Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab. #146


__ADS_3

Satu Minggu kemudian, Yola sudah sangat dekat dengan Kiara. Mereka bahkan sudah seperti ibu dan anak. Sikap Yola yang baik, ramah, dan sederhana membuat Kiara menyukainya. Tetapi, di sisi lain, Beyza terus mencari bukti tentang Yola. Siang ini Beyza datang ke rumah Kiara, dia membawa beberapa foto sebagai bukti siapa Yola sebenarnya.


"Aunty, aku ingin mengatakan hal penting."


Kiara dan Beyza duduk di sofa, lalu Beyza mengeluarkan foto itu dari amplop cokelat.


"Apa ini, Za?"


"Aunty lihat saja sendiri, tali aku harap aunty jangan kaget ketika mengetahui sebuah kebenaran."


Kiara meraih foto foto itu, dia kaget ketika melihat Yola yang berpakaian seperti seorang OG, bahkan rumah gadis itu terlihat sangat sederhana.


"Ini—"


''Dia Yola, gadis yang berpura-pura menjadi kekasih Ray untuk membatalkan perjodohan."


"Berpura-pura? Maksudnya, selama ini mereka sudah membohongi aunty?"


Beyza mengangguk. ''Jika aunty tidak percaya, aunty bisa buktikan sendiri. Sekarang kita pergi ke kantor Ray dan lihat ada Yola atau tidak disana."


Kiara membutuhkan penjelasan, dia setuju dengan perkataan Beyza. Dirinya mengambil tas dan segera pergi kantor.


Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di kantor, Kiara langsung bergegas menemui resepsionis.


"Selamat siang, Nyonya. Tuan Ray sedang ada meeting penting di ruangannya."


"Saya datang kesini untuk bertemu dengan gadis bernama Yola. Apa dia ada?"


"Yola," resepsionis itu seperti berpikir. " Dia ada, Nyonya. Saya akan memanggilnya."


"Tidak perlu, saya akan menemuinya sendiri. Tunjukkan ada dimana gadis itu."

__ADS_1


Resepsionis mengatakan pada Kiara jika Yola sedang berada di dapur, membuat kopi untuk karyawan. Kiara berjalan menemui Yola, dia membutuhkan penjelasan secepat mungkin. Sementara Beyza, gadis itu tersenyum puas. Sepertinya dia akan mendapatkan Rayyan kembali.


Setelah berada di dapur kantor, Kiara melihat Yola yang sedang mengepel lantai. Dirinya menggeleng, dia langsung menghampiri gadis itu.


"Yola!" panggil Kiara sedikit bernada tinggi hingga membuat Yola menoleh. Gadis itu sedikit terkejut ketika dia melihat Kiara yang berada disana.


"T—tante," Yola melirik Beyza yang merasa senang.


"Apa ini? Kenapa kalian membohongi saya?" Kiara terlihat marah.


"Tante, ini semua tidak seperti yang Tante lihat. Saya hanya—"


''Ikut saya ke ruangan Ray, kita akan menyelesaikan semuanya disana." Kiara berjalan terlebih dahulu dan diikuti oleh Beyza juga Yola.


Tak lama Ray pun keluar dari ruang meeting, dia cukup kaget melihat Mamanya sudah berada disana ditambah ada Yola yang menunduk takut.


"Ma, kenapa tidak mengabariku jika ingin datang ke kantor?"


Ray melirik Yola, sepertinya semua sudah tahu rencana Ray.


"Ma, ini—"


"Diam! Mama hanya ingin penjelasan dari kalian, kenapa kalian tega membohongi Mama? Seharusnya kau katakan saja dari awal jika Yola itu adalah seorang OG. Kenapa harus berbohong?"


"Ma, Ray tidak ingin membuat Mama dan Papa menolak Yola.''


"Menolak apa, Ray? Bukankah kalian hanya berpura-pura menjalin hubungan?"


"Kau tidak perlu ikut campur, ini urusan keluarga saya."


Beyza hanya mengedikkan bahunya.

__ADS_1


"Ma, maafkan Ray."


"Tante, Yola juga minta maaf. Yola tidak bermaksud untuk membohongi Tante, Yola terpaksa menerima tawaran Tuan Ray demi keselamatan Ibu Yola. Ibu harus melakukan pemasangan ring jantung dan biayanya sangat banyak. Tuan Ray bersedia membantu saya tapi dengan syarat saya menjadi kekasih sewaannya. Dia tidak menyukai Nona itu, Tante." Yola berkata jujur, semuanya harus terbongkar dan tidak ada lagi hal yang perlu ditutup-tutupi.


Kiara mendengarkan penjelasan dari Yola. "Lalu bagaimana keadaan Ibumu sekarang?''


"Syukurlah keadaan ibu Yola sudah membaik karena beberapa hari yang lalu sudah melakukan pemasangan ring."


"Apa Tante boleh bertemu dengan Ibumu?"


Seketika Yola dan Ray saling pandang, bahkan Beyza ikut kaget akan reaksi Kiara barusan.


"Ma, Mama tidak marah?"


"Mama hanya kecewa, kenapa kalian tidak menjalin hubungan serius? Padahal Mama sangat menyukai Yola, Mama ingin dia menjadi menantu Mama." Kiara menjadi sedih. "Mama tidak mempermasalahkan tentang status, yang terpenting bagi Mama, dia adalah gadis yang baik dan sopan. Tidak masalah jika tak berpendidikan, intinya suatu saat nanti dia bisa menjadi istri yang penurut dan menghargai suaminya."


Ucapan Kiara barusan sangat diluar prediksi, Beyza sampai kaget mendengarnya.


"Aunty, tidak bisa seperti itu. Mereka sudah membohongi aunty, dan aunty masih memaafkannya?"


"Sudahlah, Beyza. Percuma kamu berusaha menjauhkan Ray dari gadis yang dekat dengannya saat ini. Ray tetap tidak mau menikah dengan kamu, lalu aunty bisa apa?"


Beyza yang merasa kesal langsung pergi dari sana.


"Kapan Mama bisa bertemu dengan Ibumu, Yola?"


"Nanti akan Yola atur waktunya, Tante."


"Mama sekarang sudah tau semuanya, dan Mama harap kalian bisa memulai pendekatan."


Ray menggeleng. Untuk permintaan Kiara itu, dia belum bisa memenuhinya.

__ADS_1


{**Bersambung**}


__ADS_2