Gadis Desa Milik Tuan Amnesia

Gadis Desa Milik Tuan Amnesia
Bab #49


__ADS_3

Sinar matahari mengintip dari balik tirai masuk ke dalam bilik kamar mewah milik Raymond.


“Ssh..” lenguhnya sembari memegangi kepala.


Saat ini kepala Raymond masih terasa pusing dan sedikit berat, bukan hanya kepala tetapi juga lengan sebelah kiri miliknya terasa berat.


Raymond membuka mata sempurna, dia melihat ke sekeliling terlebih dahulu lebih tepatnya ke atas atap kamar.


"Aku masih berada di kamarku?” Ray menunduk dan matanya melotot ketika melihat Meysa yang tertidur di dalam pelukannya, Mey meletakkan sebelah tangannya di perut sispack milik Raymond.


“Bangun!” bentak Ray dengan kasar.


Mey yang kala itu masih ada di alam mimpi langsung terkejut dan terbangun.


“Ray, kenapa kamu mengagetkanku?” pekik Meysa kesal.


“Mey, apa yang kamu lakukan dan—?” ucapan Ray terputus ketika dia melihat Meysa yang tidak memakai pakaian.


“Ray, ada apa denganmu?” Mey berpura-pura polos.


“A—apa yang sudah kita lakukan? Mengapa aku tidak mengingat apapun?” Ray memukuli kepalanya.


“Ray, kamu melupakan malam panas kita berdua? Tega sekali..” Meysaa berkata dengan nada lirih.


“Malam panas apa? Seingat ku, aku melakukannya bersama —“ Ray baru mengingat jadi jika dia dilayani oleh Kiara. “SIAL!” Ray mengusap wajahnya kasar dan segera bergegas bangkit dari ranjang dengan memakai selimut.


“Ray!” teriak Mey kaget karena Ray menarik selimut yang juga menutupi tubuh polosnya.


Raymond tidak memperdulikan Meysa, dia segera berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Di dalam kamar mandi.


“ARGH!” Ray berteriak kesal, amarah dihatinya sangat mendalam tetapi dia tidak tahu harus menyalahkan siapa.


“Mengapa aku bisa bercinta dengan Meysa? Bukankah tadi malam Kiara yang ada bersamaku dan mengajak diriku bercinta?” Ray membasuh wajah dengan air dingin.


Ray memejamkan mata untuk menetralkan emosi nya yang hampir meledak, dia sangat benci terhadap dirinya sendiri karena sudah pasti mengecewakan Kiara.


“Apa yang harus aku lakukan? Kia maafkan aku,” lirihnya dan dia mem-bogem cermin yang berada di dalam kamar mandi hingga cermin itu hancur berkeping-keping.


Beberapa kaca menancap di tangan Ray hingga darah segera menguncur dari sana, Ray tidak terlalu merasakan karena sakit ditangan itu pasti tidak ada bandingannya dengan sakit hati Kiara jika tahu kalau dia sudah berhubungan badan dengan Mey.


*


Dua jam kemudian.


Mobil Raymond sudah tiba di halaman rumah milik Kiara.


“KIA! KIARA KAMU DIMANA?” suara Ray memenuhi seluruh penjuru rumah.


Ray ingin melangkahkan kaki untuk naik ke tangga tetapi suara Kiara berhasil menghentikan langkahnya.


“Mas! Kamu udah datang?” Kia berjalan dari belakang rumah dan segera menghampiri Ray yang menatapnya dengan serius.


Ray segera berjalan ke arah Kiara, setelah Kiara sudah ada di hadapannya, Ray langsung memeluk tubuh Kia.


“Kia, maafkan aku.. Maafkan diriku,” lirih Ray memeluk tubuh Kiara dengan erat.


Air mata ingin menetes membasahi pipi Kia, tetapi dia mencoba untuk menahannya agar tidak jatuh.

__ADS_1


“Mas, ada apa denganmu?” Kia berpura-pura tidak tahu mengapa Ray bersedih.


Ray mengurai pelukan dan menangkup wajah Kia.


“Kia, aku dan Mey..” Ray menunduk sedih.


Dada Kiara terasa sesak, tetapi dia tidak menyangka jika Raymond akan mengatakan hal yang sejujurnya.


“Kenapa, Mas? Katakan.” Kia mengusap rahang kokoh milik Raymond.


“Aku sudah melakukan hubungan suami-istri dengan Meysa, aku tidak sadar waktu itu, aku seperti sedang dipengaruhi obat sehingga aku melihat dirimu padahal sebenarnya itu adalah Meysa.”


Kia menghembuskan nafas pelan dan mencoba tersenyum.


Ray mengernyitkan dahi ketika melihat senyuman di wajah Kiara. “Kia, mengapa kamu malah tersenyum? Apa kamu tidak marah denganku?”


Kiara menggeleng.


“Mas, kamu ingat perkataan ku waktu itu bukan? Seorang lelaki tidak dituntut untuk setia, tetapi seorang lelaki di tuntut tanggungjawab untuk istri dan anaknya di akhirat kelak. Aku hanya pasrah kepada Allah dan berharap agar kamu mempertanggungjawabkan perkataan yang telah kamu ucapkan padaku waktu itu mengenai dirimu tidak akan mengecewakan aku.” Kia menjeda ucapannya sejenak. “Jujur aku kecewa, Mas. Tapi hidup ini adalah sebuah pilihan, dan aku sudah memilih juga membuat keputusan yang final ketika aku menyetujui pernikahanmu dengan Mbak Mey." Kia berusaha tegar.


Ray kembali memeluk tubuh Kiara dengan erat, dia sangat beruntung memiliki Istri seperti Kia yang mau memaafkan dan mengerti.




**TBC


HAPPY READING

__ADS_1


MOHON DUKUNGAN SERTA JEJAK MANISNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻**


__ADS_2