Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #69


__ADS_3

Malam harinya.


Kiara telah bersiap untuk pergi menuju pesta rekan kerja Jimmy.


"Ray! Apa kamu sudah selesai?" Kiara berteriak dari depan pintu kamar.


"Yes Mom, sebentar!" Sahut Rayyan dengan berteriak pula.


Tap


Tap


"Apa Ray sudah siap?" Jimmy bertanya ketika sudah berada di samping Kiara.


"Belum, entah apa yang sedang anak itu lakukan didalam kamar. Dia menyuruhku keluar dan langsung menutup pintunya." terang Kiara dengan nada heran.


"Aku akan memanggilnya."


Tok! Tok!


"Boy, are you oke? Come on, kita akan telat jika harus menunggu dirimu berdandan lagi." ucap Jimmy sambil mengetuk pintu.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka dan Rayyan keluar dengan senyum mengembang.


Rayyan menatap sang Mama dan Jimmy dengan gaya cool. "Bagaimana penampilan Ray hari ini?" lanjutnya dengan sombong.


"Ck, ck... Kamu benar-benar tampan, boy." Jimmy ingin menggendong Ray tetapi bocah itu dengan cepat mencegahnya.


"No, Papa. Ray bisa jalan sendiri." Rayyan berjalan mendahului Kiara dan Jimmy yang hanya melongo ditempat.


"Anak itu. Dia bergaya seperti pria dewasa, astaga..." Kiara berjalan menyusul Rayyan.


Jimmy menatap kepergian Kia dan Ray dengan senyum tipis.


'Sejujurnya aku sangat mencintaimu Kiara, entah apa kekuranganku sehingga kamu sama sekali tidak bisa membuka hati untukku. Apa sebesar itu cintamu untuk Raymond hingga kamu tidak bisa memberikan peluang padaku?'' batin Jimmy menatap punggung belakang Kiara yang sudah menghilang di balik tembok.


Jimmy meraup wajah dan mengambil udara dalam-dalam.

__ADS_1


"Aku tidak boleh terpuruk hanya karena cinta, jika aku berjodoh dengan Kia maka Tuhan pasti tidak akan memisahkan kami. Percaya saja rencana Tuhan pasti indah."


Jimmy berjalan keluar dari rumah karena pesta akan dimulai tiga puluh lima menit lagi.


***


Setelah menempuh perjalanan dua puluh Menit akhirnya mobil Jimmy telah sampai diparkiran gedung besar nan megah.


"Ayo turun." Jimmy membukakan pintu untuk Kiara dan Rayyan.


Kiara keluar dari mobil dengan senyum tipis dan ucapan terima kasih.


Mereka berjalan bersama masuk ke dalam gedung itu.


Sesampainya di dalam, Jimmy menyapa para rekan kerjanya dan sesekali Kiara juga mengibrol bersama dengan para istri rekan kerja Jimmy.


"Anak Papa mau makan atau mau minum? Biar Papa ambilkan." tawar Jimmy kepada Ray.


Rayyan mengedarkan mata ke penjuru ruangan, dia melihat-lihat makanan atau minuman apa yang ingin dipilih.


"Kia!" seorang wanita cantik dengan penampilan modis berjalan elegan ke arah Kiara.


"Halo, selamat malam jagoan onty." ucap wanita tersebut ketika sudah bergabung dengan Kiara.


"Halo onty cantik." sahut Ray dengan senyum manis yang mana mampu membuat wanita dewasa itu ingin sekali mencubitnya.


"Oh Amitabh Bachchan.... Anak ini benar-benar menggemaskan." Wanita itu ingin mencubit pipi Rayyan tetapi Kia dengan cepat mencegahnya.


"Ruri, apa yang ingin kau lakukan? Apa kau ingin mencubit putraku?" Kia memeluk tubuh Rayyan.


"Hanya sedikit, boleh ya?" Ruri memasang puppy eyes.


"Daripada cubit, mending onty Li cium pipi aku aja." Ray tersenyum manis.


"Demi apa? Ini anak masih kecil udah jago modus. Kia, kau memberikan makan apa sehingga dia pintar modus seperti itu? Lihatlah Tuan Jim, anda pasti mengajari bocah menggemaskan ini cara memodusi seorang wanita." Ruri menggeleng sedih.


"Ruri, kau ini bicara apa? Ray itu masih kecil, jadi maklum saja jika dia bersikap manja."


"Kiara, kalian mengobrol lah dulu. Aku akan menyapa rekan kerjaku dan jika ingin pulang jangan lupa panggil aku." Jimmy tersenyum tipis ke arah Kiara dan mengelus pucuk kepala Ray lalu pergi menemui semua rekan kerjanya .

__ADS_1


"Kia, dia sama sekali tidak berniat untuk berpamitan padaku."Ruri berpura-pura sedih.


"Mungkin Jimmy tidak melihatmu." ejek Kiara dengan tawa pelan.


"Apa kau pikir aku ini makhluk gaib?" Ruri mengerucutkan bibir.


"Ruri jangan mengerucutkan bibir seperti itu, kau tambah terlihat jelek jika berekspresi begitu." Kiara sangat senang menganggu Ruri.


"Kau ini, benar-benar!" Ruri mengusap wajahnya yang sangat cantik.


"Kia, aku ingin mengatakan sesuatu. Apa sampai saat ini kau belum juga membuka hatimu untuk Tuan Jimmy?''


Kiara menatap Rayyan dan melihat ke sekeliling.


"Sebaiknya kita mengobrol disana saja." ucapnya sambil menunjuk sofa.


Setelah duduk di sofa, Ruri mulai melayangkan pertanyaan yang sama kepada Kiara.


"Untuk saat ini belum, aku belum bisa melupakan Raymond dan aku juga masih resmi menjadi istri Raymond."


Kiara telah menceritakan perjalanan hidupnya kepada Ruri karena Ruri adalah sahabat dekatnya sewaktu dia pertama kali ingin membuka klinik kecantikan ARA GLOW.


Ruri membantu Kiara mulai dari persiapan awal hingga akhir dan saat ini Kiara telah sukses di dunia kecantikan dengan nama yang sangat terkenal yaitu ARA GLOW.


Klinik kecantikan milik Kiara bahkan telah membuka cabang di beberapa negara dan kota kecil di ibukota Roma, lalu saat ini cabang yang akan dibuka adalah Indonesia.





**PEMILIK ARA GLOW


•••


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK MANIS DAN DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**

__ADS_1


__ADS_2