
Dua bulan kemudian.
Setelah pertemuan di klinik kecantikan ARA GLOW, akhirnya kedekatan Ray dan Kiara semakin terlihat akrab.
Seperti saat ini, sekarang mereka sedang berada di mall bersama dengan Rayyan.
"Ma, Ray mau ice cream.'' ucap Ray dengan jelas.
"Kamu mau ice? Okey, Mama akan belikan." Kiara mengelus kepala Ray dengan sayang.
"Tunggu, Kia! Biar aku dan Ray saja yang membeli ice cream nya." Raymond menahan lengan Kia ketika Kiara hendak pergi.
Kiara hanya mengangguk dan setelah Raymond pergi, dirinya langsung berjalan menyusuri berbagai tempat penjualan busana.
Kiara berjalan ke arah tempat penjualan tas branded, saat dia ingin masuk ke dalam dirinya bertemu dengan sosok pria yang menjadi masa lalunya.
"Kiara?" ucap pria itu menyebutkan nama Kiara.
Kiara hanya diam mematung dengan menatap Jaka.
"Kia, Kiara ini beneran kamu?"
Kia mengangguk sejenak.
"Apa kabar kamu, Mas?"
"A—aku baik. Bagaimana denganmu?"
"Aku juga baik."
"Kamu terlihat berbeda, Kiara." Jaka meneliti penampilan Kiara dari atas hingga bawah.
__ADS_1
"Berbeda?" Kia tau apa yang Jaka katakan. "Karena kerja keras membuat aku bisa berubah seperti ini, Mas."
"Mas, aku—" ucapan Sintia terputus karena melihat sang suami sedang berbicara dengan musuhnya.
Kiara melirik ke arah Sintia.
"Mas, apa dia istri kamu?"
Jaka memejamkan mata lalu mengangguk.
'Dia sangat berubah, lihatlah dirinya lebih cantik daripada aku.' batin Sintia.
Raymond yang telah selesai membeli ice cream segera kembali menghampiri Kiara.
"Sayang?" ucapnya memanggil.
Semua mata menatap ke belakang Kiara.
"Kamu benar, Mas. Dia adalah suamiku."
Kiara dan Raymond sudah sepakat untuk kembali menjalani biduk rumah tangga yang pasti sekarang akan lebih baik tanpa ada orang ketiga.
Ray telah berada di dekat Kiara dan Jaka.
"Mas Jaka? Apa kabar?" Raymond mengulurkan tangan dan mereka berjabat tangan.
"Saya baik, Mas. Mas Fildan ternyata seorang pengusaha ya?"
"Raymond! Namanya Raymond, Mas." bantah Kia ketika Jaka memanggil Raymond sebagai Fildan.
"Tidak masalah Kiara, Fildan adalah namaku ketika aku masih amnesia dan aku sangat menyukainya." Ray tersenyum manis.
__ADS_1
Kia menjadi tersipu.
"Anak itu? Apa dia Putra kalian?"
"Benar. Dia Rayyan, Putra pertama ku dan Mas Raymond."
"Wah, selamat ya Kia. Maaf atas kesalahan lalu yang telah aku perbuat padamu." Jaka menjadi malu jika mengingat kejadian masa lalu itu.
"Semuanya sudah terjadi, Mas. Biarkan mengalir seperti air dan jika bisa kedepannya harus berubah jadi lebih baik."
"Kia, maafkan aku. Akulah yang bersalah dalam hal ini, aku yang sudah menghancurkan kebahagiaanmu dan membuat dirimu harus menikah dengan orang lain." Sintia menyesal, dia berbicara sambil menitikkan air mata.
Jaka telah mengetahui apa yang sudah Sintia dan sang Mama lakukan, awalnya Jaka tidak terima dan dia selalu menyiksa Sintia tetapi ketika Sintia dinyatakan depresi, Jaka langsung memaafkan Sintia dan dia merawat Sintia dengan baik hingga saat ini. Jaka juga berjanji akan mencintai Sintia dengan setulus hati.
"Kamu tidak perlu merasa bersalah, Mbak. Dari kejadian ini kita bisa mengambil hikmah yang baik bahwa meskipun sudah berpacaran hingga bertahun-tahun, meskipun sudah resmi untuk ke jenjang pernikahan jika Allah tidak berkehendak maka semua tidak akan terjadi. Pasti selalu ada jalan untuk itu semua, karena jodoh ada ditangan Allah."
Sintia hanya menangis dan menunduk sedih, dia benar-benar merasa sangat bersalah.
•
CIE YANG UDAH BALIKAN
SEMOGA SEMUANYA BERJALAN DENGAN BAIK YA
**TBC
HAPPY READING
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH 🙏**