
Kia terduduk di aspal seraya menutupi kepalanya dan koper yang tadi dia pegang terjatuh begitu saja.
Jimmy pun segera bergegas turun dari mobil dan menghampiri Kiara.
"Nona, Nona anda baik-baik saja?" Jimmy menepuk pundak Kiara.
Perlahan kepala Kia mendongak dan dia menatap wajah tampan Jimmy.
Jimmy sendiri terperangah ketika melihat Kiara.
"Kau?"
Kia menatap Jimmy dengan rasa heran.
"KIARA!!!" Raymond yang kala itu terus mencari keberadaan Kia akhirnya menemukan.
Ray segera bergegas melangkah sementara Kia langsung berdiri dan mengambil kopernya.
"Tuan, Tuan tolong selamatkan saya.. Bawa saya pergi dari tempat ini, saya mohon...." Kia menggoyangkan lengan Jimmy.
Jimmy melongo seraya melihat Ray yang berlari mendekat ke arahnya.
"Tuan! Saya mohon tolong bawa saya pergi.." Kia menangis.
Jimmy beralih melirik Kiara, dia tidak tega melihat Kia yang menangis seperti itu.
"Tapi... Dia?" Jimmy menunjuk Ray.
"Nanti akan saya jelaskan, yang penting anda harus membawa saya pergi terlebih dahulu.." pinta Kia memelas.
"Baiklah, ayo masuk." Jimmy membantu membawa koper Kia, dan Kia pun dengan cepat masuk ke dalam mobil.
"KIARA! KIARA AKU MOHON JANGAN PERGI!" Ray hanya menatap nanar mobil yang sudah menjauh.
"Kia... Aku mohon jangan tinggalkan aku... ARGH!" dirinya menendang udara.
Ray baru teringat sesuatu, plat mobil.
__ADS_1
"SIAL!" teriaknya frustasi karena sudah tidak dapat melihat nomor mobil yang membawa istrinya.
Di dalam mobil.
Kia terus menangis tanpa memperdulikan keberadaan Jimmy yang terus meliriknya.
'Apa seberat itu keadaan gadis ini sehingga dia terus menangis dan tidak memperdulikan keberadaanku?' batin Jimmy penasaran.
"Nona, anda ingin pergi kemana?" akhir nya Jimmy membuka suara ketika terlalu lama diam.
Kia melirik Jimmy dan segera menghapus air matanya.
"Tuan bisa menurunkan saya di perempatan depan itu." tunjuk Kia ke depan.
"Memangnya anda mau kemana, Nona?" Jimmy pun merasa heran.
Kiara menggeleng.
"Anda tidak tahu akan kemana?" Jimmy bertanya dengan nada terkejut.
"Ya Tuhan..." Jimmy mengelus dada.
"Saya kabur dari rumah."
"APA!" teriak Jimmy spontan.
Kiara mulai menceritakan kejadian di dalam rumah tangganya dan Jimmy turut iba pada kisah rumah tangga Kia.
"Jadi seperti itu? Saya turut sedih mendengar kisah rumah tangga anda. Boleh saya tau siapa nama suami anda?" ucap Jimmy seraya fokus menyetir.
"Raymond." sahut Kia.
'Raymond? Kenapa namanya seperti nama Raymond musuhku? Tapi tidak mungkin, barangkali hanya namanya saja yang sama.' Jimmy bermonolog dalam hati.
"Apa nama suamimu hanya Raymond saja?" rasa penasaran mendorong Jimmy untuk terus bertanya.
"Raymond William, jika anda dari kalangan bisnis pasti anda sangat mengenal suami saya."
__ADS_1
Deg!
Jantung Jimmy seakan membeku ketika mendengar nama suami Kiara, dia merasa kesal karena gadis yang selama ini selalu datang dalam mimpinya ternyata sudah menikah dan parahnya lagi istri dari seorang Raymond William sang musuh.
'Sialan!!! Kenapa dia harus menjadi Istri dari Raymond William...' Jimmy menjadi semakin kesal.
Perut Kia tiba-tiba bergejolak dan ingin mengeluarkan sesuatu, dia menutupi mulut menggunakan telapak tangannya sendiri.
"T—tuan... Bisa tolong berhenti sebentar?" Kia memejamkan mata karena tidak sanggup menahan rasa mual.
Jimmy menurut dan menghentikan laju mobilnya.
Kiara bergegas keluar dari mobil, lalu memuntahkan seluruh istri perutnya yang membuat gejolak tidak sedap dan itu sangat menyiksa dirinya.
"Nona, anda baik-baik saja? Apa anda sedang sakit?" Jimmy menatap Kia dari samping.
Kia menggeleng dan memegangi kepalanya yang terasa berdenyut, matanya juga sudah berkunang-kunang.
"Saya... Saya—"
BRUGH!
Kiara jatuh pingsan, beruntung Jimmy segera menangkapnya dan memeluk tubuh Kia.
"Nona! Nona bangun!" teriak Jimmy sambil menepuk pipi Kia dengan perlahan. "Ya Tuhan, bagaimana ini?" Jimmy menatap wajah Kia yang terlihat pucat.
•
•
•
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻**
__ADS_1