
Ray pingsan selama tiga jam dan saat ia bangun, ia langsung melihat ke sekeliling nya.
"Ray!" seru Meysa yang segera mendekat ke ranjang.
"Dimana aku?" ucap Ray dengan suara serak dan lirih.
"Ray apa kau sudah ingat dengan semuanya? Kau mengingatku?" Mey tersenyum bahagia.
"Tentu saja aku ingat, kau adalah Meysa." Ray berbicara santai sembari memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
Mata Ray terhenti tepat dimana Kiara sedang berdiri dan menatapnya dengan nanar. 'Ya Tuhan, dia Kiara bukan? Istri siri ku.' batin Ray kasihan melihat Kiara.
"Kiara," Ray memanggil Kia dengan lembut dan tangannya terulur ke samping.
Kiara tersenyum lalu mendekat ke arah ranjang, Sementara Meysa berdiri dari tepi ranjang.
"Mas Fildan, em.. Maksudku Mas Ray, ingatanmu sudah pulih?" Kia mencoba tersenyum.
Ray mengangguk. "Apa kamu tidak bahagia melihat aku yang sudah pulih dari amnesia?" Ray menggenggam jemari Kiara.
"Tentu aku sangat bahagia, Mas. Tapi..." Kia tidak meneruskan ucapannya dan melirik keluarga Ray.
"Oh, mereka. Kamu gak perlu khawatir, kamu akan tetap menjadi istriku dan kamu akan ikut pulang bersamaku ke kota." Ray mengusap kepala Kia dengan lembut.
"Tidak Ray!" bantah Rara sembari berjalan mendekati Ray. "Mama gak setuju!" ucap Rara dengan suara meninggi dan menatap Kiara dengan sinis.
Ray mencoba bangkit dan duduk. "Ma, setuju atau enggak nya Mama, aku akan tetap membawa Kia ke kota dan dia akan tinggal bersama dengan kita."
"Tapi, Ray! Mama gak mau punya menantu seperti dia, hanya gadis desa biasa dan lihatlah—" Mama menatap Kia dari atas sampai bawah. "Lihat cara berpakaiannya, sangat murahan dan kampungan!" Mama tersenyum miring.
__ADS_1
"Cukup, Ma! Kenapa Mama malah menyudutkan Kiara? Jika tidak ada Kia pasti hidupku sekarang entah bagaimana. Dia itu adalah malaikat penolongku Ma, dan aku sudah berjanji akan menikahi Kia secara sah jika ingatanku pulih." tegas Ray dengan yakin.
Meysa yang tadinya tersenyum kini menggeleng tidak percaya. "Ray, kau melupakan aku? Bukankah kita akan meneruskan pernikahan kita yang batal?"
"Maaf, Mey. Aku tidak bisa!" tukas Ray dengan yakin.
Mey menatap Kia dengan dendam dan kebencian. 'Baiklah gadis kampungan, kau sudah bermain-main denganku. Kau telah berani merebut Raymond ku, lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu nanti.' batin Mey geram.
"Ya sudah, Papa setuju jika kau membawa gadis itu pulang ke rumah dan menjadikan dia sebagai istrimu. Melihatmu yang selamat dari maut saja sudah membuat Papa sangat bahagia," ucap Bimo angkat suara.
Ray tersenyum, ia tahu persis bagaimana sifat Papanya.
"Bisakah kita pulang sekarang? Aku sudah tidak betah berada di rumah sempit ini." ucap Amel mengerucutkan bibirnya.
"Apa kau tidak merindukan kakakmu ini?" Ray mengerling'kan mata ke arah Amel.
'Mereka sangat berbeda status denganku, lihatlah keadaanku. Aku sangat sederhana dan jelek, sementara mereka berpakaian begitu mewah dan sangat bersinar.' batin Kia mulai insecure.
"Apa kau tidak ingin berkenalan dengan kakak ipar mu?" Ray mengurai pelukan.
Amel menegakkan tubuh dan tersenyum ke arah Kiara. "Hai, aku Amel adik kandung dari kak Raymond." Amel mengulurkan tangannya untuk bisa berjabat dengan Kia.
Kiara tersenyum ramah dan membalas uluran tangan Amel. "Kiara," mereka berdua berjabat tangan.
Setelah jabatan terlepas, mereka bergegas untuk bersiap kembali ke kota.
Mama melirik Kia sinis.
"Mama jangan menambah kesedihan, Kiara. Dia baru saja ditinggal oleh nenek nya, jika Mama tidak setuju Kiara ikut bersama kita ke kota baiklah.. Ray yang akan tinggal di desa ini bersama dengan Kiara." keputusan yang Ray ambil ketika mereka sudah berada di teras rumah.
__ADS_1
Kia menatap Ray tidak percaya, betapa bahagianya dia ketika mendengar ucapan Ray. 'Ternyata nenek tidak salah dalam memilih, aku yakin Ray mampu membahagiakan aku.' batin Kia terharu.
"Baiklah, terserah kau saja." Rara berjalan terlebih dahulu ke arah mobil dan diikuti oleh Meysa kemudian yang lainnya.
"Mas, aku takut." Kia berbisik pelan.
"Kamu tenang aja, aku akan mengatasi semuanya." Ray menggenggam jemari Kiara.
•
•
•
**Mas Ray 🌹
•
•
••
TBC
HAPPY READING
SEE YOU NEXT PART DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH 😘**
__ADS_1