Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab. #105


__ADS_3

Dua Minggu kemudian, Elsa mendapat pesan dari nomor yang tidak dikenal. Pesan tersebut berisikan tentang kabar dan sebuah perhatian. Tentu saja Elsa sangat risih, sudah berapa nomor dia blokir tetapi selalu saja ada nomor baru lainnya yang mengirimi dia pesan.


"Menganggu saja!'' ucap Elsa sambil menghempaskan diri di atas ranjang.


Tak lama kemudian, Jimmy menghubungi Elsa. Gadis cantik itu tersenyum dan menjawab panggilan dari Jimmy.


๐Ÿ“ฑ"Ay, hari ini aku akan pulang. Apa kamu tidak ingin menitip sesuatu?"


Ya, Jimmy saat ini sedang berada di Hongkong untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan terbesar nomor dua disana.


"Eum, apa saja yang kamu bawakan pasti aku akan menerimanya."


๐Ÿ“ฑ"Baiklah, tunggu aku, ya? Kemungkinan malam nanti aku sudah sampai di Indonesia dan akan langsung ke apartemenmu."


"Terima kasih, By. Kamu hati-hati dijalan, aku ingin beristirahat karena baru saja pulang bekerja."


Setelah mengucapkan kata penutup, Elsa kembali meletakkan ponsel di atas ranjang. Dia memejamkan matanya sesaat lalu tanpa sadar tertidur pulas.


Tak sadar waktu dengan cepat berputar, Elsa terbangun tepat pukul sepuluh malam. Dia merasakan perutnya yang sangat lapar.


"Astaga, aku ketiduran." Elsa melirik jam dinding lalu dia menghidupkan ponselnya. "Belum ada kabar dari Jimmy lagi, mungkin dia belum sampai. Sebaiknya aku mandi terlebih dahulu, setelah itu memasak sesuatu untuk makan malam." ucap Elsa memutuskan.


Satu jam kemudian, selesai makan malam, Elsa mendengar pintu apartemennya diketuk. Dia berpikiran jika itu adalah Jimmy, tanpa bertanya atau berpikir panjang, Elsa berjalan ke arah pintu dan membukanya. Namun, ketika pintu berhasil dibuka lebar, seketika senyum Elsa menyurut.


"Kau, kenapa kau bisa tahu alamat tempat tinggalku?"


"Sudah ku katakan jika aku masih sangat mencintaimu, Elsa. Maka dari itu, aku pasti mencari informasi tentangmu."

__ADS_1


"Kau! Kau benar-benar gila! Kau terlalu Terobsesi denganku." ketus Elsa.


"Aku hanya ingin kesempatan kedua, Elsa. Aku berjanji akan memperbaiki diri."


"Pergi, Ax!" Elsa mengusir dengan teganya.


"Tapi, Elโ€”"


Suara deru mobil menghentikan perkataan Axton, pria itu menatap seseorang yang baru saja turun dari mobil tersebut. Sementara Elsa, dia mengembangkan senyumnya saat melihat siapa yang datang.


"Sayang?" Elsa memanggil dengan penuh keromantisan.


"Hai, Ay." Jimmy berjalan menghampiri Elsa, dia melirik pria yang berada di dekat calon istrinya itu. "Ay, diaโ€”?" Jimmy hanya memberikan kode saja dan Elsa pun langsung paham.


"Oh, aku akan menjelaskannya nanti padamu. Kamu pasti lelah bukan? Masuklah dan beristirahat sebentar sebelum kamu pulang ke apartemenmu."


"Mohon maaf, Tuan Axton. Calon suami saya baru saja pulang dari luar negeri, jadi saya harus menemani dia untuk istirahat. Anda bisa pulang sekarang juga! Silakan." Elsa mengusir secara halus.


"Siapa dia, Ay?" Jimmy bertanya ketika melihat Axton yang sudah menjauh.


"Masuklah dulu, By. Aku akan menceritakannya di dalam."


Keduanya berjalan bersama dengan Elsa yang setia menggandeng lengan kekar milik Jimmy. Sesampainya di dalam rumah, Elsa mengajak Jimmy duduk di sofa.


"By, kamu mau minum apa? Teh hangat atau coffee panas?"


"Apa saja, Sayang."

__ADS_1


Elsa berlalu pergi ke dapur untuk membuatkan Jimmy kopi panas. Beberapa menit kemudian dia kembali dengan membawa nampan berisi coffee dan satu piring roti isi cokelat.


"Minumlah." ucap Elsa sesudah meletakkan nampan di atas meja.


"Ay, kamu belum menjawab pertanyaanku. Siapa pria itu?'' Jimmy terus bertanya, dia belum puas jika Elsa tidak menjawabnya.


''Dia, dia itu mantanku, By. Seorang pria yang pernah meninggalkan aku begitu saja, pergi tanpa jejak, dan aku mendengar kabarnya disaat dia sudah resmi menjadi suami orang."


"Dia kembali? Untuk apa?"


"Entahlah, dia meminta kesempatan kedua, tapi aku berkata jika aku akan segera menikah."


"Baguslah, lalu apa jawaban pria itu?''


"Dia tetap menggangguku, By."


'Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera menikahi Elsa. Jika tidak, aku takut dia di ambil orang lain.' batin Jimmy ketakutan.


"By, kenapa kamu diam saja? Aku tidak akan menerimanya, By. Aku hanya mencintaimu, aku sedang menunggu kapan kamu akan meresmikan hubungan kita ini."


"Secepatnya, Sayang. Aku akan membicarakannya lagi dengan orangtuaku."


Elsa mengangguk, dia bersandar di dada bidang Jimmy.


"Kita pasti akan segera menikah, Sayang." ujar Jimmy yakin sambil mengelus kepala Elsa dan mengecupnya perlahan.


Mereka terdiam terdiam dengan pikiran masing-masing.

__ADS_1


{**Bersambung**}



__ADS_2