
Raymond memegang kepalanya yang terasa berat, seluruh ruangan seperti berputar di penglihatannya.
"Ray!" seru Meysa berjalan menghampiri Raymond.
Ray menatap Meysa yang saat ini berada di hadapannya dengan pakaian terbuka dan sangat seksi. Di pandangan Ray saat ini, Meysa itu adalah Kiara.
"Kamu cantik sekali malam ini sayang.." ucap Ray dengan suara berat.
Meysa hanya tersenyum, dia senang karena rencananya tercapai meskipun harus memberikan obat di dalam air minum Ray dan mencampurkan sedikit pil perangsang.
"Sentuh aku, Ray. Aku hanya milikmu," ujar Meysa seraya mengusap rahang kokoh milik Raymond.
Raymond mulai menggendong tubuh Meysa dan meletakkannya di atas ranjang dengan perlahan.
Meysa tersenyum tetapi yang ada di mata Raymond adalah senyuman menggoda dari seorang Kiara Putri.
"Kamu menggodaku." Ray pun mulai melahap bibir manis itu yang sedari tadi menggodanya.
Meysa dengan senang hati membalas ciuman yang Ray berikan.
Perlahan tangan Ray turun ke perut Meysa dan dengan kasar Raymond langsung merobek lingerie tipis milik Mey.
Pagu*tan terus berjalan hingga akhirnya Ray melepaskan karena dia ingin membuka semua pakaiannya.
"Malam ini kamu tidak akan bisa keluar dari kamar, Kia." ujar Ray dengan senyum smirk.
Meysa mencoba tersenyum meskipun dia kesal karena ternyata Ray menganggapnya sebagai Kiara.
__ADS_1
'Apa spesialnya wanita kampung itu hingga Ray bisa tergila-gila dengannya, bahkan saat ingin bercinta denganku dia masih bisa mengucapkan nama wanita kampung itu.' Meysa menggerutu dalam hati. 'Tapi tidak apa, malam ini adalah awal permulaan supaya aku bisa dengan mudah menyingkirkan wanita kampungan itu.' lanjutnya dengan senyum jahat.
Ray dan Meysa mulai bercocok tanam dengan keliaran masing-masing.
Sementara di rumah Kiara.
TAR!
Gelas yang Kia pegang jatuh ke atas lantai.
"Ya Allah, kenapa gelasnya bisa jatuh?" Kia berjongkok untuk membersihkan pecahan kaca.
"Aw." lirihnya ketika satu anak kaca menusuk jari telunjuknya.
"Perasaan ku kok gak enak gini ya? Aku juga kepikiran dengan Mas Ray, semoga tidak terjadi apapun dengannya.
Tut tut
Nomor Ray tidak bisa dihubungi, Kia menggulirkan mata dan menatap jam dinding.
"Sudah pukul 11 malam, tapi kenapa Mas Ray belum datang juga?" ujar Kia khawatir.
Dua jam kemudian.
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Kia dan Kia pun segera membuka pesan tersebut.
Matanya membola, mulutnya dibekap menggunakan telapak tangannya sendiri. Bagaimana tidak, pesan itu berisikan foto Ray yang sedang tertidur di dalam pelukan Meysa, dan yang lebih parahnya Raymond juga Meysa sama-sama tidak memakai pakaian. Mereka berdua hanya memakai selimut hingga batas dada.
__ADS_1
'Jangan mengharapkan kedatangan seseorang yang tidak tentu kapan menemui mu, Kia. Jika kau keberatan dengan apa yang kami lakukan saat ini, kau bisa meminta cerai dari Raymond. Nikmatilah malam mu dan aku akan menikmati malam ku bersama dengan Raymond.' (ISI PESAN MEYSA).
Tubuh Kiara gemetaran, matanya berkaca-kaca, dadanya sesak, nafasnya seperti tidak bisa berjalan lancar. Ponsel yang ada di dalam genggaman Kia terjatuh begitu saja di atas ranjang.
Kiara menangis se jadi-jadinya.
"Aku pikir kamu tidak akan membuatku kecewa, Mas.. Hiks, aku pikir kamu akan menepati semua ucapan serta janjimu.." Kiara memukul dadanya yang sangat sakit.
Dia segera menghapus air matanya.
"Ya Allah aku mohon kuatkan aku, aku tau ini semua adalah kesalahan dan kebodohan ku. Aku melakukan ini karena berpikir jika aku mengijinkan Mas Ray menikah maka Tante Rara mau menganggap ku sebagai menantu, tetapi ternyata tidak." Kia menangis di dalam malam yang gelap gulita.
•
•
**Hayo loh Kiara sedih kan jadinya 😭
•
TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻**
__ADS_1