Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #32


__ADS_3

Setelah perdebatan panjang antara Ray dan sang Mama, akhirnya Ray mampu membuat Rara menyerah jika dirinya hanya akan bahagia jika bersama dengan Kiara.


Pagi ini pun Papa Ray yaitu Bimo kembali ke Indonesia karena kabar mendadak yang Ray berikan tadi malam. Bimo turut bahagia jika sang Putra akan meresmikan hubungannya dengan Kia di mata agama dan negara, Bimo pun tidak malu jika ia mempunyai menantu yang berasal dari kalangan bawah. Bimo berpikir bahwa Ray dan Meysa memanglah tidak berjodoh, ia juga akan meluluhkan hati Rara agar mau menerima Kiara setulusnya.


Saat ini Ray dan Kia telah berada di desa Mulia Makmur dengan membawa undangan pernikahan yang akan mereka bagikan kepada warga sekitar.


Kiara turun dari mobil dengan senyum dibibir, ia memandang ke depan lebih tepatnya ke arah rumah kecil nan sederhana peninggalan sang Nenek.


"Ayo kita masuk," Ray menggandeng tangan Kia dan mereka melangkah masuk ke dalam rumah.


"Baru beberapa hari meninggalkan rumah ini aku sudah sangat merindukannya." Kia tersenyum sembari menatap seluruh isi rumah yang sederhana itu.


Ray ikut merasakan kebahagiaan Kiara saat ini. "Apa kita akan langsung ke pemakaman atau membagikan undangan terlebih dahulu?" Ray berdiri di samping Kia.


"Sepertinya kita harus membagikan undangan terlebih dahulu, Mas. Aku takut jika para tetangga akan terburu-buru jika mengetahui acara pernikahan kita yang mendadak ini." jawaban yang Kia berikan.


Ray mengangguk paham. "Bisakah kita pergi sekarang? Aku tidak ingin kita terlambat sampai rumah dan acara ijab kabul kita juga tertunda." Ray mengulurkan tangan ke arah Kia.


Kia menerima uluran tangan itu tetapi kakinya seperti berat untuk melangkah.


"Ayolah, sayang.. Kita kapan-kapan bisa datang ke rumah ini lagi," bujuk Ray dengan nada lembut.


Kia akhirnya pasrah dan mengikuti langkah Raymond untuk keluar dari rumah tersebut.


Pertama, Ray dan Kia akan datang ke tempat kerja Ray dulu. Mereka berdua berjalan kaki dengan santai sembari bergandengan tangan, bisik-bisik para tetangga sedikit terdengar ditelinga Kia, mereka bahagia serta kagum terhadap Kia yang memiliki nasib baik karena mendapatkan suami seorang pengusaha dan juga kaya raya.


'Mereka semua tidak tau bagaimana nasibku, yang mereka tau hanyalah aku mendapatkan suami kaya, hidup bergelimang harta dan juga enak. Padahal nyatanya aku sedikit sedih karena orang tua Mas Ray tidak merestui hubungan kami.' batin Kia bermonolog sendirian.


"Sayang, mengapa diam saja?" Ray menegur Kia dan menghentikan langkahnya.


Kia tersadar dari lamunan dan menatap ke sekeliling. "Kita udah sampai ya, Mas?"


"Ya, seperti yang kamu lihat. Kita sudah sampai dan di sana bangunan yang akan dijadikan puskesmas." Ray menunjuk bangunan setengah jadi yang tidak jauh darinya.


"Ya Allah, maaf Mas." Kia menunduk malu.


Ray hanya menggeleng dan kembali melangkah menuju bangunan itu.


"Permisi!" sapa Ray pada para pekerja yang sedang melakukan aktivitas masing-masing.

__ADS_1


Semuanya menoleh ke asal suara dan mereka tersenyum ke arah Ray juga Kiara.


"Pagi, Pak.." sahut mereka serempak.


Bima mendekat ke arah Raymond.


"Selamat pagi, Pak. Tumben anda pagi-pagi begini datang berkunjung?" sindir Bima dengan senyum tipis.


"Hei pak Bima, jangan terlalu formal seperti ini." Ray bergurau sembari meninju lengan Bima pelan.


"Maaf Tuan, anda sekarang adalah atasan saya," ucap Bima.


"Ya terserah kau saja. Bisa kumpulkan semua anggota kerjamu? Aku ingin menyampaikan sesuatu kepada mereka."


"Baik, Tuan. Saya permisi," Bima pergi dan mulai memberikan instruksi kepada para anggotanya.


Semua datang mendekat ke arah dimana Raymond sedang berdiri.


"Apa semua sudah berkumpul?" Ray menatap satu persatu tukang dan kuli yang berada di depannya.


"Sudah, Pak." mereka menjawab bersamaan.


"Maaf Pak, kami adalah bawahan anda jadi kami harus sopan kepada atasan." ucap Purwanto menjawab.


"Mas Pur, kamu memang sangat berbeda." Ray tersenyum tipis dan memasukkan kedua tangan di saku celana. "Saya dan Kiara datang kesini ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian semua." Ray mengeluarkan tangannya dari saku lalu mengambil amplop yang Kia pegang dan memberikannya kepada Bima.


"Apa ini, Tuan?" Bima bertanya karena penasaran.


"Buka saja," sahut Ray singkat.


Bima membuka amplop dan mengambil satu undangan dari amplop itu, Bima membacanya dengan seksama lalu tersenyum.


"Selamat ya, Tuan." Bima mengulurkan tangan dan berjabat tangan dengan Raymond.


"Terima kasih. Tolong Pak Bima bagikan undangan itu kepada para pekerja, saya berharap kalian semua bisa datang ke acara bahagia saya dan Kiara."


Bima membagikan undangan kepada setiap anggotanya.


"Wah, bakalan makan gratis dan enak nih di pesta orang kaya." ucap Pur ketika membaca undangan.

__ADS_1


Kia tersenyum malu sekaligus bahagia.


"Saya mengharapkan kedatangan kalian semua, nanti Mas Ray akan menyediakan kendaraan untuk semua warga yang mendapatkan undangan. Jadi kalian semua tidak perlu bingung akan biaya kendaraan atau sebagainya," jelas Kiara kepada para pekerja.


"Alhamdulillah.." sahut mereka semua.


"Jangan lupa bawa undangan jika ingin datang ke pesta, bukannya sombong tapi berhubung kalian tau jabatan saya jadi pesta akan sangat ketat oleh penjagaan." ujar Raymond.


"Baik, Tuan. Kami pasti akan membawa undangan ini jika ingin datang ke pesta anda," ujar Bima mewakili semuanya.


"Kalau begitu saya dan Kiara pamit dulu. Undangan masih banyak yang harus dibagikan, maaf apabila kedatangan saya membawa kabar mendadak seperti ini," Ray berbicara sopan.


"Kami senang karena diakui seperti ini, Pak." ucap Pur.


"Kalian semua serta warga sekitar juga keluarga bagi saya, dulu sewaktu saya hilang ingatan kalianlah yang ada untuk saya." Ray membalas ucapan Pur.


Raymond dan Kiara berpamitan kembali lalu pergi dari tempat itu dan lanjut membagikan undangan kepada warga lainnya.






**Pagi-pagi udah cuci mata aja ☺



Visual undangan pernikahan RAYMOND WILLIAM DAN KIARA PUTRI


•.



TBC


HAPPY READING

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAk 😘😘🙏🏻**


__ADS_2