
Dua hari kemudian, Beyza selalu datang ke kantor milik Rayyan. Terkadang dirinya membawakan makan siang, cemilan, atau lainnya. Itulah alasan Beyza agar bisa dekat dengan Ray. Namun, Ray sama sekali tidak mempedulikan kehadiran gadis itu, tetapi semuanya tak membuat mental Beyza jatuh. Dirinya malah semakin penasaran dengan seorang Rayyan William yang diisukan memiliki penyimpangan.
Di dapur kantor, Yola sedang membuatkan kopi untuk Ray. Sekilas dirinya mendengar isu miring tentang Ray yang mengatakan jika pria itu adalah penyuka sesama jenis. Yola yang penasaran langsung mendekati para OG dan OB yang sedang berbincang.
"Mohon maaf semuanya, tadi aku tidak sengaja mendengar perbincangan kalian. Apa benar Tuan Ray memiliki penyimpangan?"
"Benar, Yola. Isu itu sudah lama, semenjak calon istri Tuan Ray meninggal dunia, dia berubah dan tidak mau mendekati atau di dekati wanita. Semuanya merasa jika Tuan Ray memiliki rasa trauma dan dia malah menjadi penyuka sesama jenis."
Yola sedikit kaget, pria tampan nan gagah seperti Ray dikatakan gay? Itu sangat memalukan, tetapi Yola juga tidak tahu faktanya.
"Kau tidak perlu takut jika berdekatan dengannya, Yola. Karena sudah dipastikan jika Tuan Ray tdiak akan tertarik padamu."
Yola mengangguk paham. "Ya sudah, aku ingin mengantarkan kopi dulu." ucapnya sambil berlalu membawa nampan berisi Kopi.
Setelah berada di ruangan Ray, dia melihat pria itu sedang memangku tangan, sebelah kakinya diletakkan di atas paha, lalu dia menatap laptop dengan serius. Yola masih kepikiran tentang pembicaraan para karyawan tadi, dirinya memberanikan diri untuk mendekati meja Ray.
__ADS_1
"T—tuan, ini kopinya." Yola meletakkan kopi di atas meja, dirinya mengerjakan dengan sangat hati-hati agar tidak tumpah lagi.
Yola pergi keluar dari ruangan Ray. Namun, ketika dia hendak kembali ke dapur, tanpa sengaja dirinya menyenggol bahu seseorang. Ya, seorang wanita yang sangat cantik dan elegan.
"Maaf, Nona."
"Lain kali kau harus berhati-hati! Dasar tidak becus!" bentak wanita itu kesal.
Dia segera masuk ke dalam ruangan Ray tanpa meminta Izin terlebih dahulu.
"Ray, aku membawakan cemilan untukmu. Aku yakin kamu pasti lapar karena serius berpikir."
"Kenapa kau selalu datang menemuiku? Sudah berapa kali jika aku katakan jika aku tidak suka dengan perjodohan ini. kau tidak paham?"
''Tali aku sangat menyukaimu, Ray. Berikan aku satu kesempatan dan aku akan memperlihatkan seberapa besar rasa cintaku ini."
__ADS_1
"Aku yakin jika kau hanya penasaran padaku, bukan cinta." ucap Ray tanpa mengalihkan padangan dari laptop. "Lagipula, wanita idamanku bukan seperti dirimu. Aku saat ini menyukai seseorang dan aku akan segera melamarnya."
Beyza terlihat tidak terima, gadis itu mengepalkan kedua tangan saat mendengar Ray ingin melamar seseorang.
"Apa kurangnya aku, Ray?"
"Tidak ada! Aku hanya tidak menyukaimu dan tidak tertarik denganmu."
'Ternyata Ray benar-benar seorang Gay.' Beyza bergidik ngerih.
Gadis itu pergi berlalu dari ruangan Ray tanpa berpamitan terlebih dahulu, dan Ray sedikit lega karena gadis itu telah pergi.
Di dapur, Yola masih memikirkan tentang penyimpangan dari seorang Rayyan William. Dia sangat tidak mempercayai hal itu. Tetapi, memang selama ini setiap kali melakukan pertemuan dengan klien wanita, Ray terlihat biasa saja. Bahkan dirinya sama sekali tidak tertarik dengan wanita yang berpakaian seksi dan rela memberikan tubuh mereka demi kelancaran kerjasama.
"Apa benar Tuan Ray seorang gay?'' Yola pun menjadi sedikit takut.
__ADS_1
{**Bersambung**}