Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab. #143


__ADS_3

Mereka sudah sampai di kantor, Ray memutuskan untuk mengantarkan Yola pulang ke rumah. Awalnya Yola menolak, dia tidak enak harus merepotkan Rayyan, tetapi pria itu mengatakan jika dirinya bertanggungjawab atas keselamatan Yola malam ini. Dialah yang membuat Yola harus pulang cukup malam.


Ray mengendarai mobilnya di belakang motor milik Yola, dia harus memastikan gadis itu selamat sampai dirumah.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di depan rumah Yola, Rayyan memperhatikan bangunan tersebut dan dia cukup iba melihat keadaan rumah Yola yang sangat sederhana. Mungkin, lebar rumah itu tidak ada setengahnya dari rumah milik Ray.


Rayyan turun dari mobil, entah mengapa dia sangat ingin bertemu dengan wanita hebat yang sudah melahirkan Yola.


"Tuan, kenapa Anda tidak langsung pulang?'' Yola melihat ke sekeliling yang terlihat sudah sepi.


"Saya ingin bertemu dengan Ibumu."


"Untuk apa, Tuan? Tidak perlu, Ibu saya mungkin sudah tidur." Yola ketar-ketir, dia takut ada warga yang melihat dirinya dan Ray, lalu mereka bisa berpikiran buruk jika tahu Yola pulang dengan seorang pria bermobil.


"Tuan, sebaiknya Anda pulang saja. Jika ingin bertemu dengan Ibu saya, mungkin bisa kapan kapan saja." Yola mengusir secara terang-terangan.


''Kau mengusir saya?"


"Saya tidak bermaksud seperti itu, Tuan. Tapi, saya tidak enak jika nanti ada yang melihat kita."


Rayyan menoleh kesana-kemari, dia pun mengerti perasaan Yola. Dirinya memutuskan untuk pergi dari sana. Setelah Ray berlalu, Yola bisa bernapas lega. Tetapi, ketika dirinya hendak masuk ke dalam kamar, Raka datang menghampirinya.


"La!"


Yola menoleh kebelakang, dia tidak jadi membuka pintu rumah.


Raka berjalan menemui Yola, dia melihat dandanan gadis itu yang terlihat sangat berbeda.

__ADS_1


"Kamu darimana? Kenapa berdandan seperti ini?"


"Aku baru pulang dari kantor, dan apa masalahnya dengan penampilanku?"


''Tidak biasanya kau seperti ini, Yola. Lalu, siapa pria tadi? Pria bermobil yang mengantarkanmu pulang."


"Kenapa kamu sangat ingin tahu sekali? Pulanglah Raka, aku lelah, aku ingin beristirahat."


"Oh, apa jangan-jangan dia yang menjadi alasanmu untuk menolak lamaranku? Jawab, Yola!" Raka berkata dengan nada sedikit tinggi.


"Apa-apaan kau ini? Pergilah, aku tidak ingin berdebat denganmu!'' Yola bergegas membuka pintu dan dia masuk ke dalam rumah.


"La! Yola buka pintunya, aku belum selesai bicara!'' Raka mengetuk pintu tetapi Yola tidak menghiraukan.


Gadis itu berjalan masuk ke dalam kamarnya, lalu sang Ibu menghampiri.


"Ada apa, Nak? Kenapa kamu membiarkan Raka diluar seperti itu? Tidak baik."


"Kamu harus sabar, Nak. Kamu darimana? Kenapa baru pulang?"


"Yola tadi ada urusan sebentar, Bu."


Ibu hanya mengangguk, dia tidak terlalu memperhatikan penampilan Yola.


"Bu, Yola punya kabar gembira." Yola memberikan surat pada ibunya. "Kemungkinan beberapa hari lagi ibu bisa melakukan pemasangan ring jantung,"


"Kamu punya uang darimana, nak? Pemasangan ring membutuhkan biaya yang sangat besar. Bukankah kamu belum gajian dari tempat kerja barumu ini?"

__ADS_1


"Ibu jangan khawatir, Yola sudah ada uangnya dan pastinya halal. Intinya, Ibu harus lekas sehat."


Ibu sangat terharu, dia memeluk tubuh Yola. Dirinya mengecup dahi Yola dan berterima kasih pada Putri angkatnya itu.


"Berhubung hari sudah malam, sebaiknya ibu tidur saja. Ibu jangan memikirkan apa pun, cukup jaga kesehatan dan jika ingin sesuatu, Ibu bisa mengatakannya pada Yola."


Ibu kembali berterima kasih, lalu beliau keluar dari kamar Yola. Sesudah Ibu pergi, Yola menatap ponselnya yang bergetar. Dia melihat jika itu panggilan dari Ray.


"Halo, Tuan? Ada yang bisa saya bantu?"


📱"Yo, maaf jika saya mengganggumu malam-malam seperti ini. Saya ingin mengatakan sesuatu."


"Ada apa, Tuan? Sepertinya terlihat penting."


📱"Besok Mama saya ada acara arisan sosialita, Mama ingin kau datang dan berkenalan dengan teman-temannya."


"Lalu? Apakah saya harus datang?"


📱"Jika kau tidak keberatan, maka kau bisa datang. Saya akan memberikan uang supaya kau membeli pakaian dan pergi ke salon."


Yola terlihat kesal, apa dia tidak boleh berpenampilan seperti biasanya? Kenapa harus ke salon? Orang kaya memang beda, itulah pikir Yola.


"Baiklah, saya akan menuruti perkataan Anda." ucap Yola yang memang sudah mendapatkan uang lima ratus juta dari Ray. Dia akan berhenti menjadi kekasih sewaan jika Ray yang memintanya.


📱"Bagus sekali, kalau begitu kau istirahatlah. Selamat malam."


"Selamat malam juga, Tuan."

__ADS_1


Panggilan terputus dan Yola melemparkan asal ponselnya. Gadis itu merebahkan diri sejenak, dia sepertinya enggan untuk mandi. Tubuhnya terasa lelah dan meminta untuk segera tidur. Yola menguap, lalu dia memejamkan matanya.


{**Bersambung**}


__ADS_2