
Tujuh bulan kemudian, hubungan antara Elsa dan Jimmy berjalan dengan mulus. Mereka bisa saling memahami satu sama lain, tentunya Jimmy sangat sabar menghadapi mood Elsa yang suka berubah-ubah. Namun, di tengah kebahagiaan mereka, ada beberapa orang yang tidak menyukai keduanya untuk bersama. Bahkan, mereka ingin memisahkan Elsa dan Jimmy dengan berbagai macam cara.
Saat ini, Alena berada di apartemen milik Jimmy. Dia datang dari luar negeri hanya untuk menganggu pria yang dia cintai itu. Dirinya dan juga Mami Jimmy sudah merencanakan banyak hal untuk hubungan keduanya.
Alena terlihat berbaring di ranjang dengan pakaian seksi, dia berpose bak foto model majalah dewasa yang pastinya menggiurkan dada para pria.
Tak lama kemudian, pintu apartemen terbuka. Jimmy masuk ke dalam dengan wajahnya yang sangat lelah, pria tampan itu menyampirkan jas di pundak dan menggelung kemeja hingga siku. Gayanya membuat siapapun wanita akan terpesona, di tambah rambut berantakan yang semakin membangkitkan gelora seorang wanita.
Jimmy menghidupkan saklar, dia mengendurkan dasi dan melempar tasnya ke sembarang arah. Jimmy belum menyadari keberadaan Alena disana. Dia duduk di sofa lalu membuka sepatu dan kancing kemejanya satu persatu.
Alena yang berada di atas ranjang melihat pemandangan indah tersebut, dia menelan ludah dengan kasar.
"Dia, dia sangat menggoda. Aku tidak sabar untuk memeluknya." gumam Alena berharap dan membayangkan dia berada dalam pelukan hangat Jimmy.
Setelah selesai melepaskan kemeja, Jimmy pun beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi. Namun, dia merasa ada yang aneh di tempat tidur nya. Ketika Jimmy menoleh, jantungnya seakan hampir melompat keluar, dia kaget setengah mati sampai memegangi dadanya.
"ALENA!" teriak Jimmy heran sekaligus terkejut.
Alena yang berada di atas ranjang hanya tersenyum manis.
"Sayang, kau tidak menyadari keberadaanku, hm? Apakah selelah itu kau bekerja hingga tidak bisa fokus melihat sekelilingmu?" Alena beranjak dari ranjang.
Jimmy melotot menatap tajam ke arah Alena yang sudah berani masuk ke dalam apartemennya.
"Siapa yang mengizinkanmu masuk ke dalam apartemen ini?" Jimmy seakan di penuhi oleh amarah.
__ADS_1
"Hei, Sayang. Tenanglah, kenapa kau marah-marah tidak jelas seperti ini? Aku berada disini untuk menemanimu. Kau tidak menyukainya?"
"Pergilah, Alena! Dan, mengapa kau harus mengenakan pakaian seperti ini?" Jimmy langsung tersenyum sinis. "Kau ingin menggodaku? Hm! Kau pikir aku akan tergiur dengan wanita murahan sepertimu!" lanjutnya sambil menunjuk wajah Alena yang sudah merah padam .
"Jim, kau—"
Pintu apartemen terbuka dan membuat keduanya tercengang.
Flashback off:
Jimmy baru saja selesai bertemu dengan kliennya, dia sengaja mampir ke apartemen milik Elsa dan membawakan sekotak kue untuk kekasihnya itu. Tentu saja Jimmy sangat mengerti jika Elsa suka mengemil di malam hari. Maka dari itu, ketika melihat makanan, dia langsung teringat pada Elsa seorang.
Setelah sampai di apartemen milik Elsa, Jimmy pun berbincang sebentar sebelum dia berpamitan pulang. Namun, dirinya pergi dari sana dengan melupakan sesuatu yaitu ponselnya. Hal tersebut membuat Elsa bingung dan bertekad pergi ke apartemen Jimmy untuk mengembalikan ponsel.
Sesudah berada di depan pintu apartemen, Elsa mendengar suara seorang wanita dari dalam. Tanpa mengetuk pintu, dirinya langsung masuk ke dalam karena dia memiliki kunci cadangan. Saat pintu berhasil di buka, mata Elsa terbelalak melihat siapa yang ada bersama dengan kekasih hatinya itu.
Jimmy menggeleng pelan, dia yakin Elsa pasti akan salah paham dengan kejadian ini.
"Elsa?" panggil Jimmy pelan seperti tak bersuara. Sementara Alena, gadis tidak tahu malu itu hanya tersenyum manis karena Elsa datang di waktu yang sangat tepat. Ini tidak seperti yang dia bayangkan, tetapi ini lebih dari prediksinya.
"Aku hanya ingin mengembalikan ini." Elsa berjalan mendekati Jimmy sambil mengulurkan benda pipih berbentuk segiempat itu.
Jimmy menerima dengan pasrah, dia menatap manik mata Elsa yang memancarkan kesedihan.
"Sayang, apa kamu—"
__ADS_1
Elsa mengangkat sebelah tangan membuat Jimmy terdiam.
"Aku ingin langsung pulang, maaf jika kedatanganku menganggu kalian berdua."
"Lebih cepat lebih baik, pergi sana!" Alena mengusir tanpa rasa malu.
"Diam kau!" bentak Jimmy kasar membuat Alena terlonjak tetapi tidak dengan Elsa. Gadis itu hanya diam saja dan menatap lurus ke depan seakan-akan enggan untuk melihat Jimmy.
"Aku izin pulang, permisi!" Elsa bergegas pergi meninggalkan apartemen itu.
"El, Elsa tunggu!'' Jimmy berteriak kencang dan hendak menyusul Elsa tetapi ditahan oleh Alena.
"Jim, kau mau kemana? Kenapa harus mengejar gadis itu? Disini masih ada aku, Jim. Aku akan setia menemanimu."
"Aku bilang diam! Dasar wanita murahan!" bentak Jimmy sekadar mungkin untuk kedua kalinya.
Jimmy berlari keluar untuk menyusul Elsa tanpa menghiraukan panggilan dari Alena. Dia bahkan saat ini tidak memakai baju.
"El!" teriak Jimmy saat dia masih melihat punggung belakang milik Elsa.
Elsa tidak peduli, dia terus berjalan lurus. Dipikirannya saat ini adalah kejadian mesra di depan matanya tadi. Bagaimana tidak, posisi Jimmy dan Alena sangat dekat yakni Alena yang menempel di dada bidang milik Jimmy dan sedang mengelus wajah hingga dada milik kekasihnya tersebut.
"El, Elsa tunggu, El! Aku bisa menjelaskan semuanya, ini tidak seperti yang kamu pikirkan." Jimmy berhasil menarik lengan Elsa hingga gadis mungil itu menubruk dada bidang miliknya.
Elsa terdiam seribu bahasa, dia bahkan enggan untuk menatap Jimmy.
__ADS_1
{Bersambung}