
Dua Minggu kemudian.
Elsa dan Raymond telah resmi membuka cafe yang letaknya tak jauh dari kota.
"Benar, klinik nya bagus dan khasiat perawatannya juga langsung terlihat." ucap salah satu pengunjung cafe.
"Aku jadi ingin mencoba, ARA GLOW ya namanya?" sahut sang teman.
Elsa yang tak sengaja mendengar percakapan pengunjung di cafe nya langsung penasaran.
"Ada apa?" Raymond berjalan menghampiri Elsa yang hanya diam saja di meja kasir.
Elsa menoleh dan menatap Raymond.
"Aku sedang berpikir tentang percakapan pengunjung tadi."
Dahi Ray sukses mengerut.
"Percakapan? Kau menguping?"
"Eh, tidak! Aku tidak sengaja lewat dan mendengarkan percakapan mereka tentang klinik kecantikan yang baru buka minggu lalu."
"Terus?" Raymond memangku tangan di dagu dan menatap Elsa.
"Ya, aku ingin mencoba melakukan perawatan disana."
"Lakukanlah, tunggu apa lagi?"
"Jadwalku padat, Ray. Tetapi jika kau bersedia menemaniku maka aku pasti akan meluangkan waktuku untuk melakukan perawatan di tempat itu." Elsa tersenyum manis.
"Ck! Baiklah, sebagai teman yang baik maka aku akan menemanimu pergi ke tempat itu.
"Benarkah?" Elsa bertanya dengan mata berbinar.
Raymond mengangguk yakin, dia berpikir tidak ada salahnya jika dirinya menemani Elsa untuk melakukan perawatan.
"Ya sudah, kalau begitu pukul tiga sore nanti kita akan pergi ke klinik kecantikan itu. Setelah pulang dari klinik, kita akan malam bersama di luar. Bagaimana?"
__ADS_1
"Boleh, idemu tidak terlalu buruk."
'Yes, akhirnya Raymond mau menemaniku.' Elsa membatin dengan hati riang.
•
•
Kiara telah bersiap untuk pergi meninjau klinik kecantikan miliknya yang baru buka beberapa minggu lalu.
"Ray! Rayyan!!!" Kiara berteriak dari lantai bawah.
Rayyan keluar dari dalam kamar dan segera menuruni anak tangga guna menghampiri sang Mama.
"Ray, pekerjaan Mama di rumah telah selesai. Mama ingin pergi ke klinik, apa kamu mau ikut?" Kiara menatap wajah tampan sang Putra.
"Pukul berapa ini Mam?"
Kia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Pukul empat sore."
Ya, setiap harinya Ray hanya bermain dengan Glend dan juga bermain gadget.
"Ya sudah, ayo kita pergi sebelum Papa kamu pulang dari kantor."
Meskipun Kiara belum bisa menerima Jimmy dan membuka hatinya untuk Jimmy, tetapi Kia tetap berusaha membantu mengurus segala keperluan Jimmy sebagai tanda terima kasih.
Ibu dan anak itu berjalan keluar dari rumah menuju ke mobil. Selama tinggal di Italia bersama Jimmy, Kiara belajar menyetir mobil karena Jimmy tidak selalu ada untuknya. Hingga saat ini Kiara akhirnya bisa menyetir mobil.
•
•
Raymond melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Elsa lama sekali, sudah dua jam aku menunggu dirinya tetapi belum juga selesai perawatan." Raymond menghela nafas pelan seraya menyadarkan tubuh di sofa empuk yang berada di dalam klinik kecantikan ARA GLOW.
__ADS_1
Pintu perawatan milik Elsa terbuka dan Elsa keluar dengan senyum manis serta wajah yang terlihat lebih segar dari sebelumnya.
"Terima kasih ya? Pelayanan kalian memang terbaik, aku juga langsung bisa merasakan khasiat dari perawatan yang kalian lakukan." ucap Elsa kepala pegawai yang melayaninya.
"Sama-sama, Nona. Semoga klinik ini bisa menjadi tempat langganan bagi anda."
"Tentu saja, aku akan sering-sering datang ke tempat ini untuk melakukan setiap perawatan. Baiklah, kalau begitu kami permisi." Elsa tersenyum ramah.
"Silahkan."
Raymond dan Elsa berjalan berdampingan, saat mereka melewati meja resepsionis, mata Ray terhenti di sebuah bingkai foto.
'Kenapa wajahnya mirip sekali dengan Kiara? Tapi apa mungkin? Tidak, tidak! Tidak mungkin Kiara pemilik klinik ini dan tidak mungkin dirinya berdandan seperti itu. Kiara sangat polos dan tidak suka bermake -up.' Raymond bermonolog dalam hati.
"Ray, ada apa?" Elsa heran ketika melihat Raymond yang hanya diam saja sambil menatap ke meja resepsionis.
"Tunggu sebentar." karena penasaran akhirnya Ray memutuskan untuk bertanya dengan resepsionis.
"Permisi, Nona. Apa wanita yang ada di bingkai foto itu adalah pemilik klinik ini?"
Tanpa berbasa-basi, Raymond langsung bertanya kepada sang resepsionis.
"Benar, Tuan. Beliau adalah pemilik ARA GLOW."
Ray menatap bingkai foto dengan seksama dan teliti.
"Nah, itu pemilik ARA GLOW." sang resepsionis menunjuk ke pintu masuk.
Raymond menoleh dan matanya membulat ketika dia melihat siapa yang baru masuk ke dalam klinik kecantikan itu, jantungnya berdetak tidak karuan dan dadanya terasa sesak.
•
•
•
**TBC
__ADS_1
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**