Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #31


__ADS_3

Kia segera turun dari taksi dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan menundukkan kepala.


Brugh!


Kia menubruk seseorang ketika sampai di ambang pintu.


"Kiara, kamu kenapa?" Need yang baru selesai memungut kertas dokumen menatap wajah Kia yang terlihat sembab.


Kiara menggeleng. "Saya permisi,"


Need hanya menatap kepergian Kiara dengan tanda tanya. "Ada apa dengannya?" gumam Need pelan sambil berjalan keluar.


Need yang baru mengambil dokumen penting langsung masuk ke dalam mobil dan mobil yang ia kendarai segera pergi dari halaman menuju kantor.


Beberapa saat mobil Need pergi, mobil Ray sampai di halaman rumah.


Brak!


Ray menutup pintu mobil dengan kencang dan berlari masuk ke dalam rumah.


"Dimana Kia?" Ray bertanya kepada Bi Imah ketika hendak menaiki anak tangga.


"Neng, eh Nona Kiaβ€”" ucapan Bi Imah terpotong karena Ray dengan cepat berjalan naik ke atas tangga.


Sesampainya di depan kamar.


"Semoga Kia ada di dalam." Ray membuka kasar pintu dan matanya menangkap diri Kiara yang tengah duduk di atas ranjang.

__ADS_1


Raymond berjalan cepat ke arah ranjang.


"Kia!" Ray duduk di samping Kiara sembari memeluknya.


"Mas, kamu kenapa?" Kia bertanya dengan nada santai.


Ray mengurai pelukan, ia menangkup wajah Kia lalu menyelipkan anak rambut ke samping telinga Kiara. "Kamu tidak marah padaku?"


Kia menggeleng.


Ray dengan lekat menatap mata Kia yang masih terlihat sembab. "Kamu jangan bohong, semua yang kamu lihat tadi di kantor tidak seperti yang kamu pikirkan. Meysa tiba-tiba datang ke kantor dan dia menangis meminta balikan denganku. Aku berusaha melepaskan pelukannya tetapi dia tetap bersikeras memeluk diriku." jelas Ray tanpa jeda.


"Kamu gak perlu khawatir, Mas. Aku yakin kamu tidak akan mengkhianati ku ataupun menyakiti diriku." ujar Kiara dengan senyum tipis.


"Aku sangat beruntung mendapatkan gadis sepertimu." Ray kembali memeluk Kia.


Kia kaget dan langsung mengurai pelukan. "Menikah? Mengapa mendadak, Mas? Bukankah kamu bilang kita akan menikah dua minggu lagi?"


"Aku hanya tidak ingin kamu pergi dariku, jika kita menikah dan sah menjadi suami-istri maka aku yakin kalau kamu pasti tidak akan menjauh dari aku."


"Aku nurut saja." ucap Kia dengan senyum tipis, ia sebenarnya sangat bahagia karena Ray ternyata sangat serius dengannya.


"Ayo, kita pergi mencari gedung pernikahan dan feeting baju pengantin. Untuk segala keperluan dekor, catering dan lainnya akan ku serahkan kepada Need." ucap Ray serius.


"Tapi Mas, apa kita tidak jadi berkunjung ke desa?" Kia menahan tangan Ray yang hendak beranjak dari ranjang.


"Jadi sayang, kita akan meminta doa restu dari almarhumah nenek agar rumah tangga kita langgeng dan berjalan baik. Besok pagi kamu harus bersiap cepat dan siangnya kita pulang dari desa lalu segera melangsungkan acara ijab kabul."

__ADS_1


"Tapi, bagaimana dengan Mama kamu?" Kia berbicara sendu.


"Aku bisa mengatasinya nanti, setelah selesai makan malam aku akan mengumumkan pada mereka semua bahwa kita akan menikah."


"Kamu yakin sudah siap memperkenalkan aku ke publik, Mas? Apa kamu gak malu punya istri yang berasal dari desa, kumuh, pendidikan rendah dan sederhana sepertiku?"


"Untuk apa aku malu? Yang penting aku mencintaimu, aku bahagia hidup denganmu, aku tidak peduli apa yang akan mereka katakan nantinya. Akulah yang menjalani bukan mereka." Ray menatap Kia dengan tulus.


"Terima kasih banyak, Mas. Terima kasih karena kamu sudah mau menerima aku apa adanya," Kia masuk ke dalam pelukan Raymond.


"Sama-sama sayang, terima kasih juga karena kamu telah hadir memenuhi kehidupanku.." Ray mengelus pucuk kepala Kia.


"Ayo, kita harus segera menemukan gedung serta feeting baju pengantin, nanti aku akan menghubungi Need agar meng'handel semua tugas kantor." Ray beranjak dari ranjang.


Kiara menyusul Ray dan mereka keluar bersama dari kamar dengan bergandengan tangan.


β€’


β€’


β€’


**TBC


HAPPY READING


SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUTNYA, TERIMA KASIH BANYAK UNTUK YANG SUDAH MENDUKUNG πŸ™πŸ»πŸ˜˜**

__ADS_1


__ADS_2