Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #38


__ADS_3

Kiara, Ray dan Bimo sedang duduk di taman samping rumah dengan ditemani oleh secangkir kopi dan juga roti kering.


"Raymond, Kiara, Papa sangat bahagia karena pernikahan kalian saat ini. Papa berharap semoga pernikahan kalian langgeng dan tidak ada yang mencoba merusaknya." ucap Bimo sembari meletakkan gelas kopi di atas meja.


"Amin. Semoga saja Pa, tapi yang namanya rumah tangga pasti akan selalu ada sedikit bumbu asamnya, saya hanya berharap jika saya dan Mas Ray bisa bijak dalam menangani permasalahan yang akan ada di dalam rumah tangga kami." sahut Kia dengan bijak.


Bimo hanya mengangguk. "Kamu benar, Kiara. Setiap rumah tangga pasti selalu ada sedikit goncangan yang mana itu akan menambah sesi tersendiri bagi pasangan. Papa berharap kalian bisa mengatasinya dengan baik, meskipun Papa tidak ingin rumah tangga kalian ada masalah tetapi tidak bisa dipungkiri jika memang setiap masalah itu pasti akan ada."


"Hari ini Papa jadi kembali ke luar negeri?" Ray bertanya karena sang Papa pernah mengatakan ingin kembali mengurus perusahaan cabang yang ada di luar negeri.


Bimo mengangguk. "Ya. Meskipun rasanya berat untuk kembali ke luar negeri tapi mau bagaimana lagi, pekerjaan yang mengharuskan Papa untuk kembali ke sana,"


"Apa Ray aja yang menggantikan Papa untuk pergi ke luar negeri?" Ray tidak tega melihat sang Papa yang selalu bolak balik Perancis-Indonesia.


Bimo menggeleng. "Gak perlu, Ray. Kamu 'kan masih pengantin baru, nikmati saja dulu kebersamaan mu bersama dengan Kiara."


Kiara tersenyum bahagia karena Papa Ray mau menerimanya dengan lapang dada.


"Ray 'kan bisa ajak Kia ke luar negeri, Pa. Ya hitung-hitung sekalian bulan madu," entah mengapa Ray sangat ingin menggantikan sang Papa.


"Gak perlu, Raymond. Papa masih sanggup untuk mengurus perusahaan cabang kita." Bimo tersenyum tipis.

__ADS_1


Ray hanya bisa pasrah jika sang Papa sudah bertekad bulat seperti ini.





Seorang pria berbadan tegap dengan otot-otot yang menonjol di bagian lengannya, dada yang terlihat bidang, tatapan mata yang sangat mempesona dan juga gaya yang terlihat cool. Pria itu berjalan masuk ke dalam sebuah kamar hotel bertuliskan angka 307.


Klek!


"Halo, Tuan.. Kemari lah, aku siap melayani anda." wanita dengan pakaian yang sangat seksi itu melambaikan tangan guna memanggil sang pria.


Pria yang tadi baru masuk langsung mengunci pintu kamar dan berjalan santai ke arah ranjang.


"Kemari'lah.." wanita itu menurunkan sebelah tali bajunya yang sangat seksi.


Pria itu pun mulai merambat naik ke atas ranjang dengan tangan yang mengelus pelan betis kaki hingga paha milik wanita panggilan yang ada di atas ranjang.


"Oh, sentuhan mu sangat lembut sekali Tuan." lenguh nya penuh ga ira h ketika pria yang ada di bawah kakinya mengelus paha putih mulus itu dengan perlahan.

__ADS_1


Pria tersebut dengan cepat mengabsen setiap inci tubuh mulus dan putih susu milik wanita yang ada di bawah kuasanya.


"Kau sangat seksi," ucapnya dengan suara berat.


Wanita itu hanya tersenyum puas ketika sang pelanggan memuji kemolekan nya, bagaimana tidak, tubuh yang tinggi, putih mulus bak kulit bayi baru lahir, wajah yang cantik dan suara yang sangat merdu pasti mampu membuat siapapun terpesona olehnya.


"Puaskan aku sekarang." ucap pria itu dengan suara baritonnya berbisik ditelinga sang wanita.


Wanitanya dengan cepat mengangguk dan mulai mengambil alih permainan untuk memuaskan sang custumor.





**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻**

__ADS_1


__ADS_2