
----------KEESOKAN PAGINYA---------
Bimo, Rara, Need, Meysa beserta Amel telah berada di perjalanan menuju desa Mulia Makmur.
"Ayo Need, cepat sedikit. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Raymond." ucap Meysa.
"Sabar, apa kau mau jika nanti kita celaka hanya karena terburu-buru?" Need menatap Mey tidak suka.
"Need, jangan bicara seperti itu kepada calon kakak ipar mu." ucap Rara kesal.
"Sudahlah, mengapa kalian jadi bertengkar di dalam mobil." Bimo pun ikut menengahi.
Mereka semua akhirnya diam.
'Entah kenapa Tante harus mengajak serigala betina ini.' batin Need melirik Meysa sekilas.
^
^
Sementara di rumah Kiara.
"Mas, kamu mau minum apa? Teh, kopi, atau susu?" Kiara menawarkan.
"Em.. Teh aja deh," sahut Ray dengan yakin.
"Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan segera kembali," Kiara bergegas pergi ke dapur membuatkan teh untuk Ray.
Raymond sedang duduk di ruang tamu sambil membaca koran.
"Ini, Mas." Kiara kembali dengan membawa nampan berisi segelas teh dan juga sepiring roti.
Tok! Tok! Tok!
__ADS_1
Pintu rumah diketuk.
Ray ingin bangkit dari kursi tetapi Kia menahannya.
"Biar aku saja yang buka," Kiara bergegas menuju pintu.
Ceklek!
Pintu rumah terbuka dan dahi Kiara mengerut ketika melihat orang-orang tidak dikenal yang ada di depan rumah nya.
"Maaf, kalian cari siapa ya?" ucap Kiara berbicara dengan sopan.
"Dimana Raymond?" Rara langsung bertanya tanpa basa-basi.
"Raymond? Raymond siapa maksud anda, Bu?" Kiara pun bingung atas apa yang Rara katakan.
"Em.. Maaf, mbak Kiara. Kami datang kesini untuk bertemu dengan Fildan." ucap Need menyela.
"Oh, tunggu sebentar ya? Biar saya panggilkan." Kiara membuka pintu lebar-lebar dan segera berjalan menghampiri Ray.
"Siapa? Tumben pagi-pagi ada tamu." Ray melipat kembali korannya dan bergegas menuju pintu.
Mereka semua yang sedang menunggu Ray diam tak berkutik ketika melihat Raymond yang berjalan menghampiri mereka.
"Maaf, cari siapa ya?" ucap Ray sopan.
"Raymond putraku.." Rara langsung menghambur ke dalam pelukan Ray.
Ray hanya diam mematung ketika mendapatkan serangan tiba-tiba seperti ini. "Bu, maaf Ibu mungkin salah orang." tukas Ray yang memang bingung akan situasi saat ini.
"Ray, apa kau tidak mengenali Mama mu? Aku yang sudah melahirkan mu dan membesarkan mu. Mengapa kau bisa melupakan Mama mu ini Ray??" Rara terisak dengan memukul dada bidang Ray dengan pelan.
Ray menatap satu persatu orang yang ada di depannya, wajah mereka sangat familiar tetapi Ray sulit untuk mengingatnya. 'Mengapa wajah mereka tidak asing? Tapi aku pernah melihatnya dimana? Ya Tuhan, semakin aku memaksa untuk mengingat semakin kepala ku menjadi pusing.' batin Ray dengan mata yang berkunang-kunang.
__ADS_1
"Ray!" Meysa mendekat ke arah Raymond ketika pelukan Rara terurai. "Apa kau juga melupakan ku? Aku Meysa, calon istrimu. Apa kau tidak ingat bahwa kita saling mencintai dan berjanji akan segera menikah?" Meysa berbicara pelan sambil mengusap rahang Ray dengan lembut.
Kiara yang melihat itu hanya diam saja, hatinya sakit ketika melihat suaminya yang diperlakukan seperti itu oleh wanita lain.
"Aku, aku—"
Rara dengan cepat menyela ucapan Ray dengan menunjukkan foto-foto kebersamaan mereka dan juga undangan pernikahan Ray Meysa.
"Lihat ini, ini adalah foto-foto keluarga kita dan ini—" Rara meletakkan undangan pernikahan di telapak tangan Ray. "Ini undangan pernikahanmu dan Meysa, apa kau sama sekali tidak mengingatnya nak?" Rara menatap Ray dengan berderai air mata.
"Aku, aku sama sekali tidak mengingat apapun." Ray menatap dengan seksama undangan pernikahan itu dan dia memegangi kepalanya yang sakit.
"Mas! Mas Fildan," Kiara memegang lengan Ray.
Senyuman seorang wanita, jas kerja, perusahaan besar, mobil, gaun pengantin, kebahagiaan, dan suara bom terlintas dibenak Raymond meskipun tidak begitu jelas.
Brugh!
Ray jatuh pingsan karena berusaha mengingat semua yang selama ini singgah di pikiran lalu menjadi bayangan samar nya.
"Mas! Mas Fildan!" teriak Kiara menggoyangkan tubuh Ray yang sudah jatuh ke lantai.
"Ray! Raymond!"
Mereka semua khawatir dengan keadaan Ray.
•
•
**TBC
HAPPY READING
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK MANIS SERTA DUKUNGANNYA, TERIMA KASIH😘**