Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #70


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


Kiara dan juga Jimmy telah sampai di Indonesia, mereka segera bergegas menuju rumah yang telah Jimmy beli sebelum berangkat ke Indonesia.


"Rumahnya bagus." ujar Kiara ketika menginjakkan kaki di kediaman Jimmy.


"Benarkah? Apa kamu menyukainya?"


Kia mengangkat kedua bahu. "Menurutku rumah ini sangat minimalis dan elegan, warna catnya juga tidak terlalu mencolok." Kiara memperhatikan setiap sudut rumah.


"Aku sudah mencari pembantu dan dia akan mulai bekerja besok.''


Kia mengerutkan dahi.


"Mengapa harus cari pembantu? Aku masih sanggup untuk mengerjakan pekerjaan rumah disela-sela mengurus ARA GLOW."


"Aku hanya tidak ingin kamu terlalu kelelahan dan akhirnya jatuh sakit.''


Kiara terdiam ketika mendengar ucapan yang Jimmy lontarkan.


"Mas, aku ingin istirahat."


"Kamarmu ada disana. Oh ya, dimana Rayyan?" Jimmy mengedarkan pandangan.


Mereka berdua keluar untuk mencari bocah kecil nan menggemaskan itu.


"Ray! Rayyan!" teriak Kiara memanggil nama sang putra.


Ketika Kiara hendak ke samping rumah, dia melihat jika Rayyan berdiri di depan gerbang.


"Ray? Apa yang dia lakukan disana?'' Kiara berjalan cepat menghampiri Rayyan.


"Ray!" Seru Kiara dari belakang tubuh Ray.


Rayyan menoleh dan tersenyum.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan disini, nak? Mengapa tidak masuk ke dalam?"


"Ray sedang melihat itu, Ma." Ucap Ray sambil menunjuk ke suatu arah.


Kiara menepuk dahi dan menghela nafas pelan. "Apa kamu ingin berkenalan dengannya?"


Ray mendongak guna menatap sang Mama, dirinya mengangguk dan tersenyum manis.


"Baiklah, ayo kita ke sana." Kiara menuntun tangan Rayyan.


Ibu dan anak itu berjalan ke sebuah rumah yang terletak tak jauh dari rumah milik Jimmy. Rayyan menatap ke arah rumah itu karena melihat seorang anak kecil seusia dirinya tengah bermain di halaman rumah, Ray menatap anak terus-menerus karena ingin ikut bermain. Di tempat yang baru ini dia harus mencari teman agar betah di Indonesia.


"Permisi..."


Anak kecil berusia empat tahun itu menoleh ke arah gerbang, dia berjalan dan menatap Kiara.


"Tante cali ciapa?" Ucapnya cadel.


"Tante cari Mama kamu, ada tidak?" Sahut Kiara dengan nada lembut.


Anak laki-laki itu mengangguk dan beralih ke dalam rumah.


"Selamat sore, Nyonya." Kiara menyapa ketika Mama anak itu telah berada di dekatnya.


"Sore. Ada yang bisa saya bantu?" jawab ibu itu karena melihat orang asing yang berkunjung ke rumah nya.


"Perkenalkan saya Kiara, Nyonya. Saya pendatang baru di tempat ini dan itu..." Kia menunjuk rumah Jimmy. "Itu rumah saya."


Ibu itu mengangguk dan tersenyum tipis, dia juga menatap Kiara dari atas hingga bawah. Bagi ibu itu, Kiara sangatlah elegan dan modis, wajahnya juga sangat glowing.


"Salam kenal, Kiara. Saya Sagita, Mami nya Glend." Sagita membuka gerbang agar bisa leluasa mengobrol dengan Kiara.


"Ini anak kamu? Tampan sekali."Sagita mencubit gemas pipi Rayyan.


"Benar, Nyonya. Dia putra saya, saya datang ke sini karena ingin berkenalan dengan tetangga sekaligus anak saya juga ingin berkenalan dengan Putra anda."

__ADS_1


"Eh iya, Glend kemari sayang..." Sagita mengulurkan tangan.


Glend mendekati sang Mama.


"Hai Glend, Tante lihat usia kalian sama. Apa kamu mau berteman dengan anak Tante?"


Glend mengangguk dan mengulurkan tangan ke arah Rayyan.


"Glend."


"Rayyan." Ray menjabat tangan Glend.


Mereka berdua langsung mulai bermain bersama dan terlihat cepat akrab.


"Oh ya Kiara, ayo masuk."


Sagita dan Kiara berjalan menuju bangku yang tak jauh dari tempat anak-anak mereka bermain.


"Kalian pendatang baru, memangnya sebelum disini kalian tinggal dimana?" Sagita mulai membuka topik pembicaraan.


"Kami tinggal dari Italia, Nyonya. Berhubung Papa Ray menjalankan bisnis di Indonesia jadi kami juga harus ikut pindah ke Indonesia." Kiara harus mengatakan jika Jimmy adalah papa Ray karena takut para tetangga akan menjelekkan dirinya nanti.


Sagita mengangguk dan mereka kembali bercerita tentang kehidupan dan anak-anak mereka.





**Selamat pagi, happy weekend all reader 🤗



TBC

__ADS_1


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**


__ADS_2