
Axton sedang berada di Mall. Dia sengaja membelikan sesuatu untuk Elsa karena dirinya harus bisa meluluhkan hati gadis jutek itu sebelum menjadi milik orang lain. Tekad Axton tidak bisa di urungkan, dia hanya menginginkan Elsa.
Saat Ax memundurkan mobilnya, tanpa sengaja seorang wanita lewat dari belakang mobil. Wanita tersebut terjatuh karena tersenggol badan mobil, dia tidak melihat jika kendaraan itu melaju sebab dirinya sibuk bermain ponsel.
Axton merasa bersalah, dia segera keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri wanita itu.
"Nona, apa Anda baik-baik saja?" Axton bertanya dengan nada sopan.
"Argh! Kau ini bagaimana, apa kau tidak bisa lihat jika ada orang lewat dari belakang mobilmu?" ketus wanita tersebut membuat alis Axton menyatu.
"Hei, Nona. Kenapa Anda marah-marah? Saya sudah menanyakan keadaan Anda dan saya minta maaf. Jika ada yang luka maka saya siap bertanggungjawab."
"Ck! Aku tidak butuh uangmu!" bentak wanita itu lalu dia memunguti barang yang terjatuh dari tasnya.
Axton yang merasa tidak enak segera membantu wanita itu. Namun, tanpa sengaja dia melihat sebuah foto yang wajahnya tidak asing.
"Nona, apa itu foto kekasihmu?''
Wanita tersebut menatap Axton dengan ragu. "Kenapa kau bertanya seperti itu? Kau ingin berbuat jahat, ya?''
"Bukan begitu, Nona. Saya seperti pernah melihat pria itu."
"Heh, tentu saja! Dia itu adalah pengusaha terkenal, dan namanya juga banyak diketahui orang."
"Dia kekasihmu?"
Seketika Alena terdiam sejenak, dia menggigit bibir bawahnya lalu mengangguk.
"Ya, dia calon suamiku."
Axton tercengang, dia mengira jika pengakuan dari Alena barusan adalah benar. Padahal, cinta Alena bertepuk sebelah tangan.
"Benarkah?"
"Kenapa kau banyak bertanya?" Alena menegakkan tubuhnya. ''Sudahlah, tidak penting menanggapi orang aneh sepertimu!" ujarnya bergegas pergi.
"Tunggu!" Axton memberanikan diri untuk mencegah kepergian Alena.
"Mau apa lagi?'' Alena menoleh dan menatap Axton dengan kesal.
"Anda berbohong, Nona." ucap Ax membuat Alena melotot.
__ADS_1
"A—apa maksudnya?"
"Saya tahu jika pria itu bernama Jimmy dan dia akan segera menikah dengan gadis bernama Elsa. Benar begitu bukan?"
Alena membisu, dia sangat malu karena pria di depannya itu mengetahui hal tersebut.
"Kau, bagaimana kau bisa tahu?"
"Apa perlu saya memperkenalkan diri?"
Alena yang penasaran hanya mengangguk.
"Saya Axton, mantan kekasih Elsa. Saya kembali ke Indonesia untuk menjemputnya dan mengulang kisah lama yang telah usai. Tetapi, saya mengetahui kebenaran jika Elsa akan segera menikah dengan pria bernama Jimmy."
"Seberapa jauh hubungan kalian?" Alena bertanya lebih lanjut, sepertinya hal ini menarik untuk diketahui.
"Kami hampir saja menikah, tapi saya dijodohkan dan tidak bisa menolaknya. Lalu, dengan berat hati saya meninggalkan Elsa."
''Jadi, sekarang kau benar-benar masih mencintai gadis itu?''
"Ya, seperti yang saya katakan tadi."
"Maksud Anda?"
"Hm, bagaimana jika kita bekerjasama untuk memisahkan mereka berdua?"
Axton berpura-pura berpikir, padahal itulah yang dia inginkan sedari tadi.
"Jika Anda bersedia, maka saya setuju.''
Alena mengulurkan tangan sebelah kanannya. "Perkenalkan namaku Alena, senang bisa bekerjasama denganmu dan aku harap rencana kita nanti berjalan dengan lancar. Aku juga tidak ikhlas jika Jimmy menikah dengan wanita lain."
"Saya Axton, senang bisa bertemu Anda, Nona Alena.''
"Baiklah, aku tidak punya banyak waktu." Alena memberikan kartu nama pada Axton, disana tertuliskan nomor ponsel.
"Kau bisa menghubungiku jika ada hal yang ingin dibicarakan."
"Baik, Nona."
Alena pun pergi meninggalkan Axton, dia tersenyum puas karena ada orang yang mau membantunya untuk menghancurkan hubungan Jimmy dan Elsa.
__ADS_1
****
Di tempat lain, Jimmy yang baru saja selesai mengecek dokumen penting langsung mengambil ponselnya dan terlihat menghubungi seseorang.
Suara lembut di seberang sana membuat hatinya damai, dia menyapa Elsa yang seperti masih sibuk bekerja.
"Apa kamu sibuk, Sayang?''
📱"Sedikit, aku sedang mengerjakan proposal untuk pengajuan kerjasama."
"Jangan terlalu lelah bekerja."
📱"Aku tau itu. Kenapa kamu menghubungiku di jam kerja seperti ini? Apa ada hal penting yang ingin dibicarakan?"
"Ay, aku ingin mengatakan sesuatu."
Elsa terdiam, dia hanya menyimak hal apa yang ingin Jimmy katakan.
"Aku sudah membicarakan pada orang tuaku tentang masalah pernikahan kita.''
Jemari lentik Elsa yang sibuk menari di atas keyboard langsung terhenti. Seketika dia terlihat serius mendengarkan perkataan dari Jimmy.
📱"Lalu?"
"Orangtuaku sudah merestui, dan aku tinggal menunggu jawaban darimu kapan kita bisa segera menikah."
Elsa pun mulai dilanda kebingungan, sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat untuk memikirkan hal itu. Dia sedang bekerja dan tentunya banyak yang harus diselesaikan secepat mungkin.
📱"By, apa kita tidak bisa membahasnya sewaktu jam makan siang nanti? Aku sedang bekerja dan aku juga akan kembali memikirkan jawaban."
"Baiklah, maaf jika aku mengganggumu.''
📱"Tidak, By. Kamu sama sekali tidak menggangguku. Tapi, aku harus memastikan diri terlebih dahulu untuk bisa memberikan jawaban yang pasti."
"Aku akan menjemputmu siang nanti, sampai ketemu, Ay."
Panggilan pun terputus, Elsa meletakkan ponselnya, lalu dia melanjutkan pekerjaan agar bisa cepat selesai.
{**Bersambung**}
__ADS_1