi mereka.
"Ayuni, Papa dan Mamaku mencari kamu, katanya mereka sudah merindukanmu. Nanti Abang Andre suruh antar ke rumahku yah, besok tidak sekolah khan hari Minggu.' Kata Dea membujuk Ayuni.
Dewa kamu boleh kok kerumah aku juga. Dea menawari Dewa.
"Maaf aku ada urusan, kayaknya belum bisa lagian saya SDH kerumah kamu kok." Kata Dewa dengan santai, penolakan Dea masih sakit, membekas di dadanya.
Ayuni menoleh ke Dewa, dan Dewa dengan mesra, menatapnya dan mengelus pipinya.
Tetapi Ayuni malas meladeni, karna dia tahu dia cuma dijadikan alat yang di pakai Dewa, memanasi Dea. Dia hanya bisa diam mematung tampa expresi.
Di dalam hati Dea sudah full dengan nama Abang Andre, jadi percuma saja Dewa memanasi.
Terkadang Ayuni ingin melarang Dewa untuk mesra dengannya, tapi Ayuni juga menginginkannya. Karna dia akui sangat mencintai Dewa dan sangat menyukai setiap sentuhannya, walau terkadang seperti duri dalam dagingnya, terasa perih dan menyakitkan. Apapun yang di lakukan Dewa, bahkan menciumnya, Ayuni hanya pasrah saja.
Untunglah Abang Andre tidak melihat Dewa menyentuhku, jika Abang melihatnya, bisa di hajar habis - habisan Dewa. Gumam Ayuni dalam hati.
"Ayuni, kapan kita keluar jalan - jalan naik motor bersama ." Kata Dewa.
__ADS_1
Ayuni tertawa, he..he....!! "Sudahlah, jangan bermimpi membawaku naik motor bersamamu, jika masih sayang nyawamu, jangan sekali - kali mesra di depan Abang Andre, dia sangat menjagaku dan melarang aku pacaran." Kata Ayuni, menatap tajam ke Dewa.
Dea tertawa, He..he...! Dewa jangankan kamu, pacar Andre saja sendiri. rela dia putuskan jika ada yang memarahi apalagi menghina Ayuni. Apa kamu tidak tahu, Dewa sangat menyayangi Ayuni, melebihi dirinya sendiri." Kata Dea, membenarkan Ayuni.
"Wajarlah, Abangnya seperti itu, Ayuni sangat cantik dan menggemaskan, akupun jika menjadi Abangnya, akan sangat menjaganya." Mencubit lembut pipi Ayuni. Kata Dewa, memuji Ayuni.
Dewa melanjutkan melahap makanannya, pikirannya menerawang, memikirkan Ayuni.
Iya, aku akui, gadis ini sangat cantik, wajahnya seperti lukisan, tak ada yang tidak menarik di wajahnya, begitu cantik, Manis dan menggemaskan. Seandainya hati ini bisa bergetar dan mencintaimu Ayuni, pasti aku sangat bahagia, mencium kamu, sangat aku nikmati tapi rasa cinta itu, masih milik Dea, dan maaf aku memanfaatkan kamu. Untungnya kamu cuek dan berhati baik, sekedar membantuku mendapatkan cinta Dea, gumam Dewa dalam hati, terus melahap pelan makanan di hadapannya.
Pikiran Ayuni pun menerawang, Dewa kamu sangat memujiku, tapi tidak adakah rasa cinta, sedikitpun di dalam hatimu, sangat sakit hatiku, kamu memanfaatkan aku, tapi karna cinta aku begitu besar kepadamu, aku mengorbankan perasaanku. Aku akui, sentuhan, ciuman kamu, sangat aku nikmati, walau akhirnya hanya menyakiti hati dan perasaanku. Ayuni mencoba tegar dan menarik nafas dalam, untuk mengusir kesedihannya.
Dea memulai pembicaraan.
"Ayuni, apa kamu tidak ada rasa, walau sedikit untuk Dewa, ciuman kemarin sangat panas lho dan bergelora.......,kalian berdua kelihatan sangat menikmati......!" Kata Dea serius.
Ayuni terbatuk begitupun dengan Dewa, mereka bersamaan terbatuk. tidak menyangka Dea membahas ciuman mereka.
"Aish........Kalian ini !!
Lihatlah kalian ini sangat cocok jadi pasangan, kenapa sih kalian sangat keras kepala." Dea mengucek rambutnya kesal.
"Sudahlah Dea, jangan banyak bicara, Ayuni masih terbatuk. Bantu beri minum." Kata Dewa.
Dea dengan wajah cemberut, berdiri menghampiri Ayuni dan membantunya minum.
Ayuni, sangat malu dan shock dengan pertanyaan Dea, Ayuni resah, dia tahu sifat Dea, tidak akan berhenti bertanya jika tidak di jawab, aduh... Dea kenapa sih tanyakan itu, gerutu Ayuni dalam hati.
Dewa mengelus punggung Ayuni dengan lembut.
__ADS_1
"Dea kembali ke tempat duduknya, menatap tajam mereka berdua, "Dewa.....!!
jawab pertanyaan aku, ciuman kalian itu sangat panas dan ......
Dewa berdiri dan menarik tangan Ayuni, meninggalkan Dea, hanya itulah cara terbaik yang bisa dia lakukan. Dan Ayuni mengikuti langkah Dewa. mereka pergi ke Taman belakang sekolah.
Dewa melepaskan tangannya, takut ada guru yang menegur, mereka terus berjalan dan sampailah di taman belakang sekolah, mereka tidak peduli lagi dengan pandangan siswa dan siswi yang memperhatikan kedua pasangan yang sangat serasi ini.
Sesampainya di sana, mereka duduk di bangku panjang yang ada di taman itu, tampak siswa dan siswi tidak ada di sana.
Dewa mengambil tangan Ayuni dan menggenggamnya. " Ayuni maaf, aku mencium kamu , sangat panas dan sangat berhasrat.
Aku akui aku sangat menikmatinya, tapi kamu tahu khan aku mencinta Dea, aku cuma memanasi dia saja. Sungguh aku sangat mencintainya." Menghela nafas, menatap ke depan.
Mendengar kata Dewa, hati Ayuni sangat sakit dan perih, bagai tertusuk belati yang ditusukkan di dadanya secara berulang - ulang, rasanya ingin menangis, seorang yang paling kita cintai, mengutarakan rasa cinta kepada orang lain walau itu sahabat sendiri. Rasanya ingin menangis, tidak aku harus kuat. Ayuni sekuat tenaga menahannya dan tersenyum, menepuk punggung tangan Dewa. Dia harus kuat, anggaplah ini pengorbanan cinta untuk orang terkasih, bukankah cinta tidak selamanya memiliki, Ayuni menarik nafas dalam dia mencoba mengusir kesedihannya dengan berbesar hati.
"Dewa, aku tidak bodoh kok, aku tahu kamu mencintai Dea, aku sering memperhatikan kamu kok, aku mau di cium sama kamu juga hanya sekedar membantumu." Jawab Ayuni mencoba berbohong.
"Aku tahu Ayuni, kamu hanya membantuku, apa kamu tidak menyukaiku Ayuni, aku akan coba mencintaimu jika nantinya Dea dengan Abang kamu akan bersama ." Menghela nafas.
Ayuni sangat sedih, dirinya yang begitu di puja kaum Adam, hanyalah pelarian dari lelaki yang patah hati, seperti Dewa. Dia sangat bingung apakah dia senang mendengarnya akan memiliki Dewa seutuhnya, tapi mengapa dadanya begitu perih, rasanya ingin menangis. tidaaaak.....aku harus kuat, menghibur hatinya kembali. menarik nafas lebih dalam, yang setiap tarikannya sangat sakit.
Bersambung
Dukung Author Yah. Penasaran khan dengan
kisah Ayuni dan Dea, terus berikan Vote,like dengan comment, saat ini Author sangat membutuhkannya.
Berikan semangat Author untuk melanjutkan Bab, semoga bisa di kontrak dan di senangi.
__ADS_1
Love you All.