Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #64


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Jimmy mengajak Kiara ke sebuah pusat belanja terbesar di kota Roma. Kiara telah menceritakan segalanya pada Jimmy, Kia berkata jika dia mempercayai Jimmy untuk menjadi temannya.


Jimmy sendiri turut sedih atas apa yang menimpa Kiara, dia sangat benci terhadap musuhnya yaitu Raymond, Jimmy merasa jika Ray pasti akan menyesal karena sudah membuang berlian seperti Kiara.


"Aku akan mengubah penampilanmu agar menjadi modis, tunjukan pada mereka bahwa kamu bisa berubah dan bisa hidup tanpa Raymond."


Perkataan yang Jimmy lontarkan tentang mengubah penampilan mendapat tolakan dari Kiara, tetapi Jimmy terus membujuk Kia hingga Kiara mau untuk mengubah penampilannya.


Mereka sedang berkeliling mencari tempat penjualan pakaian yang sekiranya cocok untuk Kiara pakai.


"Kita ke sana saja." Jimmy menunjuk ke suatu tempat.


Sampailah mereka di tempat tujuan itu, Jimmy segera meminta bantuan kepada penjaga toko agar memilihkan pakaian yang cocok untuk Kiara.


"Baiklah, bungkus semua untuk teman saya dan jangan sampai ada yang tertinggal."


"Baik, Tuan." sahut dua penjaga toko dengan patuh.


"Tuan—, maksud saya Mas Jimmy, harusnya kamu tidak perlu membelikan begitu banyak pakaian untuk saya," ujar Kiara tidak enak hati karena hanya selalu merepotkan Jimmy saja.


"Kamu tenang Kiara, saya ikhlas membantu kamu." Jimmy tersenyum tipis.


"Tapi saya tidak mau ada imbalan dibalik kebaikan Mas Jimmy ini." Kiara mewanti-wanti.


"Saya tidak seperti itu, Kia. Kamu tenang saja,"


"Tuan, ini pakaiannya." ucap seorang penjaga toko memberikan lima paper bag kepada Jimmy.


Jimmy langsung membayar seluruh pakaian yang tadi dia pilih, setelah itu mereka langsung pergi dari toko tersebut.


Jimmy mengatakan jika Kia tidak boleh memanggilnya Tuan karena itu terlalu ambigu dan sangat kolot. Kia pun memutuskan memanggil Jimmy dengan sebutan Mas, karena Jimmy lebih tua dari nya.


"Sekarang kita mau kemana? Saya sangat lelah." ucap Kia dengan memegangi kaki sebelah kanannya.


"Kita akan ke salon, saya ingin kamu mengubah penampilan bukan hanya pakaian saja tetapi juga riasan."


"Tapi saya tidak suka di make-up." jawab Kia jujur.


"Hanya tipis, saya juga tidak suka jika kamu di make-up terlalu tebal.'' Jimmy tertawa pelan.

__ADS_1


"Baiklah, terserah kamu saja."


Mereka masuk ke dalam mobil untuk pergi ke tempat salon.


Beberapa menit kemudian.


Mobil telah sampai di salon ternama kota Roma.


"Ayo turun." Jimmy membukakan pintu mobil untuk Kiara.


Kiara hanya tersenyum dan dia memejamkan mata sejenak karena merasa kepalanya sangat pusing.


Kaki sebelah kiri Kiara sudah turun dan ketika hendak menurunkan kaki sebelah kanannya, Kia tiba-tiba jatuh pingsan.


"Kia! Kiara!" teriak Jimmy khawatir.


"Ya Tuhan, bagaimana ini?'' Jimmy segera membenarkan posisi duduk Kiara dan dia masuk kembali ke dalam mobil untuk pergi ke rumah sakit.


Dua puluh menit.


Jimmy membawa Kiara masuk ke dalam rumah sakit dengan cara menggendongnya.


"Dokter! Dokter!" Jimmy berteriak ketika sudah berada di dalam rumah sakit.


Kiara di masukkan ke dalam ruang rawat untuk diperiksa.


Setelah selesai pemeriksaan, Dokter keluar dengan senyum mengembang.


"Bagaimana keadaannya, Dok?" Jimmy bertanya dalam bahasa Italia


"Selamat, Tuan. Anda akan segera menjadi Ayah, saya harap anda bisa menjaga istri anda dengan ketat karena kandungannya masih terlalu muda jadi rentan keguguran."


"A—apa? Dia hamil?" Jimmy menatap Dokter dengan rasa tidak percaya.


"Benar, Tuan. Usia kandungan Istri anda saat ini baru jalan dua bulan."


Jimmy terdiam mematung.


"Terima kasih, Dokter."


Dokter pergi dari hadapan Jimmy.

__ADS_1


Ceklek!


Jimmy masuk ke dalam ruangan milik Kiara, dia melihat tubuh Kia yang masih terbaring di atas ranjang pasien.


"Kamu hamil, Kia. Aku yakin anak yang kamu kandung adalah anak dari Raymond." Jimmy merasa putus asa karena Kiara mengandung benih Raymond, itu berarti nanti dia sedikit sulit untuk memisahkan Kia dan Ray karena ada anak di antara mereka.


Kiara tersadar dari pingsan dan menatap ke sekeliling.


"Mas Jimmy, saya ada dimana?" Kiara berbicara dengan nada pelan.


"Kamu berada di rumah sakit. Tadi sewaktu mau turun dari mobil, kamu pingsan." Jimmy menatap wajah Kia yang terlihat pucat.


"Pingsan? Akh iya, sepertinya saya kelelahan."


"Selamat ya, Kia." Jimmy tersenyum hambar.


Dahi Kiara sukses mengerut karena heran. "Selamat apa, Mas? Saya pingsan dan kamu mengatakan selamat?"


"Dokter mengatakan jika kamu sedang mengandung."


"Apa!" pekik Kia terkejut dan menatap Jimmy.


"Ya, Dokter baru saja memeriksamu, dia mengatakan jika kandungan kamu baru jalan dua bulan dan kamu harus jaga kesehatan juga menjaga diri karena kandungan yang masih terlalu muda sangat rentan keguguran." penjelasan dari Jimmy.


Kiara terdiam dan berpikir jika usia kandungannya seperti usia kepergian dirinya dari rumah Raymond.


'Berarti aku sedang mengandung anak Mas Raymond' batin Kiara bingung.


Ada rasa bahagia dan rasa sedih, bahagia karena dirinya telah hamil dan sedih karena dia hamil tanpa dampingan seorang suami.


'Ya Allah, reaksi apa yang harus aku tunjukkan?' Kia terus membatin dalam hati.





**TBC


HAPPY READING

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻**


__ADS_2