
Kiara yang baru masuk ke dalam klinik kecantikannya langsung terkejut ketika dia tak sengaja melihat ke arah meja resepsionis.
Raymond berjalan perlahan menghampiri Kiara begitupun dengan Kiara yang berjalan menghampiri Ray.
"K-Kiara?" Ray berbicara dengan nada lirih.
Mata Kiara berembun, pria yang sudah selama empat tahun ini dia rindukan akhirnya bisa kembali dia lihat. Rasa rindu sedikit terobati ketika melihat keadaan Raymond yang baik-baik saja.
"Mas?" Kiara meneteskan air mata, tetapi setelah itu dia menghapusnya dengan segera.
"Kia, kamu sangat berubah." Ray menatap Kiara dari atas kepala hingga bawah kaki.
Tampilan Kia saat ini lebih elegan dan modis tidak seperti dulu ketika bersamanya.
"Mama!" Rayyan memanggil dan dia sedang berada di dalam gendongan Jimmy.
Semua mata menatap ke arah pintu masuk.
'Kenapa dia ada disini? Ya Tuhan, tabah'kan-lah hatiku saat nanti melihat mereka berdua melepas kerinduan.' Jimmy membatin dengan dada yang sangat sesak.
Rayyan turun dari gendongan Jimmy dan berlari memeluk tubuh Kiara.
"Ray, kenapa kamu bisa bersama dengan Papa?" Kiara bertanya dengan senyum tipis dibibir.
Deg!
Jantung Raymond langsung berdetak dengan sangat cepat dan dia menatap bocah kecil yang ada di samping Kiara dengan seksama.
Bentuk wajah, bibir dan bola mata yang sama dengannya.
__ADS_1
'Apa anak itu? Tapi mengapa Kiara mengatakan pria itu sebagai Papa?' batin Ray berseteru.
"Kia, dia siapa?"
"Dia... Dia putraku."
Dahi Raymond mengerut ketika Kiara mengatakan seorang anak.
"Dia Putraku?"
Glek
Kiara meneguk Saliva nya dengan sulit. 'Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus berbohong, tapi tidak mungkin karena biar bagaimanapun Rayyan adalah darah daging Mas Raymond.' batin Kia dengan bimbang.
"Apa kamu tidak berniat untuk menjawab pertanyaanku?"
Kiara tersadar dari lamunannya dan dia menatap Jimmy sejenak.
"Benarkah? Kalau begitu, Ray masuk ke dalam karena Mama mau bicara sama Papa."
Rayyan mengangguk dan pergi dari hadapan sang Mama.
"Maaf jika aku menganggu kalian berdua." Jimmy yang memang perasaan ingin pergi dari hadapan Kiara tetapi Kia dengan cepat mencekal lengan Jimmy.
"Kamu mau kemana, Mas?"
"Aku permisi sebentar."
"Tidak perlu, kamu disini saja karena tidak akan menganggu pembicaraan kami." Kiara tersenyum tipis.
__ADS_1
"Mas, kamu apa kabar?" Kiara mulai bertanya tentang keadaan Raymond.
"Aku baik, kamu lihat'kan jika aku dalam keadaan baik-baik saja bukan?"
Kiara melirik ke arah Elsa.
"Dia siapa? Dan dimana Mbak Meysa?"
"Dia Elsa, rekan kerjaku. Dan masalah Meysa, aku sudah bercerai dari dia." ucap Ray dengan sedikit emosional.
Kiara mengangguk dan mengerti.
"Kia, kamu belum menjawab pertanyaanku tadi. Siapa anak laki-laki yang memanggilmu Mama?"
"Dia Putraku, dan Putramu juga." ucap Kia bertekad memberitahu yang sebenarnya.
'Ternyata dia adalah Istri Raymond yaitu Kiara. Cantik sekali, lemah lembut dan baik. Pantas saja Ray sulit untuk melupakannya.' batin Elsa memperhatikan Kiara dari atas sampai bawah.
"D-dia Putraku? Mengapa kamu tidak memberitahu kepadaku jika kamu hamil Kiara?"
"Aku sudah sangat kecewa dengan kamu, Mas. Aku mohon jangan mengungkit kembali kisah lama yang masih sulit untuk aku lupakan."
Raymond merasa sangat bersalah karena sudah menyia-nyiakan Kiara selama ini, dia sangat malu disaat Kiara hamil dirinya tidak ada di samping Kiara, menemani, menyayangi dan memanjakannya.
•
•
TBC
__ADS_1
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH 🙏